Archive for the ‘Kumpulan Cerita’ Category

Kartiniku yang Malang

Posted: Juli 10, 2011 in Kumpulan Cerita

Pada pertengahan bulan mei saya berkenalan dengan seseorang yang namanya Fransiscus sondang nauli Hasibuan, yang mana awal dari perkenalan kami melalui Chatting di Facebook. Dan pada akhirnya dia menghubungi saya ke Handphone karena kebetulan nomor saya ada di info facebook. Untuk mengawali perkenalan dia ajak aku ketemuan di gereja santo Arnoldus Bekasi. Kita ketemuan pada misa terakhir jam setengah 18.30. Setelah itu kita lanjutkan lagi ketemuan untuk kedua di tempat yang sama dan pada jam yang sama juga yang mana dia menunjukkan rasa suka kepada aku, tapi aku gak punya rasa apa-apa hanya dalam pikiranku, nambah teman untuk berbagi pengalaman. Setelah itu kita komunikasi melalui telepon seluler, dan dia pernah mengutarakan perasaan dan keinginannya dengan sms, terus ak jawab, aku gak focus mikiran itu, karna aku lagi sibuk, itu saya buat alasan biar dia gak tersinggung, dalam hatiku terlintas masa baru kenal sudah bisa mengutarakan perasaannya. Pertemuan ketiga di tempat yang sama juga sehabis misa terakhir si Frans juga mengutarakan keinginan dan perasaannya dan dia mengajak aku untuk serius ke jenjang pernikahan, terus aku juga gak jawab aku bilang aku masih kuliah dan pekerjaan saya juga belum mantap, tapi dia bilang kuliah bisa berjalan sambil kita berkeluarga, tapi dia bilang, aku sudah siap merid tahun ini.. Aku memang cukup senang mendengarnya, dalam pikiranku berarti dia sudah siap lahir & bathin dan termasuk biaya pernikahan. Dan aku berpikir ya sudahlah kalau kuliah ku masih bisa berjalan ya gak apa-apa, mungkin inilah jawaban doaku selama ini. Dan aku ingin menyenangkan hati orangtuanya dan orang tuaku yang mana inilah harapan mereka. Pertemuan pas hari sabtu dia menjemput aku ke kantor sekalian mau mengajak aku main ke rumahnya dan sekalian mengenal keluarga, dan aku pun mau karna dia pernah cerita kalau Abang sakit, aku penasaran juga sakit apa Abangnya, karna dia tidak mau berterus terang apa sakitnya abangnya itu. Nah aku akhirnaya mau untuk diajak kerumahnya dan pada saat itu aku di bawa ke tokonya dan di sana aku ketemu sama bapaknya, saya langsung menyapa bapanya dan bapanya menunjukkan rasa senang.Di sana juga bapaknya menunjukkan rasa terharu karna aku mau ke sana, dan bapaknya ngomong ke saya, kamulah yang menjadi menantu ya,, aku jawab . ya ampun ko jadi amangboru yang ngomong, sementara si Frans belum ngomong apa-apa, trus di bilang dia katanya sudah ngomong tapi kamu nya aja yang belum jawab, di sana bapaknya banyak bercerita tentang Frans yang dia menceritakan semua sisi positif dari Frans, seolah olah dia mempromosikan Frans, biar aku tertarik, aku tetap menjawab , kita doakan aja kepada Tuhan. Dan setelah itu saya di bawa kerumahnya untuk bertemu mamanya dan saudaranya yang lain, dan mamanya juga menunjukkan rasa senang juga, kita langsung makan, nah pas jam doa makan mamanya menangis sambil berdoa, dalam doanya mengucapkan rasa bahagia karna saya di sana sebagai menantunya. Dalam hati aku bertanya, apa sih yang sudah di ceritakan Frans, saya kaget, pokoknya mereka memperlakukan saya dengan baik dan seolah-olah saya kayak anaknya perempuan karna kebetulan mereka gak mempunyai anak cewek. Dalam hatiku ngomong berarti semuanya masalah pribadi si Frans orang tuanya semua tau,yang harusnya tidak semua harus di kasih tau,, bisa kita dekat sam orang tua, tapi gak mesti semua. Dalam pembicaraan selama kita di sana yang di bicarakan itu –itu aja, dan aku juga jawab, aku masih kuliah, dan bapaknya bilang gak usah kuliah lah, trus aku menentang, dan bapanya bilang, kamu mau ijazah S1 bisa saya buat, dan itu aku gak hiraukan karna aku tetap harus kuliah,

Singkat kata karena bapaknya ngomong tentang hubungan aku dengan Frans, trus aku jawab, ya sudah semua sudah terjawab, dan bapanya langsung senang. Hari sabtu pas minggu ke empat mau berangkat kerja orangtuanya menelepon saya pas saya di bis, dan orangtuanya melarang saya untuk melanjutkan kuliah saya, dan aku di suruh untuk fokus berkeluarga. Aku bilang aku harus kuliah,, dan dia menjawab memang kamu gak mau merid lagi, turs aku bilang, aku mau, tapi aku sambil kuliah, dan bapaknya nya itu gak setuju,, dan pada saat itu juga, aku bilang gak mau lagi melanjutkan hubungannya. Dan pada hari itu juga si Frans ini jemput saya ke kantor, dan dia ajak aku lagi ke rumahnya, aku gak mau karna pada hari itu juga aku masuk kuliah,, dan aku mau istirahat, nah selama di perjalanan Frans di telepon orang tua supaya Frans ke rumah dulu bawa aku, tapi aku tetap gak mau. Selama di perjalanan Bapanya di telepon melulu. Dan pada akhirnya bapanya berbicara sama saya, bapanya bilang kalau terjadi apa-apa dengan anak saya, kamu yang saya penjarakan, aku kaget mendengarnya, dan aku mejawab, maksudnya apa, aku gak ada urusan, dan bapaknya bilang, semenjak si Frans kenal aku, si Fransnya sudah tiga kali pengen bunuh diri, apa yang kamu bilang sama dia, aku bingung, dan aku bertanya, apa yang terjadi, terus bapaknya cerita ternyata si Frans melakukan tindakan mau bunuh diri karna orangtuanya ribut masalah kuliahku, dan si Frans sudah melarang mereka tapi mereka tetap saja ribut yang pada akhirnya si Frans melakukan tindakan yang tidak terpuji itu. dan Fransnya bilang setelah sampai bekasi aku ceritakan. Sampai di kost aku bertanya lagi, karena aku ingin dengar dari mulut Frans, ternyata benar kalau dia melakukan tindakan yang tidak terpuji itu untuk dan aku bilang kenapa harus kayak gitu,dan dia bilang, abisnya mereka selalu ributin masalah kuliahmu, nah dari sini aku sudah berpikir, kayaknya ada gak beres di keluarganya bisa sampai begini, namun itu saya hiraukan semua. Dan di kostan kita bicara lagi tentang kuliahku yang mana membujuk aku untuk sementara cuti dulu selama 2 semester, dan aku ia kan. Dan dia juga membujuk saya biar kita bohongin orangtuanya kalau saya akan berhenti kuliah. Nah itu niat itu kita kasih taulah sama orang tuanya. Dan mereka seneng bangat. Nah pada minngu itu juga mereka langsung boking gedung, dan mereka tentuin sendiri tanggal pernikahan kami, yang seharusnya itu harus di bicarakan antara pihak saya dan pihak dia. Memang sebelumnya orangtuanya sudah meminta saya untuk pesta adat gak diadain, alasannya karna biaya gak ada, memang ak awalnya gak mau, kalau gak di buat pesta adat, tapi aku di bujuk terus dan akhirnya juga aku mau hanya di berkati di gereja, karna mereka juga sudah ngomong sama orang tua n keluargaku yang lainnya.

Sebenarnya orangtua saya juga berat hati karna aku hanya diberkati di gereja, kebetulan aku juga anak yang paling terakhir yang belum merid di keluarga, jadi sungguh sangat ganjil kalau gak di adatin, karna mau kapanpun adat itu harus di bayar, dan kalau aku hanya di berkati di gereja, orangtua saya tidak bisa menghadiri pernikahan saya karna begitu adat orang batak.Nah dari semenjak ini juga aku sudah menunjukkan sikap yang tidak enak sam si frans,, aku pikir dia katanya sudah siap merid, tapi ternyata dana tidak ada, apa arti dari kata siap yang di omongkan ke saya aopalagi dia berani meminang orang batak, melihat sikapku yang gak enak sama dia akhirnya dia juga memaksakan orang tua nya untuk buat adapt. Akhirnya mereka bersusah payah untuk mencari dana untuk biaya pernikahan kami. Dan niat itu sudah sampai ke orang tua ku kalau pesta adapt akan di adakan, gedung dan tanggal pernikahan sudah di tentukan mereka, dan dalam hati memang aku bertanya, dan keluarga juga bertanya, ko bisa mereka sendiri yang tentuin tanggal pernikahan, tapi alasan mereka sebenarnya masuk akal yang mana karna sudah mendadak. Sudah berjalan dua bulan hubungan aku dengan Frans, bapanya suruh aku tinggal di sana dekat rumahnya dengan alasan si Frans nya terlalu capek setiap saat ke bekasi, aku gak mau dan masalah ini aja sudah membuat saya gak senang sama keluarganya dan sama frans juga, karna dia gak bisa bersifat tegas dan semuanya aku mau di atur tanpa alasanyang gak jelas. dan sampai hal ini juga sampai ke orangtua aku, dan orangtua aku melarang. Mereka juga juga membicarakan ini sama kakak saya, terus kakaknya ngomong ke saya dan membujuk saya lagi, katanya jangan karena permintaan kamu tinggal di sana terjadi apa- apa karna mereka sudah sakit- sakitan, anggap saja ini permitaan orang yang lagi sakit yang gak bisa kita tolak dan aku berpikir begitu . Bapanya selalu memaksa saya untuk pindah ke sana, akhirnya dengan terpaksa dan berat hati aku pindah ke sana, dari sini aku semakin gak simpati lagi sam si Frans karna semuanya Orangtuanya yang mengatur, padahal dia pacarku atau calon suami aku. Seolah- olah mereka takut kehilangan saya atau ada yang di sembunyikan, Dari sini ketauan kalau orangtuanya diktator tidak kasih kebebasan sama anak-anaknya terlebih si Frans.Nah di sini juga aku berpikir dan bertanya dalam hati,, kenapa ya frans gagal merid sampai dua kali, ternyata mungkin inilah yang membuat. Dalam pikiranku ada terlintas kayaknya mereka sudah mengatur semuanya termasuk keluarga saya, siapa sih mereka??
Biar juga saya sudah tinggal di sana, tapi aku belum rela, karna aku berpikir, betapa jeleknya aku di mata teman-teman kalau mereka aku tau tinggal dekat Frans, mereka akan menduga yanga macam- macam, tapi itu aku berusaha melupakannya karna aku gak melakukan yang macam-macam. Dan selama tinggal di sana juga aku berusaha untuk tidak sering ke rumahnya, karna belum hal yang wajar, dan hal ini juga di lapor sama orang tuanya sama kakak saya, karena aku ke sana dan mengkaitkan –kaitkan, orangtuanya gak bisa tidur karna mikirin tingkah saya sama tinggal di sana yang mana katanya aku semakin menjauhkan diri dari mereka padahal itu sama sekali gak, aku Cuma mikir untuk apa saya sering ke sana, karna belum sah, akhirnya kakak saya juga menegur aku, sampai aku beradu pendapat. Aku menceritakan sama orang tua di kampung, dan mama saya juga mendukung saya, dan menyarankan untuk tidak kesana, jadi kakak sama mama saya juga beradu pendapat, dan akhirnya ada omongan dari mamanya saya, gak jadi juga mereka gak apa- apa kalau itu aja sudah di atur yang selayaknya gak begitu, dan kakak saya ngomong sama mama saya, kita malu ma, kalau gak jadi pernikahan mereka,, kenapa mesti malu, soalnya si Elen juga masih baik- baik aja.

Tiba sudah mau menjelang perkenalan antara siregar dan hasibuan, semuanya baik- baik saja, dan aku juga cerita sama yang menjadi wali saya di sini kebetulan dia masih saudara dekat aku, yang mana kalau aku sudah tetanggaan sama keluarga si Frans, mereka pun marah, dan bilang di mana harga dirimu di lihat orang nantinya, aku jelaskanlah keterangan mengapa aku bisa sampai tinggal di sana, dan mereka juga tetapi saja gak terima. Setelah perkenalan di lanjutkan dengan marhusip istilah di adat orang batak yang acara seserahan. Nah sebelum marhusip sudah banyak pertentangan yang terjadi antara pihak siregar dan pihak hasibuan, yang mana penentuan hari acara marhusipnya,seakan-akan yang atur pihak hasibuan, padahal posisi siregar yang lebih hormat di acara ini, dan harusnya siregar yang atur, selama pertentangan ini aku yang di desak di antara siregar dan hasibuan yang harusnya itu sudah urusan orang tua. Aku jadinya terjepit, yang pada akhirnya orangtuanya bilang kalau acara adat gak di adain, dan aku gak mau kalau acara adat gak di adain, gak jadi menikah juga gak apa-apa, itulah jawaban aku, dan hal ini aku kasih tau ke wali saya, dan mereka kecewa dan marah, yang harusnya omongan itu gak keluar dari seorang orang tua, dan kayak mereka itu kurang memahami tentang adapt batak, bisa segampang itu berbicara yang gak layak, keluarga saya anggap mereka gak menghargai orang, sehingga keluarga saya hampir membatalkan atau memisahkan aku dengan Frans, tapi mereka berpikir lagi nanti terjadi hal yang gak –gak sama aku, dan semenjak kejadian itu, dalam hati aku berpikir, apapun keputusan dari keluargaku, itulah yang saya lakukan. Dan dari sana juga aku menilai keluarga Frans memahami adapt dan gak pantas di jadikan keluarga.Tetapi walaupun pertentangan terjadi , akhirnya acar marhusip pun di laksanakan. Senggang waktu marhusip ke acara pernikahan kira-kira 2 minggu.

Kira –kira 1 minggu sebelum pernikahan saya sudah tinggal di rumah wali, suatu waktu aku meminta uang salon dari Frans yang hal itu memang tanggung jawab pihak perempuan, tapi gak apa- apa di minta dari pengantin cowok,aku minta dari Frans, dia gak jawab aku mau apa gak dia kasih uangnya buat salonku, eh malah dia kasih tau orangtuanya yang pada akhirnya mereka memarahiku, dan di bilang kamu gak usah pake salon juga saya gak peduli, dan mamanya juga sudah merendahkan pihak siregar. Dari sini juga sudah ketauan kalau si Frans tidak melindungi saya dan berusaha memojokkan saya. Dari sini juga dia ketauan dia kurang dewasa dan masih di setir oleh orang tuanya, yang mana hal itu tidak harus di kasih tau sama orangtuanya.Semenjak dari sini aku sudah menilai dia kalau dia belum pantas menjadi kepala rumah tangga. Dia belum bisa mengambil keputusan, dan sempat kita berantam yang dia juga mengatakan kalau apa tindakan dia itu benar. Dan keraguan itu juga sudah ada di benak aku untuk melanjutkan pernikahan ini karna aku sudah mulai tau sifatnya. Namun ada di pikirannku, nanti mungkin dia masih bisa berubah setelah sudah berumah tangga karna mungkin selama ini dia di setir oleh mamanya.

Tiba hari pernikahan banyak kejadian yang terjadi selama satu yang di awali salon yang terlambat, padahal kita sudah cukup pagi mulai salon, tapi banyak kendala selama di salon yang akhirnya kita terlambat selesai, yang harunya jam 6 an selesai, jadinya selesainya sampai jam 7.15. habis dari salon kita langsung berangkat dari rumah wali saya di jati bening untuk menuju gereja sebanyak lima mobil, dua mobil dari pihak hasibuan dan tiga mobil dari pihak siregar. Mobil pengantin sampai jam 8. 30 dan yang lainnya di belakang kita, sementara rombongan mobil orang tua aku dan saudara- saudaraku terlambat karna nyasar. Mungkin mereka selisih di tol yang akhirnya membuat mereka nyasar, sementara dua mobil lagi sudah sampai. Jam sudah menunjukkan jam 9.30 namun mereka belum sampai juga, dan akupun menangis, dalam pikiran apalagi tantangan ini Tuhan, pihak siregar dan hasibuan juga sudah sibuk dan tegang menunggu kedatangan mobil rombongan orangtuaku, namun belum sampai juga, dalam benakku terlintas, tantangan ini sungguh banyak sekali tantangan ini Tuhan, apa renacanMu di balik ini semua, apakah ini suatu tanda kalau pernikahan ini tidak bisa kita lanjutkan, dan Romo yang mau memberkati juga sudah bosan menunggu dan hampir meninggalkan kita, tapi mereka berusaha membujuk Romonya yang pada akhirnya dia sabar menunggu samai orangtua saya datang. Dan dalam benak pihak hasibuan, apalagi yang terjadi sama si Frans sebelumnya juga dia sudah dua kali gagal merid, banyak lah yang orang menduga yang bukan-bukan. Akhinya jam 10.30 sampailah orangtua aku, dan acara di gereja juga di mulai, acara demi acara sudah kita lewati sampai kita mau merima berkat nikah,, namun perasaan terharu dan bahagia tidak ada di dalam hati saya, dan acara pun kayaknya kurang saklar. Acara di laksanakan dengan buru-buru. Setelah acara selesai di gereja di lanjutkan denga acara adapt di gedung yang mulainya juga sudah terlambat. Acara di gedungnya selesai jam 6 an. Kita tiba di rumah frans jam 9 an dan dilanjutkan dengan acara keluarganya dan selesai tengah malam. Kita istirahat,namun kita belum bisa melaksanakan hubungan suami istri karena dalam keadaan capek dan situaso rumah juga masih rame, dan dia juga memaklumin keadaan itu. Nah hari kedua pernikahan aku datang bulan, jadi hubungan suami istri juga tertunda sampai aku berhenti datang bulannya.

Saya berhenti datang bulan samapi hari ke enam. Nah hari ke tujuh kita mulai mencoba melakukan hubungan suami istri, tapi belum bisa, dan kita lanjutkan hari ke delapan, tapi gak bisa juga.Nah yang saya alami yang buat gak bisa adalah, di mana alat kelaminnya frans gak tahan berdiri lama. Dan saat itu juga aku bertanya sam si Frans, kenapa bang. Ko begini. Trus dia menjawab, aku juga gak tau dek, kenapa jadi begini. Aku juga mulai kecewa dan memang sempat agak marah ke dia, dan dia bilang aku harus periksa ke dokter, dia berusah menenangka saya biar aku gak kecewa dan marah. Akupun dukung dia untuk harus segera ke dokter. Namun sebelumnya ternyata dia sudah cerita sama mamanya kalau, apa mamanya yang sendiri yang Tanya, aku kurang tau, namun dari masalhnya dia yang mengadu, aduannya beda sama yang kita alami. Dia mengadu kalau aku tidak meladenin dia. Tiba hari ke sembilan pagi –pagi jam 6. 30 pagi. Bapa sama mamanya ketok-ketok kamar kami dengan kencang, aku kaget, ko cara ketoknya begitu, ada apa aku bilang sama Frans, terus kamar kita buka segera, dan mamanya bertanya, sudah pesta belum? Aku bigung, artinya apa, itu yang terbenak dalam hati, ternyata artinya, sudah malam pertama belum? Frans menjawab, belum ma, kita lagi usaha. Mendengar itu aku kaget dan malu, lah mereka kenapa mesti ikut urusin hal itu? Dan aku langsung ngomong sama orangtuanya. Ko gak ada segannya sih tanyain hal itu, itu urusan kita berdua. Dan mamanya pun ngomong ke saya, kenapa kamu gak kasih kebutuhan anakku, kamu sudah mempermalukan hasibuan kalau kayak gini caranya. Akupun diam karna aku sudah sangat malu melihat mereka, ya ampun masa itu aja orangtuanya sam[pai ikut turut campur, baru kali ini aku tau orangtua ikut campur masalah ranjang, trua akupun ditanyain terus, kenapa sampai hari kesembilan itu gak tuntas, aku jawab aja, aku tidak bisa rileks melakukan hubungan suami istri di rumah ini. Aku saja gak bisa tidur nyenyak selama dari merid di sini, gimana mau bisa! Nah bapaknya itu jawab, kenapa memang, kan kamar kalian sudah di rapikan dan di cat. Terus maumu di mana/ aku bilang aja, bagusnya ke mana yang layak, ke hotel pun jadilah, terus bapanya teriakin Vincent sehingga semua satu rumah itu pun bangun dan tau apa yang terjadi. Mamanya selalu salahin aku, dan si frans juga jawab, si elen kan lagi datang bulan ma, tapi mamanya itu terus salahin aku. Aku tetap bilang aku gak bisa melakukan hubungan suami istri di sini, padahal setelah selesai datang bulan kita sudah berusaha melakukan tapi belun sukses, untuk menutupi rasa malu itu makanya itu jawabanku. Bapanya terus Tanya aku lagi, kemana maumu elen. Sambil tangannya kenain kakiku yang akhirnya pahaku pun kelihatan oleh bapanya, aku bilang ke hotel gak apa apa juga, terus bapanya jawab, kita gak punya uang, aku jawab lagi, aku yang bayarpun jadilah. Mamanya itu belum berhenti berteriak-teriak salahin aku. Dan mamanya bilang suatu cerita kalau di tempat pamannya di palembang, apabila ceweknya gak mau, di pegangin katanya ceweknya, terus bapanya ngomong ke mamanya, ya sudah pegangin saja ma, biar si Frans yang melakukan, dengar itu aku jawab lagi, kalau begini caranya lebih baik saya di bunuh saja sekarang biar puas kalian, dan keadaan juga yang reda- reda . Yang pada akhir nya penyakit bapanya kambuh, sehingga semua orang panik dan salah satu adekknya yang mana, masa sudah dewasa gini hubungan suami istri saja gak bisa,aku sangat terpukul, kenapa keluarga ini begini kotor pikirannya. Nah pagi itu pas hari sabtu aku di antar kerja sama si frans, karna dia kalau hari sabtu libur, dan pagi itu juga saya suruh dia cari hotel dan langsung booking. Selama di pekerjaan saya gak bisa bekerja dengan tenang, dan selau mikiran tindakan mereka, dan sifat keluarganya si frans yang banyak keanehan.. sekarang ketauan siapa mereka itu sebenarnya. Kira-kira jam satu ana akupun menanyakan hal si Frans, Hotel sudah dapat belum, kalau sudah dapat kamu jemput aku, kita langsung ke hotel. Si frans pun mau. Tiba di hotel kita check- in dan mengobrol sebentar lalu kita melakukan hubungan suami istri karna memang itu tujuan kita kesana, dan aku sudah cukup rilexs meladenin dan cukup menuntun dia, tapi kejadian seperti di rumah itu terjadi lagi, yang mana alat kelaminnya itu gak bisa lagi langsung lemes, akhirnya akupun cukup marah dan kecewa, karna aku juga manusia normal yang mempunyai nafsu, pokoknya apapun hal yang membuat dia bisa aku lakukan pada waktu itu, tetapi tetap aja itu tidak bisa. Aku ngomong sama dia, sebenar kamu sehat gak sih bang, terus dia diam, jawab aku bang, dia menjawab, aku juga gak mengerti kenapa aku bisa begini, aku jawab lagi, kita harus ke dokter periksa, dia pun setuju, sambil menenang aku, dia bilang yang sabar ya sayang, jangan marah dan kecewa, akupun diam. Dan bertanya lagi, kenapa sih kamu samapai dua kali gagal merid/ dia menjawab, ko bertanya itu lagi, ini ada hubungannya dengan apa yang kita alamin sekarang, dia kasih jawaban yang tidak masuk akal. Aku pun gak terusin lagi pembicaraan itu, aku hanya mikirin, gimana nanti kalau di Tanya mamanya sehabis dari hotel. Dan aku Tanya lagi sama Frans, gimana nanti kalau ditanya orangtuamu, dia jawab, ya kita bilang saja apa adanya, akupun bilang ok kalu begitu, jangan bilang aku yang gak ladenin kamu ya. Kamu bilang apa adanya. Pada siang kita check-out dari hotel karna kita bookingnya hanya sehari semalam. Tiba kita kita dirumah, nah aku tidak ditanyain mamanya, tapi tidak sepengetahuanku, dia ditanya sama orangtuanya. Aku juga gak tau apa jawaban yang di kasih si Frans. Ternyata aku juga di salahin dia, padahal waktu di hotel dia sudah ngomong kalau dia akan bicara apa adanya. Dalam minggu itu juga dia telepon dan mengadu sama orangtuaku di kampung yang mana mamanya bilang aku gak ladenin anaknya dan kasih kebutuhan si Fransnya, mendengar itu orangtua saya kaget dan kesal sama saya, dan mamanya saranin agar gak usah di kasih tau kalau mamanya Frans yang telepon, tapi mamanya saya gak bisa tinggal diam karna itu masalahnya mempermalukan orangtua saya ke keluarga Frans. Akhirnya mama saya gak sabar dan menelepon saya dan marah, kenapa kamu gak meladenin suamimu, kenapa sampai sekarang malam pertama kalian gak tuntas, aku kaget mendengarnya, lah ko mama ngomong begitu dan tau, mama bilang kemarin mertuamu telepon mama kasih tau kalau kamu katanya gak melayanin suami. Aku gak hiraukan omongan mama, dan aku ketawa-ketawa jawab mama karna aku malu, masa itu aja di omomgin mertuaku sama mama, dan mamaku juga merasa malu. Tetapi mama juga tetap saja desak saya terus serta marah dan bilang, jangan buat mama malu elen, sebenarnya apa yang terjadi, akhirnya aku kasih tau lah apa yang terjadi, aku bilang saja apa yang aku alamin, yaitu kalau alat kelaminnya Frans gak tahan lama dan kurang keras, jadi mau berhubungan selalu gagal, jadi mama menjawab, berarti dia dong yang kurang sehat, kalian kedokterlah dan kasih tau lah sama mertuamu, biar jangan kamu yang di salahin melulu, memang aku dan si Frans juga sudah berniat untuk pergi kedokter ma. Ya sudah segeralah kalian ke dokter ya, pokoknya itu bisa di obtain ko,

Tepat tanggal 1 oktober pas hari jumat pas bulan Rosario, pagi aku di ajak si Fran pulang kerja ke Katedral untuk ngobrol, aku gak mau, karna badanku kurang sehat, tapi dia tetap jemput aku dan bawa aku ke Katedral. Selama di sana handphone aku slient.
Memang habis pulang gereja mamanya telepon dan handphone aku juga taroh di tas dengan posisi slient, pulang gereja kita makan di jalan, dan aku kasih tau kalau mamanya tadi hubungin aku, tapi gak dengar karna hp si silent, ternyata hp dia juga mati karna lowbat. Jam 8 malam kita sampailah di rumah, sebelum masuk aku ucapkan syalom, dan mamanya jawad dengan marah dan ngomong,, syalom-syalom, tapi kamu harus tau etika dong, itulah yang di ucapkannya samaku. Terus mamanya juga teriakin si Frans sambil ngomong, Frans gara- gara si Elen etikamu gak ada, terus aku langsung jawab, apa yang mama bilang, gara-gara aku Frans gak punya etika, diakan yang ajak aku ke gereja,harusnya dia yang kasih tau dong, apa salh kita ke gereja, toh juga aku sama si Frans, mendengar itu aku marah dan sakit hati dan langsung masuk kamar. Aku benar-benar kecewa melihat sikap mamanya. Besoknya aku tetap kerja seperti semula, memang pas hari itu sabtu ada pertemuan alumni SMA kita dulu untuk rapat Natal sekalian, dimana sudah sebulan yang lalu undangannya sudah ada di facebook terpampang di facebook, aku gak ada rencana untuk ke sana, tiba- tiba jam 12 an pas istirahat aku di telepon teman alumni untuk datang ke sana, aku semula gak mau, tapi aku terus di bujuk, tetap aku tolak,dengan alasan, aku kan baru merid, nanti aku gak di bolehin sama suamiku, memang si aku sudah pengen bangat ketemu sama teman-teman yang sudah lama gak ketemu, dan aku pusing dirumah karena masalah tanggal 1 oktober, lalu aku ngomong sama temankku, gini aja deh, aku Tanya dulu sama suamiku, di bolehin gak, dan aku Tanya lagi, aku bawa suamiku gak, dan temanku bilang gak usah di bawa, nanti kita sibuk, takutnya gak enak di cuekin, karna yang lainnya juga gak pada bawa suami dan istri masing- masing, aku telepon si Frans dan ijin untuk aku pergi untuk pertemuan alumni, dan dia bilang boleh, akupun kasih tau sama mamanya sekalian minta ijin untuk pertemuan alumni di semanggi dan mamanya juga bilang ia, dan mamanya juga Tanya jam berapa pulang, aku bilang jam 6an samapi jam 7an. Tiba jam 7an rapat belum selesai, dan amanya juga telepon aku lagi, dan Tanya ada di mana sekarang, aku bilang kami belum selesai rapat, masih di semanggi nih, terus mamanya bilang ya udah, jam 8an aku di telepon lagi, dan memang belum selesai, akhirnya selesaui rapatnya jam 9an. Dan ak mau minta di jemput aku takut, karna aku takut di omelin karna frans juga gak tawarin. Aku naik busway, sampai tiga kali transit, akhirnya aku sampai di rumah jam 10.30 malam. Sampai di rumah aku sudah takut dan merasa bersalah karna kemalaman pulang, pas pulang ada mama dan bapanya nonton di ruang tamu. Terus aku sapa dengan ucapan syalom, dam bapanya Tanya, dari mana kau sayang, aku jawab dari pertemuan alumni amang, omongan saying gak pantas di ucapkan ke saya karna dia kan mertuaku. Aku langsung masuk kamar, karna sudah merasa bersalah, dan si Frans sudah ada di kamar dengan posisi bantal menutupi mukanya, aku berbicara sam si frans dan aku minta maaf karna aku pulang malam, aku gak tau dia dengar apa gak, dia gak jawab aku dan gak sapa aku. Akupun langsung tidur karena sudah capek. Dan malam itu juga aku buang-buang air dan gak bisa tidur semalaman . Pagi pagi jam 5.30 pintu kamar di ketok- ketok kedua orangtuanya, lalu si frans membuka pintu dan dia keluar, aku masih di dalam kamar, Posisi orang tuanya masih di pintu si frans masuk kamar lagi dan di ikutin oleh orangtuanya, si frans mendorong badan saya dan akhirnya akupun jatuh di tempat tidur, aku ngomong, kenapa sih, dia marah-marah dan ngomong, kenapa kamu telepon orangtuamu dan kasih tau aku impotant, aku gak pernah telepon mama saya, dan bilang kamu impotant, yang telepon duluan adalah mamamu, dan mengadu kalau aku gak meladenin kamu, Tanya dulu sama mamamu siapa yang telepon duluan, bukan aku, tapi mamamu, dan mamanya pun diam, terus si Frans ngomong lagi, kamu sekarang ketauan borokmu, aku jawab, apa borokku emangnya, dia menjawab, kamu gak perawan lagi, terus aku jawab, kalau begitu sekarang juga kita ke dokter, kalau saya gak perawan, aku bayar semua uang adapt, dan kalu saya perawan apa balasannya dari keluarga kalian, terus mamanya menjawab, kalau kamu perawan, mana darah perawannya, aku bilang gimana mau berdarah, sedangkan alat vitalnya belum masuk . dan saya berkata lagi, perawan itu gak mesti di tandaiin dengan adanya darah, coba kalian Tanya dokter.

Terus mamanya teriak-teriak dan bilang , elen, kamu sudah melempar tai ke muka kami, dan karan mamanya teriak, akhirnya semuanya bangun, dan vincentpun masuk kamarku dan sambil ngomong sama saya, anjing, anjing, anjing, kenapa kamu bilang abang saya impotant, terus saat itu juga mamanya juga telepon mamaku, dan ngomong menegaskan kalau mama saya bilang si Frans impotant. Terus mamaku menjawab, aku gak bilang gak hidup, tai kurang sehat, mamanya jawab lagi, gimana mau hidup kalau berhubungan intim yang di kasih Cuma badannya, tapi mukanya di tutupin, jadi si Frans berhubungan dengan anakmu kayak temanin patung, akhirnya selesai ini telepon, dan Vincent marah-marah lagi dan berteriak, dan bilang, saya tidak takut di penjara kalau aku bunuh kamu, sambil dia mendekati, saya dan hampir memukul aku, tapi gak sampai, dan adekkya yang namanya ucok juga berkata, aku gak bunuh dia, tapi matanya akan saya congkel dua- duanya, dan ucok juga ngomong sama mama n bapanya kalau aku lesbian, karna bapanya melarang, jangan di bunuh, nanti semua masuk penjara, dan si Frans juga bilang saya kalau saya pertemuan alumni kemarin, saya pacaran lagi di sana, dan akupun menentang, akhiranya dia menonjok saya samapi dua kali, aku tentang lagi, dan dia juga menjambak rambutku semua dan ditarik keatas dan sambil berkata, saya benturkan kepalamu di tembok ini, biar sekalian kamu geger otak, hamper kepala saya di bentukan adeknya pun pegang dia, akhirnaya gak jadi, dan dia berkata kalau di memutilasi saya.Dan bapaknya pun teriak-teriak dan melarang jangan di bunuh dia, nanti kita masuk penjara, sedikit pun aku gak melawan mereka, aku hanya berdoa dalam hati, Aku serahkan diri saya kepadamu Tuhan kalupun aku mati di tangan mereka ini.

Sesudah itu adeknya si Mario bilang sama mereka, biarkan dulu kak Elen yang ngomong, karna dari tadi sudah kita yang ngomong, kita sudah capek, akhirnya bapanya pun Tanya, apa memeng kemauanmu elen, aku jawab, aku hanya mau kami pindah dari rumah ini, bapanya jawab, kenapa memang minta pindah, aku bilang, aku pengen mandiri, biar aku bisa mengatur keluarga ku. Tapi bapanya jawab, aku malah senang kalian mandiri, aku gak ada untung kalian di sini, tapi tetap saja kita gak di bolehin. Dan bapanya sama mamanya, gimana ma, mereka ini katanya mau pindah, dan mamanya gak setuju, sambil mukal bangku plastik dan mukul pintu dengan kencang. Sambil mengoceh, gak boleh!!! Dan bapanya juga Tanya si frans , gimana frans. Istrimu sudah gak betah lagi di sini, dan si Frans berkata dengan tegas, Aku gak siap untuk pindah dari rumah ini, dan mandiri, mendengar itu aku langsung kaget, berarti dia semua biang permasalahn ini semua yang sama sekali tidak membela dan melindungi aku sebagai istrinya. Seharian itu aku hanya bisa menangis dan menangis karna kau gak bisa lakuin apap-apa. Seharian itu aku di kamar, tidak mandi, damn minum air dan makan juga gak bisa masuk walaupun aku di kasih makan dan minum. Bapanya masuk lagi ke kama aku, karn aku di kamar dan selalu menangis. Padahal dalam adapt orang batak mertua cowok gak boleh ngomong seenaknnya sama menantu, tap ini ke kamar aku, dan sempat lagi tidur di kasar aku..dan pada waktu itu juga si Frans kasih tau sms yang pernah aku kirim ke dia gak harus di kasih tau sama orangtuanya, dan bapanya marah dan narik kerah bajuku dan kena buah dada saya. Dan sampai sms yang aku gak betah di rumahnya itu di kasih tau sama keluarganya, dan akhirnya mereka juga menghina semua keluarga saya, memang sudah siapa kalian di kampung, pada hal itu gak ada sangkut pautnya, semua abang- abang saya juga di hina dengan omongan, kalau semua saudara-saudara saya gak punya pendidikan, dan bilang kalau kakak saya juga bajingan.

Sore jam 18.30 aku mandi karan sehari semalam gak mandi, habis mandi aku di suruh makan berempat dengan orangtuanya, aku sempat menolak karena gak bisa masuk, akhirnya aku mau, dan aku paksa biar bisa masuk. Habis makan aku langsung masuk kamar, dan nonton, sebelum aku masuk kamar aku bapanya berkata agar malam pertamanya di tuntaskan, aku gak jawab. Aku di kamar gak bisa tidur, aku nonton TV, dan si Frans juga masuk kamar, dan di kamar ini dia gak ada ngomong apa-apa, dia tidur, tapi aku tetap nonton, dan malam itu juga dia mulai sentuh aku, dan aku bilang, aku badan saya gak enak badan. Besok paginya aku lagi setrika baju kerja si frans, dan bapanya mendekati aku dan bertanya, sudah tuntas belum, aku menjawab dengan tidak berani menatap mata bapanya karena malu, jawabku belum, terus di Tanya, kenapa belum, aku jawab, badan kita kurang Vit. Habis itu aku mandi cepat- cepat dan aku berpikir aku harus lari dari sini, karna aku takut, trauma, jijik, melihat mereka semua. Aku membawa baju kerja hanya 2 pasang sepatu kerja 1 pasang, baju rumah satu pasang, aku masukin dalam tas kerja dan paper bag . aku berangkat kerja, dan pamitan sam orangtuanya, dan mamanya Tanya, ko tasnya besar, kamu bawa apa? Aku jawab dengan bohong, aku baju kebaya karena temanku mau pinjam. Tapi dalm hati aku gak mau pulang lagi karna aku takut,trauma, jijik. Dan pulang kerjanya aku sms si Frans kalau aku gak pulang, dan gak usah di cariin karna aku mau menenangkan diri dan menghilangkan troma, aku bukan di tempat keluarga. Malamnya si frans telepon saya dan Tanya kamu ada di mana, aku jawab, kamu gak perlu tau aku ada di manayang penting aku nyaman dan tidak ada rasa takut dan trauma . aku langsing matiin hp. Selama saya gak di rumahnya mereka gak mempunyai niat baik kekelurga saya, mereka hanya bisa memaki dan menghina, memfitnah kelurga saya yang buat semua sakit hati, padahal saya lari karena mereka sudah KDRT. Dan setelah 3 hari mereka telepon saya ke kantor, memang hari pertama aku kabur dari rumahnya aku sudah bilang sama teman-teman, kalau ada yang cariin saya lewat telepon, bilang saya gak masuk, karna saya mendengar suara mereka saja saya sudah troma, pada hari ketiga itu aku di pulangkan dari kantor karna mereka menganggu semua orang kantor, dan berkata kasar, padahal di kantor aku gak pernah cerita apa-apa tentang masalah yang saya hadapi, tapi malah mereka yang kasih tau sendiri, dan semua tanggapan orang kanto bilang kalu keluarga mereka gak ada Etika karna urusan rumah di bawa-bawa ke kantor, akupun merasa malu di kantor.

Sekarang Aku sudah jauh berbeda tidak seperti yang dulu, yang lemah terhadap cinta dan kehidupan sekarang yang ada didalam pikiranku adalah bagaimana aku menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi dan menjadi pribadi yang berguna bagi orang disekitarku, Cerita ini adalah sebuah pelajaran Untuk Semua para Wanita Indonesia untuk selalu memperhitungkan segala keputusan-keputusan dalam hidup ini dengan bijak dan benar agar tidak menyesal seperti saya, sehingga tidak menyesal dikemudian hari. Selamat hari Kartini Untuk Perempuan Indonesia. Jangan Menyerah terhadap keadaan yang kadang Menyakitkan…

Hukuman u/ Guru Muda Dan Cantik

Posted: Februari 14, 2011 in Kumpulan Cerita

Hukuman untuk Guru Muda dan Cantik
Perkenalkan namaku Tommy, aku sekarang sedang sekolah ternama di Ibukota negara ini. Orang tuaku adalah orang terkaya di negeri ini. Bahkan sekolah tempat aku belajar dimiliki oleh orang tuaku, yang kemudian diberikan pada aku. Sehingga aku adalah pemilik sekolah ini.

Sekolah ini mempunyai banyak sekali murid-murid, terutama dari orang-orang kaya. Orang tua mereka sangat senang mengingingkan anak mereka untuk sekolah di sini. Mereka ingin agar anak mereka kenal dengan aku, dengan harapan posisi mereka atau usaha mereka dapat terus berkembang, dengan bantuan aku.

Banyak sekali teman-teman aku, yang sangat baik dengan aku, mereka ingin agar jabatan orang tua mereka dapat naik pangkat, atau usaha orang tua mereka dapat berkembang terus. Banyak sekali siswi-siswi yang sengaja yang mendekatiku agar keluarga mereka dapat ditingkatkan perekonomiannya. Banyak siswi yang sengaja mengajakku tidur, tentu saja aku hanya memilih yang cantik-cantik saja. Dan setiap kali mereka tidur dengan aku, keesokkan harinya orang tuanya naik jabatan.

Tahun Ajaran Baru

Hari ini adalah adalah hari pertama sekolah, kini aku sudah kelas 3 IPA. Banyak sekali siswi-siswi baru, yang baru masuk kelas 1. Aku mengincar mereka siapa tahu ada yang cantik dan seksi.

Aku melihat ada siswi cantik yang bernama Heni, langsung saja aku coba mendekatinya.
“Heni.. dipanggil oleh Tommy”, temanku Ken berkata pada Heni.
“Oh Tommy pemilik sekolah ini yah”, Heni menjawab dengan senang.
Tentu saja ia senang karena itulah tujuan dia sekolah disini.

Pada jam istirahat, aku memanggil Heni ke sebuah ruangan kosong. Disana aku merayu Heni, dan mencoba berkenalan dengan dia. Dan akhirnya aku mencoba mencium dia.

“Tommy..”, balas Heni sambil menciumku juga.

Aku mencoba memasukkan tanganku kedalam baju dia. Astaga susunya kenyal sekali, rasanya tanganku seperti memegang karet saja, kenyal sekali. Aku meremas – remas susunya.

“Ahh..”, desah Heni.

Tiba-tiba pintu terbuka, aku menengok dan melihat guru baru.
“Hei apa yang kalian lakukan, cepat kembali ke kelas”, teriak guru tersebut.
Astaga baru kali ini ada yang memarahi aku, guru tersebut tidak mengetahui posisiku di sekolah ini, bahwa aku sebagai raja di sekolah ini. Dengan rasa dongkol aku kembali ke kelas.

Aku memberitahu Ken temanku agar menghukum guru tersebut. Kemudian Ken menghubungi Kepala Sekolah agar mereka bertemu. Kemudian Kepala Sekolah, Ken dan guru tersebut yang bernama Cindy bertemu. Kepala Sekolah menyampaikan bahwa tidak ada yang boleh mengganggu Tommy di sekolah, dan guru tersebut harus dihukum. Jika tidak mau dihukum, maka keluarga Cindy akan dihancurkan perekonomiannya, mereka akan menjadi gelandangan. Cindy yang baru berumur 18 tahun dan sedang kuliah Kedokteran dan menjadi guru honorer di sekolah ini dengan terpaksa menyetujuinya.

Hukuman Hari Pertama

Hari ini adalah hukuman untuk guru cantik bernama Cindy. Pada jam pertama ini, aku belajar biologi diajar oleh Cindy. Ketika ia masuk, Ken memberitahu bahwa ia harus mengajar tanpa pakaian. Tadinya ia tidak mau dan ingin keluar dari sekolah ini, tapi karena diancam keluarganya akan menjadi gelandangan ini mau menuruti. Dengan berurai air mata, ia melepas blazer dan roknya. Terlihat bahwa tubuhnya dengan tinggi 166 cm dan berat 47 kg, mempunyai kulit yang putih sekali.

“Bu Cindy, lepas BH dan Celana dalamnya”, teriak Ken.

Dengan ragu-ragu ia melepas BH yang berukuran 34B dan celananya, terlihat ia memiliki susu yang tidak terlalu besar tetapi putih sekali dan rambut kemaluan yang hitam tapi tidak terlalu lebat.

Dengan malu-malu ia mengajar kami selama 2 jam pelajaran dengan bugil. Tentu saja perhatian anak-anak cowok tidak pada pelajarannya, tetapi mengaggumi tubuh bugilnya. Cindy mengajar dengan kacau balau, sambil menerangkan ia mencoba menutupi tubuhnya, tentu saja tidak bisa, karena ia harus mencatat di papan tulis dan harus menerangkan. Beberapa anak laki-laki mencubit tubuhnya, ketika melewati mereka. Cindy hanya bisa menerangkan sambil terisak-isak.

Rasanya dua jam pelajaran berlangsung cepat sekali, berikutnya pelajaran matematika yang membosankan oleh Pak Ginanjar. Aku membisikan Ken, hukuman selanjutnya.

“Bu Cindy, dua jam pelajaran ini, harus mengulum punya Tommy”, kata Tommy kepada Cindy.

Ketika Pak Ginajar mulai menerangkan, dengan ragu-ragu Cindy jongkok dihadapanku. Kemudian ia membuka reseleting celanaku, dan mulai mengeluarkan penisku. Ia kemudian memegang kemaluanku, rasanya hangat sekali tangan Cindy. Ia mulai mengulum penisku yang panjangnya 17 cm. Ia memaju mundurkan mulutnya, rasanya enak sekali, sambil mendengarkan pelajaran matematika, sambil diurut penisku oleh mulut guru muda yang cantik ini. Sampai suatu kali rasanya ingin mengeluarkan sesuatu. Aku menarik rambut Cindy, agar kepalanya bergerak lebih cepat.

“Ah..”, desahku sambil mengeluarkan air mani kedalam mulutnya sebanyak mungkin.

“Oupch..”, terdengar suara Cindy yang kehabisan nafas, harus menelan air maniku sambil menangis.

Hukuman Hari Kedua

Hari ini aku memberi tahu Ken hukuman Cindy.
“Bu Cindy, hari ini harus masuk lagi ke kelas 3, sambil menerangkan tentang hubungan seks, sambil diperagakan dengan Tommy”, kata Ken kepada Cindy.

“Apa..”, teriak Cindy.
“Bu, ingat keluarga Ibu”, ancam Ken.

Akhirnya Cindy menyetujuinya. Pada jam pelajaran kelima, Cindy masuk ke kelas 3.
Anak laki-laki berteriak, “Buka.. buka.. buka..”.
Dengan gemetar Cindy kembali membuka seluruh pakaiannya.

“Anak-anak, Ibu sekarang mau menerangkan tentang hubungan seks” kata Cindy sambil gemetar.
“Tommy tolong kesini” kata Cindy.
Aku lalu maju kedepan, lalu Cindy membuka celanaku.
“Pertama-tama dilakukan pemanasan dulu”, kata Cindi sambil meletakan tanganku pada susunya. Langsung aku meremas-remas dengan keras, enak sekali pikirku. Tampak Cindy kegelian. Lalu Cindy meremas penisku.

Setelah beberapa lama, aku mulai tak sabar, lalu dengan cepat aku mencoba memasukkan penisku ke vagina Cindy. Cindy berusaha menghindar sambil menangis. Aku menyuruh anak-anak cewek agar memegangi tubuh Cindy, sambil dipegang oleh 4 orang anak cewek, aku memamasukkan penisku kedalam vaginanya. Astaga rasanya sempit sekali, aku merasa ia masih perawan. Lalu dengan cepat aku mengocok penisku didalam vaginanya.

“Bu ayo.. teruskan menerangkannya”, kataku pada Cindy.
“Beginilah caranya bersenggama anak-anak”, Cindy menerangkan sambil menangis.
Aku terus mengocok penisku di dalam vagina cindy. Dari posisi berdiri kami melakukannya, tidak puas dengan posisi ini aku mencabut penisku dari vaginanya, lalu mencoba posisi doggi style. Aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya, sementara itu tanganku meremas-remas susunya dari belakang. Rasanya empuk sekali, sementara itu penisku digoyangkan terus.

Tiba-tiba Cindy mengejang, dengan meremas penisku dengan kuat, ternyata ia mengalami orgasme. Teman-temanku pada tertawa melihatnya. Tak lama kemudian aku juga mengeluarkan air maniku di dalam vaginanya dengan kuat. Terlihat wajah Cindy yang kaget dan ketakutan menerima sperma di dalam vaginanya. Semua teman-teman bersorak melihatnya.

Hukuman Hari Ketiga

“Bu Cindy hari ini harus mengumpulkan dua liter sperma dari seluruh laki-laki di sekolah ini”, kata Ken kepada Cindy sambil memberikan botol berukuran dua liter.

Dengan bugil, Cindy masuk ke kelasku. Sementara guru yang lain mengajar, Cindy mengocok penisku dengan cepat agar cepat mengeluarkan air maniku. Tidak tahan akan kocokan Cindy yang cepat, aku mengeluarkan sperma ke dalam botol tersebut. Cindy berpindah ke setiap anak laki-laki yang ada di kelasku dan mengocok penis mereka agar cepat mengeluarkan sperma. Dua jam sudah berlalu, seluruh laki-laki sudah mengeluarkan spermanya, dan ternyata hanya ada seperempat liter.

“Bu Cindy, cepat kocok penis anak laki-laki di kelas lain juga” kata Ken.

Akhirnya Cindy berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya, untuk mengumpulkan sperma. Setiap kelas kelas yang dimasuki Cindy, terdengar suara riuh. Banyak anak laki-laki yang dikocok penisnya, juga menggerayangi tubuhnya.

Akhirya jam sekolah selesai, dengan tangan yang lelah dengan muka yang penuh sperma, karena ada beberapa orang yang sengaja menyemprotkan spermanya ke mukanya. Cindy datang kepada aku dan Ken sambil memberikan dua liter sperma.
“Bu Cindy, tahu apa yang harus kamu lakukan sekarang” kata Ken.
“Tidak tahu” kata Cindy.
“Minum sperma tersebut”, kata Ken.
“..”, Cindy tampak lemas sekali dan tertunduk.
Tiba-tiba kelasku dipenuhi banyak siswa dari kelas lain.
“Minum.. minum.. minum..” teriak mereka.
Akhirnya Cindy sedikit demi sedikit meminum sperma tersebut, beberapa kali muntah, tapi kami minta agar sperma tersebut dijilati. Setelah lima belas menit habislah sperma tersebut.

Hukuman Hari Keempat

Hari ini ada upacara bendera, Bu Cindy sudah disuruh oleh Ken agar menjadi pemimpin upacara. Tentu saja dengan tidak mengenakan pakaian apapun juga. Semua anak di sekolahku sudah berkumpul di lapangan upacara. Ketika pemimpin upacara memasuki lapangan upacara, tampak Cindy berjalan dengan tanpa pakaian apapun ke tengah-tengah lapangan. Tampak susunya bergoyang-goyang sesuai dengan langkahnya. Seluruh anak-anak berteriak membahana melihatnya.

“Upacara siap dimulai”, teriak cindy ditengah lapangan dengan mengacungkan tongkat upacara. Tampak Cindy berlinang air mata, karena ditatap oleh ratusan murid.

Ketika upacara dimulai, sesuai dengan yang diperintahkan oleh Ken, ia mulai memasukkan tongkat upacara kedalam vaginanya. Murid-murid kaget dan tertawa melihatnya. Cindy terus memasukkan dan mengeluarkan tongkat tersebut sambil ditatap oleh seluruh murid di sekolah ini.
“Hayo Bu terus”, teriak beberapa anak.
Cindy tampak pucat sekali dan lemas sekali, beberapa saat kemudian dia mulai merasa akan orgasme, Cindy berusaha bertahan tidak mau terlihat orgasme sambil ditatap oleh ratusan murid.
Tapi lama kelamaan dia tidak tahan, dan mulai mendesah “Ahh”, tentu saja semua anak menyorakinya.

Kemudian Kepala Sekolah mengumumkan beberapa siswa berprestasi maju ke depan. Dipanggil oleh Kepala Sekolah Anton, Herman dan Rinny maju ke depan.
“Bu Cindy silakan memberikan hadiah kepada siswa siswi yang berprestasi ini”, kata Kepala Sekolah.

Dengan gemetar Cindy mendekati Anton, lalu membuka celana Anton. Lalu ia mengocok penis Anton. Setelah penis Anton mengeras, lalu ia merebahkan Anton, lalu Cindy duduk di atas Anton, lalu ia mulai memasukkan penis Anton ke dalam vaginanya. Ratusan anak menahan nafas melihat adegan tersebut. Melihat tatapan banyak anak, Cindy mencoba mengeluarkan vaginnya, tetapi Anton cepat-cepat menarik rambut Cindy, sehingga dengan sekali tarik, amblaslah semua penis Anton ke dalam vagina Cindy.
“Aww”, teriak Cindy.
Sambil mengoyang-goyangkan penisnya, Anton meremas-remas susu Cindy dengan keras.
“Aww”, terdengar teriakan Cindy, setiap kali Anton menjepit puting Cindy.

Ketika Cindy berusaha mengurangi rasa sakit di vagina dan susunya, tiba-tiba ia merasa ada yang membuka anusnya. Ketika ia menengok ke belakang tampak Herman sedang berusaha memasukkan penisnya kedalam anus Cindy. Dengan sekali tancap, masuklah seluruh penis Herman ke dalam anusnya.
“Ahh”, Cindy melolong kesakitan, tapi Herman tidak peduli, terus memaju-mundurkan penisnya di dalam anus Cindy.

Setelah beberapa lama Anton mengeluarkan penisnya dari vagina Cindy, lalu memasukkan penisnya kedalam mulut Cindy. Tampak Cindy sambil bergaya anjing, dimasuki dari anus dan mulut oleh Herman dan Anton.
Tiba-tiba Rinny menghampiri sambil membawa pisang yang berukuran besar sekali. Lalu pisang tersebut dimasukkan ke dalam vagina Cindy.
“Jangan..”, teriak cindy.
Tapi Rinny tidak peduli, lalu terus memasukkan ke dalam vagina Cindy, tampak vagina mulai sedikit robek dan berdarah akibat pisang yang sangat besar.
“Ah..”, teriak Cindy setiap kali pisang tersebut dikeluar-masukkan oleh Rinny.
Akhirnya Anton dan Herman sudah tidak tahan dan mengeluarkan sperma bersamaan di mulut dan anus Cindy.

Sementara Cindy tergeletak di tengah lapangan, Kepala Sekolah berteriak
“Upacara selesai”.
Sehingga para murid kembali ke kelas sambil tertawa.

Demikianlah hukuman untuk Ibu Guru Cindy yang masih muda dan cantik dari Tommy.

Surat Hitam Untuk Dia

Posted: Februari 12, 2011 in Kumpulan Cerita

Hai, Hitam.. Aku merindukanmu. Lagi.. Kau mulai jadi candu untukku. Aku mulai lebih gelisah tanpa keberadaanmu

Hitam.. Singgahlah ke rumahku sesekali saja, biar aku bisa mengendusmu. Biar aku bisa melirikmu dari sudut mataku, karena selalu tak mampu memandang sosokmu penuh, sekalinya iya, aku tak pernah bisa menahannya lama, karena aku takut. Hehe.. Takut, Hitam.. Entah kenapa kau begitu membuatku malas untuk saling bertatap mata lama-lama. Tapi selalu membuatku mencuri-curi, meneliti sosokmu, jika kau lengah. Menyenangkan bermain seperti itu, karena kau tak pernah tau aku begitu penasaran denganmu. Yang kau tau hanya aku yang masa bodohkan?? Haha.. Aku berhasil!

Hitam.. Apa ini yang namanya “cinta”? Yang aku suka pertanyakan bentuknya, karena tak pernah aku berhasil dapat jawaban bentuk “cinta” itu terang2. Tak pernah dapat keputusan tentang definisi “cinta” jika berdiskusi dengan beberapa temanku, walau kami tau kata yang kami sesekali pertanyakan itu abstrak. Banyak ada definisinya di buku-buku yang memuat tentang cinta, tapi aku yakin.. Kau bahkan bisa mendapatkan definisinya di tempat kotor sekalipun. Tempat sampah misalnya. Eh! Siapa tahu?! Ada yang membuang “cinta” di sana. Misalnya, pengemis yang mengais-ngais makanan sisa yang sering – entah sengaja, entah tak sengaja, karena sudah kenyang, tp diambil berlebihan, oleh orang kaya harta – disisakan untuk mereka yang tidak bisa mendapatkannya dengan uang. Dapat “cinta” lah ia dari makanan itu, atau makanan itu yang dalam sekejap dapat “cinta” dari si pengemis atas rasa syukurnya mendapatkan makanan?? Hehe.. Mutualisme. Senangnya ketika tak bertepuk sebelah hati :p

Hei, kembali ke topik, Hitam.. Aku tak tau sejak kapan kau bersarang di sini (aku sedang menunjuk dadaku, di dalam situ, tempat salah satu organ yang harus selalu bekerja agar aku hidup). Hehe.. menggelikan. Memangnya “cinta” berada di sana? Eh.. Barusan aku bicara tentang “cinta” ya?? Celaka! Kau tak boleh tau. Tidak! Kalau kau tau maka tamatlah aku. Uuugh.. Aku malu.

Baiklah, Hitam.. Aku menyerah. Terserah! Kau boleh tau. Baiklah.. Baiklah.. Aku mulai mencintaimu sepertinya. Heuh.. Sebenarnya malas untuk bilang kalau itu “cinta”. Memangnya tak ada kata lain selain itu untuk menggambarkan berartinya seseorang dalam hidup? Mungkin bisa kita mulai sekarang. Apalagi?? Jangan bertanya! Ya cari kata baru untuk gambaran itu. Jangan “cinta” lagi. “Keparat” saja. Itu lebih luas maknanya kan?? tapi.. Oh.. “keparat” itu kata sifat, tak bisa dijadikan kata kerja ya. “aku megeparatimu”. Heuh.. Tak cocok. Hehe.. Melantur.

Eh.. Jangan pergi, Hitam!! Aku masih butuh kau. Kau tak menyimak ya?? Aku sedang bicara denganmu. Membicarakanmu. Kau sudah terlanjur tau, jadi kau tidak pantas pergi begitu saja kan?! Tunggu sampai aku selesai berceracau. Ok?! Diam di situ dan simak!

Kau yang salah, Hitam! Kau yang memulai semuanya. Kau yang menaruh bayang-bayang itu, mulai, di dinding kamarku. Kau yang salah, karena kau yang selalu memainkan wayang di sana. Membuat cerita. Sedikit-sedikit sampai aku menutup setengah mukaku dengan selimut tiap kali kau berdansa di sana. Dari tak peduli sampai menikmati. Dan kau tak berdansa tanggo, yang tadinya aku pikir siluet2 mu itu adalah tarian, ternyata salah. Itu hanya siluetmu dengan bayangan hitam memperjelas sosokmu. Aku tau itu postur tubuhmu, karena.. Ya.. Aku suka melirikmu kan?? Hehe.. Menyenangkan. Ah.. Aku beruntung, karena lampu temaram, jadi aku bisa duduk manis di tempat tidurku yang nyaman sambil menikmati bayanganmu. Dan menjelang pagi, aku akan menguap lebar dan baru pergi tidur. Gila.

Ah.. Hitam.. Kau membuatku gila. Entah bertahan sampai kapan, Hitam.. Kalau aku jadi pindah, mungkin itulah saatnya kau pergi. Aku begitu egois. Ya, Hitam.. Datang lagi kapan-kapan. Maksudku besok. Ah.. Tidak, terlalu lama. Sekarang saja, Hitam.. Karena sudah merindukanmu lagi.. Hihihi..

Hitam itu cinta. Dengan cinta, untuk cinta. Sudah kubilang. “Hitam itu cinta” 🙂

Banalitas Benalu

Posted: Februari 9, 2011 in Kumpulan Cerita

“Cit…cit.. cittttt… gubraaak!!!”

“Cuuiiiiiiiiiit.. Glodak-glodak! Ngeeek!!”

Bunyi gesekan roda mobil yang di rem mendadak di jalanan aspal yang rusak berlobang-lobang, mengagetkan para pejalan kaki dan orang-orang yang sedang berkegiatan di sepanjang jalan itu.

Wajah Barudin pucat. Pucat pasi malah. Kaki kanannya masih dalam posisi menginjak rem dalam-dalam. Dengan ujung lengan kaosnya, dia mengusap keringat dingin di dahinya. Mulutnya komat-kamit nampak seperti sedang berdoa.

“Untung rem-nya pakem. Kalau tidak, bisa-bisa aku melindas mereka,”pikirnya. Dari belakang setir, dia melihat salah satu dari orang yang berboncengan sepeda motor tadi masih pingsan setelah terlempar jauh sampai ke pinggir selokan. Tetapi dia yakin, itu tadi adalah kecelakaan tunggal. Mereka terjatuh karena terantuk lobang aspal yang dalam. Mobilnya sama sekali tidak menyenggol motor itu.

Dengan niatan berbuat baik, Barudin hendak turun dari mobil untuk melihat kondisi mereka, dan untuk membawa ke rumah sakit jika memang diperlukan. Tetapi belum juga membuka pintu, tiba-tiba kerumunan orang berdatangan mendekat dan mengerumuni mobilnya. Sebagian besar, wajahnya nampak tidak bersahabat. Dan mereka mulai mengetuk-ngetuk kaca mobil, menjadikannya mengurungkan niat untuk segera turun.

“Turun..turun, ayo tanggung jawab!”

“Baru punya mobil gini saja sudah belagu. Main tabrak saja! Hayo mau lari ya??”

“Ini mesti nabrak orang gara-gara nyetir sambil nelpon,” suara-suara itu bersahut-sahutan. Barudin panik. Walau yakin tidak bersalah, dia keder juga. Tetapi mau tidak mau memang tetap harus turun, daripada mereka tambah beringas.

“Bug..bag..buk..gedebug!!” tanpa adanya komando, pukulan demi pukulan mendarat di kepala, dada dan perut begitu saja. Barudin bahkan tidak punya kesempatan untuk menjelaskan apa-apa. Pandangan matanya mulai kabur.

“Too..looong… toolooong.. ampppuuuun.. toloooong.. ampuuun!”

“Mas banguun mas, banguuun. Mas.. banguuuun! Woii… siang-siang kok malah ngelindur! Ayo bangun.. ada yang nyari tuh!”

Barudin kaget njenggirat. Tangannya spontan menutupi wajah sambil terus teriak ampun. Tetapi wajahnya berubah menjadi bengong ketika ternyata yang dilihatnya adalah sang isteri. Dia melihat ke kiri kanan, “Jangan-jangan aku dipukuli sampai pingsan dan lalu dibawa ke rumah sakit.” Demikian pikirnya. Tetapi setelah beberapa saat, dia sadar juga bahwa ternyata itu semua tadi hanyalah mimpi. Dan itu tadi mimpi yang ketiga-kalinya. Sebelumnya, dia juga sudah bermimpi dua kali tentang masalah yang menimpa dirinya terkait kondisi jalanan yang rusak.

“Mas, di cari Pak Djatmiko itu. Mau ngambil semen dan aspal dia.”

“Aspal?” tanyanya dengan masih sedikit linglung.

”Lha iya, aspal di gudang yang mas tawarkan kemarin itu.”

“Semen?”

“Iyaaa!! Ih, pikun nih orang. Dia mau ambil semua. Ndak pakai nawar lagi. Katanya ada calon camat yang perlu cepat-cepat untuk program aspalisasi dan proyek MCK di mana gitu.”

Tidak seperti biasanya. Tiba-tiba saja, Barudin nampak tidak nyaman. Dia merasa gelisah dan kegelisahan itu cukup mendominasi perasaannya. Dia merasa mimpinya itu berhubungan dengan kelakuannya selama ini yang suka memanipulasi bahan-bahan material dari proyek bangunan yang ditanganinya. Dan tentang keterkaitan dengan mimpinya itu, dia tahu benar kalau dia memang ikut bertanggung jawab atas kondisi jalan yang dikerjakan sekenanya dan asal-asalan sehingga cepat rusak. Dia memang salah satu dari tukang sunat proyek-proyek seperti ini, tukang sunat di antara berderet-deret tukang sunat alias maling yang berbaris panjang dari hulu ke hilir, sejak pengadaan barang sampai dengan pengerjaannya. Ya, maling-maling intelek yang mulai beroperasi sejak pertama-tama digelarnya arisan tender, yang menentukan siapa mendapatkan proyek apa dan berapa nominal atau jatah yang harus disetor. Di dalam otaknya, dia masih ingin bisa berkilah kalau dia hanya sekedar meneruskan ‘tradisi’, seperti yang juga dilakukan bosnya, wakil-wakil bosnya, juga oleh pemimpin-pemimpin proyek di lapangan sampai bagian logistik, para mandor dan bahkan sopir-sopir yang hanya kebagian mengakali uang bensin. Tetapi ketika masanya sudah tiba dan hati nurani mulai dengan lantang berbicara, siapa yang bisa melawannya?

“Tolong sampaikan saja, kalau barangnya sudah diambil orang,” jawabnya setelah terdiam dan merenung cukup lama. Ini tentu saja membuat heran isterinya..

“Loh, tadi pagi bukannya masih ada?.”

“Eh, bukan begitu dik. Aku sudah kapok jadi tikus proyek, dik. Ndak mau gitu-gitu lagi. Tolong jawab saja sudah diambil orang. Kalau ngeyel ya bilang saja kalau itu juga mau dipakai proyek pengerasan jalan dan pengairan sama calon camat atau calon bupati.. atau tokoh Partai Mbelgedhes, Partai Gendruwo Limbung atau partai apalah.. terserah.”

“Kapok? Kok kapok kenapa?”
”Ah, ceritanya nanti saja. Tolong itu urusan Pak Djat itu diselesaikan dulu. “

Isterinya beranjak menuju ruang tamu untuk menemui Pak Djatmiko yang sudah menunggu. Barudin berjalan mengendap-endap menyusul dan menguping pembicaraan mereka dari balik penyekat ruang tamu.

“Maaf, Pak Djat.. ternyata sudah diambil orang semuanya.”
”Waduh, gimana ini. Padahal saya sudah dipesan harus dapat secepatnya. Mas Udin ndak ada to?”
”Ndak ada, lagi nungguin proyek di mana gitu. Tadi saya cuman telepon. Kalau belum puas silakan telepon sendiri saja.”

Barudin mengernyitkan dahi. Ternyata isterinya tidak jago berbohong. Kalau sampai Pak Djat menelpon selulernya beneran dia kan bakal ketahuan kalau di rumah.

“Oh baiklah. Salam saja. Nanti saya telepon Mas Udin. Tapi ya titip pesan sekalian, mbok ya stoknya diperbanyak. Pas masa-masa kampanye gini kan proyeknya banyak.”

“Ya..ya, nanti saya sampaikan.” Sahut isterinya sambil mengantarkan tamu sampai ke depan pintu.

“Walah dik. Kamu ini sembrono. Jadi orang kok ndak pinter bohong. Lha tadi kalau pak Djat nelpon kan bisa ketahuan,” kata Barudin setelah tamu yang mencarinya pergi.

“Hihihi.. tadi kelepasan. Jadi sudah dengar semua kan percakapan tadi,” sahut isterinya sambil sedikit terkikik. Barudin mengangguk. Dia lalu menceritakan kenapa dia sudah kapok untuk menilep bahan-bahan bangunan dari proyeknya. Dia bercerita tentang mimpinya dan kesadaran yang tiba-tiba menggelitik nuraninya.

Pada awalnya, sang isteri juga protes karena penghentian praktek itu akan berdampak pada stabilitas cashflow belanjanya. Naga-naganya dia juga harus ikut bijaksana untuk menyesuaikan konsumsi pupur, pakaian, lauk pauk dan pernak pernik kebutuhan lainnya. Tetapi toh akhirnya dia memahami keputusan sang suami. Toh itu juga dulu janji yang telah dibuat berdua, untuk selalu bersama-sama dalam suka dan duka, dalam untung dan malang.

***

“Permisiii… Pakdhe.. permisiii!”

Barudin mengucap salam di rumah Pakde Kaspo sambil mengetuk-ngetuk pintunya. Pakde Kaspo adalah seorang veteran kemerdekaan, yang walaupun sudah tua namum tetap kelihatan sehat dan panca indra-nya masih cukup tajam semua. Dan dalam usianya yang sudah di ujung senja itu, dia masih mengawasi jalannya usaha percetakan genteng dan batako yang sudah lama dirintisnya. Sementara uang pensiunnya sudah diiklaskan untuk selau dikirim ke salah satu pantai asuhan di salah satu kawasan Menoreh.

“Ada apa Din? Mau menawarkan semen murah lagi? Jangan harap kalau aku mau. Aku tahu dari mana semen itu. Kamu beri gratispun tak akan sudi,” Pakde Kaspo membuka pintu dan langsung memberondongnya dengan kata-kata pedas. Wajahnya nampak kurang bersahabat. Barudin maklum saja. Pada orang-orang seperti dia, Pakde Kaspo memang nampak sangat benci. Dia menganggap mereka semua itu pengkhianat bangsa.

“Tidak kok dhe. Justru saya berani ke sini karena saya sudah menyadari perkataan-perkataan Pakdhe yang dulu-dulu. Saya sudah kapok.”
”Kapok?”
”Iya, tiba-tiba saya sadar kalau itu menyengsarakan orang banyak.”

“Bener kapok? Tidak takut melarat?”

“Kapok. Beneran kapok. Melarat ya tidak apa-apa. Yang penting hati tentram. Nanti kan juga bisa cari kerja sambilan kalau memang belum cukup. ”

“Bagus. Itu baru laki-laki namanya. Berani bersikap benar walau beresiko miskin”

“Iya, dhe. Pakdhe itu ndak ada kompromi ya soal begitu-begitu?”

“Lha sama pengkhianat kok kompromi. Mereka itu sama bangsa sendiri saja bisa setega itu. Dulu sewaktu jaman perjuangan fisik yang seperti itu juga sudah terjadi Din. Ada teman pakdemu ini yang dulu ngurusin logistik, tega-teganya dia njualin beras yang sangat terbatas itu dan hasilnya dipakai buat mencari pengaruh dan menyusun kekuatan untuk mendapatkan jabatan nantinya. Apa yang begitu itu ndak malu menyebut diri pejuang, wong adanya ya serba pamrih. Itu saja sudah keterlaluan. Apalagi sekarang ini. Betul-betul sangat keterlaluan. Baru jadi pemimpin sebentar saja, isteri, anak dan semua saudara-saudara dan teman-temannya sudah punya perusahaan. Ini jaman apa to Din…Din?”

Renungan Untuk Kita

Posted: Januari 21, 2011 in Kumpulan Cerita

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.

Dengan lembut si Malaikat berkata, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.

Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ” Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya,”Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat, ” Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. ”

“Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. ”

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain… Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Terima kasih

Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, “Ya ALLAH, hamba mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang…!!!”.

Soempah Pemoeda :

* Pertama
Kami poetra poeti Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
* Kadoea
Kami poetra poeti Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
* Ketiga
Kami poetra poeti Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indoesia.

Sejarah Mencatat!!
Jangan mengaku sebagai pemuda pemudi bangsa kalau ngak hafal dengan isi soempah pemoeda 28 Oktober 1928, 71 tahun silam.
Rumusan itu di buat oleh para pemuda dengan semangat yang membara dalam rangka mewujudkan persatuan dan kemerdekaan Replubik Indonesia. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin, saat Mr. sunario, sebagai utusan kepanduan, sedang berpidato pada rapat penutup Kongres Pemuda II.

Kongres Pemuda II di gelar atas inisiatif Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres berlangsung 2 hari, 27 – 28 Oktober 1928 silam, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Wterlooplein (Lapangan Banteng), Gedung Oost-Java Bioscoop, dan Gedung Indonesische Clubgebouw (Jl. Kramat Raya, Senen).

Selain PPPI, kongres juga dihadiri berbagai wakil Organisasi Pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond Pemuda Kaum Betawi, dll. Dalam Rapat, Moehammad Yamin menguraikan arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu Sejara, Bahasa, Hukum Adat, pendidikan, dan Kemauan untuk Maju.

Sebelum Kongres di tutup, lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman di kumandangkan. Atas saran Sugondo, W.R Supratman hanya mendendangkan lagu kebangsaan dengan biola dan tanpa syair. Kongres pun ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda oleh semua peserta kongres yang hadir.

Penerus Sejara!!
Penah ngak sih terlintas dalam benak kita semua, Bikin suatu grebrakan yang bisa merubah kehidupan bangsa??! di era modern seperti sekarang, rasanya jarang pemuda yang Peduli dan Memikirkan Nasib Bangsa. Meskipun persatuan dan kemerdekaan sudah tercapai, bukan berarti kita bisa menikmatinya sesuka hati.

Sumpah pemuda bukan lah warisan para pemuda di masa lalu. tapi justru titipan yang harus tetap di perjuangkan. Bayangkan, para pemuda yang merupakan gabungan dari pelajar-pelajar saat itu sudah merumuskan sesuatu untuk bangsa, yang akhirnya bisa mewujudkan persatuan dan kemerdekaan Indonesia.

Jaman memang sudah berubah!! Toh kita sekarang hidup di jaman yang segalanya lebih gampang di lakukan di banding di masa mereka. Ngak dipungkiri, kadang keinginan kita selalu terbentur dengan keinginan orang tua, yang masih meragukan Prestasi dan Potensi yang kita miliki sebaga anak muda penerus Kemajuan Bangsa.

Ternyata, itu lah yang di alami para pemuda di masa lalu. Mereka di pandang sebelah mata oleh golongan tua. Hasil dari pergerakan pemuda memang ngak bisa di lihat dalam waktu singkat. 17 tahun setelah sumpah itu di ikrarkan, barulah kemerdekaan itu bisa tercapai. Nah!!, apakah kita akan terus diam dan hanya mengikuti arus perkembangan jaman??!!
Marilah kawan, mumpung semua belum terlambat, mari kita sedikit melangkahkan kaki untuk kemajuan bangsa dan negara kita walau dengan nada sempit dalam melakukan hal baik.
“MAJU TERUS PEMUDA INDONESIA!!”

Selamat Sore Bintang Kecil Ku

Posted: Januari 16, 2011 in Kumpulan Cerita

Maapkan aku yang selama ini menelantarkanmu sayang.

Entah kenapa mood menulisku menurun drastis. Banyak sekali yang ingin aku ceritakan, tapi bahkan untuk menuliskannya di kertas atau draft di HP seperti biasanya tidak sanggup aku lakukan *halah*

Beberapa minggu ini begitu banyak kegiatan yang membuatku agak sedikit melupakanmu yahoo kiss Selamat Sore BintangKecilQutrans Selamat Sore BintangKecilQu

* Family time, karena ummi saat itu lagi ada disini, jadi aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, ngobrol sama ummi, main sama ponakan tersayang.
* Bertemu dengan banyak teman baru di dunia maya, yang SUBHANALLAH mereka sangat welcome dan friendly sekali. Dan aku merasa sangat amat nyaman bersama mereka. Cantik, baik, dan teman² yang hebat.
* Kesibukan baru di Kantor. Sekarang ada kegiatan baru, bikin bulletin mingguan. Mengaplikasikan kursus menulis katanya, tapi tetep aja ga terlalu ngaruh banyak yahoo tongue Selamat Sore BintangKecilQu yang jelas aku menikmati, apalagi karena aku lebih suka menulis pas deadline yahoo giggle Selamat Sore BintangKecilQu *bad habit*

Perasaan hatiku yang sangat berbunga-bunga saat itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya seperti jatuh cinta *ceileeee*

Tapi sejak ummi balik ke Jambi aku merasa agak kesepian yahoo sad Selamat Sore BintangKecilQu

Ternyata aku masih anak ummi yang manja dan penakut itu. Masih nyaman dan takut keluar dari zona nyaman ini. Sampai ummi kembali menanyakan hal yang sakral itu yahoo giggle Selamat Sore BintangKecilQu

After all, aku sangaaaaaaatttt bahagia. Bukan karna aku telah menemukan tambatan hati, justru belom sama sekali, hehehehehehe, entahlah karena apa, tapi sepertinya karena aku tau banyak orang yang menyayangiku tanpa pamrih, tulus. Dan aku sadar kalo aku sangat beruntung, Alhamdulillah puji syukurku ya ALLAH.

Jatoh Pagi Buta

Posted: Januari 15, 2011 in Kumpulan Cerita

Entah kenapa yaa sejak pacaran sama pacar saya yang satu ini banyak banget kejadian memalukan yang terjadi. Yaa apa itu emang sudah takdir saya untuk sedikit malu-maluin yaa ?? hmm untungnya pacar saya SANGAT memaklumi keadaan dan sifat ‘lugu’ saya ini. Beruntung banget yaa saya punya pacar yang ga gampang il-feel sama saya. hihi *jadikasihan.

Banyak hal sih yang terjadi tapi ga mungkin kan saya mengumbar semua aib saya ke publik. hehe. walaupun tulisan ini jelas mempengaruhi image saya di khalayak ramai. Sesungguhnya saya berusaha untuk memunculkan image kalem dan tidak banyak tingkah walaupun itu hal yang sangat berat karena ngomong aja gerakan saya sudah kemana-kemana dan ga nyambung ama yang saya omongin. “padahal tulisan ini makin lama makin kemana-mana.

Ceritanya waktu itu sabtu tanggal 6 November 2010 jadi ketua panitia kegiatan mingguan buat maba . hmm kayak ospek gitu lah ceritanyaa. Panitia kumpul setengah 6 dan saya BARU bangun setengah 6 pagi pula !! Saya panik cepet-cepet mandi dan sebagainya. lupa saya klo harus banguni pacar ke kontrakannya karena dia ga pernah bisa bangun pagi. Karena terlambat saya memutuskan untuk membangunkan pacar lewat telpon sampe akhirnya dia bales dengan singkat,padat dan ga jelas !! wahh bener si pacar ternyata ngambek sampe akhirnya saya ga ngomong sama sekali sampe acara selesai . saya bertekad untuk ga ngajak ngomong dia karena dia nyuekin saya. hmm . saya sebel dicuekin ! Tapi setelah acara selesai saya pamit dan akhirnya pulang. Sampai rumah dia sms , yaaahh yaaahhhh . gatahan juga dia ga ngomong sma saya . hahaa . cukup geer dan agak puas sih soalnya saya gengsi berat untuk sms duluan . harga diri dong ! dia nyuruh saya buat nemenin dia nge-running praktikum . Dia ngejemput saya dan saya nemenin dia sambil terkantuk-kantuk. Dan itu beneran selesainya maleeeemmmm banget . arr.

naahhh cerita berawal dari sini.. maafkan saya klo tulisan saya kalang kabut gabisa dipahami dengan jelas makna yang tersirat karena emang saya susah sekali mengekspesikan kejadian waktu tengah malam itu.Pulang tengah malem dan kita memutuskan untuk makan di depan museum ronggowarsito. Makan nasi goreng menjelang pagi kayaknya emang paling mantab !! nah ceritanya kan saya nunggu diatas motor yang di standarin samping . saya nunggu pacar saya dsitu tapi tiba-tiba motor oleng . saya cuma ya allah ne bakalan jatuh bakalan jatuh. saya panik dlaam hati . YA ALLAH tapi apa daya motor makin miring dan jatuh ke kanan . (padahal standar samping itu kekiri) dan GUBRAAAKKKKKK !!!!!! saya jatuh tertindih motor dan untungnya pacar saya langsung memegangi motor dan saya CUKUP MALU karen diliat sama orang banyak di sekitar situ . Sedikit gempar sih. tapi setelah itu saya ketawa-ketawa ngakak dan pacar saya juga ngakak. Bego banget ga sih gw jatoh dalam posisi seperti itu . -______-” .Untung saja pacar saya ga pura-pura ga kenal sama saya walaupun saya tahu dalam hati dia pasti ngebegoin saya sambil ngomong “bukan pacar saya ini mah!”.

Wahhhh itu tadi cerita intinya maaf klo intronya agak sedikit ga nyambung. Banyak cerita yang terjadi klo saya dan pacar naik motor.Tapi malem itu perasaan saya bener-bener kayak pecel sama bakwan , campur aduk banget. Antara malu,sakit,geli dan kenyang nasi goreng . hmm
Tapi malem itu akhirnyaa saya tetep seneng , bisa tidur dengan nyenyak walaupun MALU !!
Jadi teman-teman intinya punya pacar itu yang masih mau sama kita walaupun kita malu-maluin . hahaa #sebuah intisari yang aneh#

http://nrmarsya.blogspot.com/2010/11/jatoh-pagi-buta.html

CS3K NOT DEAD

Posted: Januari 8, 2011 in Kumpulan Cerita

CS3K.03_034

“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”

“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”

“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”

“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”

“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”

“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”

“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”

“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”

“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”

“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”

“Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”

@CS3K@ Kawan aku gak akan ada jika kau tak ada
karenamu aku berarti
karenamu juga aku punya alasan untuk terus menatap masadepan
Tanpamu aku kosong kerena memang hanya sahabat yang menjadikan aku manusia bermakna @CS3K@

MENERIMA APA ADANYA ….

Posted: Januari 7, 2011 in Kumpulan Cerita

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan
menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan
pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali
pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. “Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.”
Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia.” Suaminya setuju dan
mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal
yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas
dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan
bahwa airmata suaminya mulai mengalir.
“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia
“Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.
Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin
merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.” Sang istri tersentak
dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya…
Ia menunduk dan menangis…..

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut.
Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ?
Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan
mencoba melupakan yang buruk.