Archive for the ‘Kumpulan Artikel Sepakbola Nasional’ Category

Tidak hanya Indonesia saja yang bisa menaturalisasi Cristian Gonzales, striker kelahiran Uruguay, menjadi pemain timnas Merah Putih. Uruguay sebaliknya berpotenis menaturalisasi 15 pemain muda Indonesia yang sudah lama merumput di tanah kelahirannya Cristian Gonzales tersebut.

Seperti diberitakan Antara, ketentuan di Uruguay membolehkan seorang warga negara asing mengajukan permohonan kewarganegaraan apabila telah menetap selama tiga tahun. Setidaknya ada 15 pemain muda Indonesia yang telah tiga tahun berkiprah di Uruguay.

Soal pemain Indonesia yang akan dinaturalisasi Uruguay, Demis Djamaoeddin mengatakan bahwa pihaknya belum dapat berkomentar banyak soal itu. Manajer Timnas SAD itu hanya membenarkan bahwa dua pemain SAD, Syamsir Alam dan M Zainal Haq, akan memperkuat klub raksasa Uruguay Atletico Penarol.

Direkrutnya dua pemain SAD oleh klub Uruguay itu menjadi bukti bahwa Uruguay mulai melirik potensi pemain muda Indonesia. SAD (Sociedad Anónima Deportiva) merupakan kumpulan pemain sepak bola Indonesia usia 17 tahun yang menempa ilmu di Uruguay. Mereka juga bermain di kompetisi Uruguay.

Sebanyak 40 pemain muda Indonesia yang masuk dalam Timnas SAD akan berangkat ke Uruguay untuk mengikuti dua kompetisi resmi federasi sepak bola Uruguay musim ini. Total 40 pemain itu terdiri atas 19 pemain yang tergabung pada tahun sebelumnya dan 21 pemain baru hasil seleksi.

Striker Timnas Malaysia, Safee Sali, akan meninggalkan klubnya Selahor FC dan berkeinginan untuk tampil di salah satu klub Liga Super Indonesia. Dia sudah 70 persen akan hijrah. Namun hal itu terserah kepada perkembangan perbincangan antara klubnya Selangor dan klub-klub yang berminat, katanya kepada koran Utusan, Senin.

Safee menegaskan keinginannya untuk hijrah bukan karena Liga Malaysia tidak berkualitas, tapi berharap dapat bermain dalam liga di luar Malaysia, karena menyadari karir sepak bola adalah bersifat sementara. “Sebagai pemain profesional, kalau tak rebut peluang, rugilah. Peluang ini tidak datang selalu.Kalau dapat bermain di luar Malaysia, baru saya boleh uji kebolehan diri yang sebenar, di samping dapat mengembangkan cara permainan dan prestasi saya,” katanya.

Menurut pemenang sepatu emas Piala AFF Suzuki itu, tiga klub Liga Super Indonesia (ISL) yang berminat yakni Persib Bandung, Persib Balikpapan dan Pelita Jaya. Ia menambahkan, sebuah lagi klub dari Vietnam tapi tidak meneruskan hasrat mereka.

“Saya difahamkan tiga klub liga Indonesia masih berminat dan saya menyerahkan kepada Persatuan Bola Sepak Selangor (FAS) untuk menguruskan segala perbincangan perpindahan,” katanya. Safee masih mempunyai kontrak bersama Selangor sehingga November 2011. Klub-klub yang menginginkan Safee dapat menstranfernya.

Menurut Safee, seandainya perjanjian perpindahan tercapai, dia tidak akan berhijrah dalam waktu dekat, karena masih sempat bermain beberapa pertandingan untuk Selangor. Disinggung klub mana, Safee memilih Persib Bandung karena jaraknya yang dekat dengan Malaysia. “Saya juga mungkin membawa isteri dan anak bersama, tapi tengoklah keadaan dulu,” katanya.

Kontroversi soal kepemimpinan Nurdin Halid dalam mengurus PSSI hingga kini masih jadi perbincangan hangat masyarakat sepak bola nasional. Bahkan,dorongan agar Nurdin segera lengser dari singgasananya makin keras disuarakan publik jelang digulirkannya Liga Primer Indonesia (LPI) 8 Januari mendatang.

Pasalnya PSSI dinilai tidak fair play dalam menyikapi keberadaan LPI dengan mengancam untuk memboikot turnamen tersebut dan menganggapnya barang ilegal justru semakin memicu tuntutan reformasi di tubuh otoritas sepak bola tanah air tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng pun angkat bicara soal reformasi di tubuh PSSI. Andi mengatakan, sebetulnya hal tersebut sudah ditetapkan dalam Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang dihelat 30-31 Maret 2010.

“Itu sudah merupakan hasil Kongres Sepakbola Nasional. Di sana kan ada soal reformasi, restrukturisasi dan seterusnya. Juga sesuai dengan tuntutan masyarakat,” ujar Menpora di kantor Menkokesra, Selasa (3/1/2011).

Dengan pernyataannya tersebut, sebetulnya Menpora dengan halus meminta agar Nurdin Halid segera mundur dari jabatannya. Dalam butir pertama hasil rekomendasi kongres dijelaskan dengan gamblang bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat.

Tak hanya itu, kalimat lain sesudahnya juga mengatakan, PSSI juga harus mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang juga diharapkan masyarakat.

Dengan demikian, seharusnya semua pihak yang berada di PSSI, termasuk Nurdin Halid sepatutnya menjalankan rekomendasi yang direstui FIFA tersebut. Apalagi kini masyarakat makin menghendakinya untuk segera lengser.

“Rekomendasi KSN harus dijalankan oleh PSSI, jangan sampai ada penolakan. PSSI harus legawa karena semua untuk perbaikan prestasi sepak bola nasional ke depan,” ujar Menpora dalam satu kesempatan sebelumnya.

Striker masa depan Indonesia, Syamsir Alam yang kini merumput bersama Penarol, Uruguay, mengaku akan memilih membela timnas di ajang Sea Games 2012 jika dipanggil nanti, ketimbang membela klubnya bertanding di liga Uruguay.

Hal tersebut disampaikan Syamsir sebelum terbang ke Uruguay hari ini, Minggu (9/1/2011), untuk kembali ke klubnya. Pemuda kelahiran tahun 1992 tersebut mengaku, panggilan membela timnas merupakan sesuatu yang sakral yang tak bisa diabaikan.

Dengan alasan tersebut, Syamsir pun datang ke Senayan mengikuti seleksi timnas U-23 selama dua hari kemarin lantaran dipanggil langsung pelatih timnas, Alfred Riedl. Meskipun, pemanggilan itu dilakukan dalam waktu yang mepet jelang keberangkatannya ke Uruguay.

“Kalau saya pribadi, saya akan pilih bela timnas. Tapi bukan berarti melepaskan Penarol. Ya, mungkin nanti ada pembicaraan dengan klub usai saya tiba di sana. Saya yakin ada dispensasi. Pasti bisa dibicarakan,” ujarnya.

Syamsir mengaku, meski tidak terlalu ngotot untuk bisa masuk timnas U-23 tahun ini lantaran usianya yang masih muda, namun ia tidak munafik berkeinginan membela timnas dalam Sea Games nanti bersama pemain lain yang usianya lebih tua darinya.

“Saya tetap punya keinginan untuk memperkuat Sea Games. Tapi tetap, keputusan ada di tangan Riedl. Kalau dia memakai saya, saya siap untuk membela timnas. Memang saya nggak terlalu ngotot. Saya masih muda, masih banyak kesempatan, masih banyak yang lebih tua dan bermain bagus,” ujar Syamsir merendah.

Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl mengungkapkan, Irfan Bachdim tidak bisa membela timnas bila tetap bermain di Liga Primer Indonesia. Menurut dia, LPI merupakan kompetisi tidak resmi.

Badan Tim Nasional (BTN) PSSI tetap memanggil Irfan mengikuti pelatnas timnas U-23 meskipun pemain keturunan Belanda tersebut tetap membela Persema Malang di LPI. Padahal, PSSI telah memperingatkan bahwa pemain yang bermain di klub LPI bakal dicoret dari timnas.

Deputi Bidang Teknis BTN Iman Arif beralasan, pihaknya memanggil Irfan karena LPI belum bergulir. Namun, Iman menjelaskan, PSSI berhak memutuskan nasib Irfan di timnas bila LPI sudah bergulir.

“Irfan memang tidak mengikuti seleksi. Dia kami butuhkan untuk timnas dan LPI belum bergulir. Jika LPI bergulir, kami akan menyerahkan segala keputusannya kepada PSSI. Kalau PSSI mencoretnya, kami akan mengikuti aturan tersebut,” ujar Iman dalam jumpa pers yang digelar di Kantor PSSI, Kamis (6/1/2011).

Terkait hal ini, Riedl menyatakan, pemain boleh membela timnas jika bermain di kompetisi yang diakui FIFA. “Sangat simpel sebenarnya. Pemain tidak bisa membela timnas bila bermain di kompetisi yang tidak diakui FIFA,” ujar Riedl.

Riedl akan menunggu keputusan PSSI jika nantinya Irfan tetap memperkuat Persema di LPI. Jika PSSI memutuskan mencoret Irfan, Riedl pun siap kehilangan pemain 22 tahun itu.

Jakarta: Laga final Piala AFF 2010 antara Indonesia versus Malaysia, mau tidak mau, bakal dikaitkan dengan aroma politik atau hal-hal lain di luar lapangan. Sebab, hubungan kedua negara ini kerap pasang surut, sehingga membuat sebagaian orang beranggapan bahwa pertemuan antara dua negara itu bukan hanya sekadar olahraga, tapi juga gengsi untuk membela martabat negeri.

Ketika ditemui baru-baru ini, pengamat politik sekaligus pencinta sepakbola Azyumardi Azra membenarkan anggapan tersebut. Menurutnya, bakal ada emosi dan gairah di dalam maupun luar lapangan bila Timnas Indonesia dan Malaysia bertemu. Ini bisa dilihat pada Ahad (26/12) di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur dan Rabu (29/12) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Namun ini bukan hanya terjadi bila Indonesia bertemu Malaysia. Jika Inggris bertemu dengan Argentina, politik juga kerap dikaitkan. Ini tak lepas dari agresi militer Kerajaan Inggris pada Juni 1982 yang merebut Pulau Falkland atau Malvinas. Padahal, pada saat itu pulau tersebut dikuasai tentara Argentina. Dalam pertempuran yang dikenal sebagai Perang Malvinas itu, Argentina takluk dari Inggris.

Itu soal perang, di lapangan hijau empat tahun kemudian, Diego Armando Maradona membalas kekalahan negerinya. Pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, Maradona dua kali menjebol gawang Inggris. Gol pertama berbau kontroversi karena Maradona menggunakan bantuan tangannya. Maradona menyebut sebagai gol tangan Tuhan. Sedangkan Inggris menyebutnya gol tangan setan.

Namun, gol kedua Maradona hingga kini dianggap gol terindah sepanjang sejarah sepak bola. Kapten Argentina itu menggiring bola dari tengah lapangan, melewati hadangan lima pemain Inggris, termasuk kiper Peter Shilton. Akibatnya, Inggris tersingkir dan Argentina akhirnya menjadi juara dunia untuk kali kedua.

Walau begitu, pecinta bola tetap beranggapan kemenangan Argentina buka karena kualitas tim atau Maradona, tapi lebih sarat aroma politik balas dendam. Mereka ingin membalas kekalahan saat Perang Malvinas. Itulah sebabnya, pertandingan sepak bola di antara dua negara yang kerap berseteru selalu dikaitkan dengan hal-hal di luar lapangan hijau.

Penentu kemenangan tim nasional (timnas) Indonesia atas Filipina di semifinal pertama Piala AFF 2010 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (16/12), Christian Gonzales mengaku gol yang diciptakan dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia. “Ini adalah tugas negara. Jadi gol yang saya diciptakan untuk masyarakat Indonesia yang terus mendukung timnas,” kata pemain berjuluk “El Loco” usai pertandingan.

Pemain yang baru saja mendapatkan paspor Indonesia mampu menciptakan gol ke gawang Filipina yang dikawal oleh Neil Leonard Dula pada menit 31, setelah mendapatkan umpan terukur dari Firman Utina. Menurut Gonzales, pertandingan melawan Filipina di semifinal pertama ini sangat berat. Pertahanan lawan cukup ketat sehingga memperkecil peluang untuk menciptakan gol [baca: Blunder Kiper Buat Indonesia Unggul 1-0].

Dengan mampu menciptakan gol kemenangan tim Merah Putih atas Filipina, menurut “El Loco”, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain. “Pokoknya saya senang sekali,” kata pemain kelahiran Uruguay yang saat ini memperkuat tim Persib Bandung.

Dengan tambahan satu gol ke gawang Filipina, Gonzales telah membukukan dua gol selama gelaran Piala AFF 2010. Gol pertama Gonzales tercipta ke gawang Malaysia di babak penyisihan.

Boleh dibilang, peluang untuk menambah gol di Piala AFF 2010 bagi “El Loco” masih terbuka lebar. Masih ada pertandingan semifinal kedua, Ahad mendatang. Jika menang, maka Indonesia berhak lolos ke final yang akan digelar pada 26 dan 29 Desember nanti.


Share

Neil Etheridge, kiper timnas Filipina, adalah penjaga gawang dengan penampilan solid sepanjang turnamen AFF Suzuki Cup 2010. Tapi, disaksikan lebih 80 ribu penonton di Gelora Bung Karno yang memerahkan stadion, Neil rontok juga.

Di menit ke 31 laga pertama semi final turnamen, Neil dan Ray Jonsson, pemain tengah Filipina, tak berkoordinasi baik ketika umpan panjang Firman Utina datang. Keduanya nyaris bertubrukan merebut bola. Cristian Gonzales menanduk bola itu, dan menyarangkan gol ke gawang Neil, yang terlanjur terlalu maju. Stadion pun meledak oleh sorak-sorai.

Timnas Indonesia, di laga kedua semi final, mesti berhati-hati dengan The Azkals yang jelas sudah lebih baik daripada tahun 2002, di mana mereka dipermalukan 13-1 oleh Indonesia.

Tim Garuda, hari Minggu ini, harus menaklukkan niat Filipina untuk menang dengan selisih dua gol. Tim asuhan Alfred Reidl cukup menahan The Azkals seri untuk melaju ke final. Bila, amit-amit, Filipina menang dengan selisih satu gol, maka akan digelar adu penalti untuk menentukan siapa bertemu Malaysia atau Vietnam di final nanti.

Kamis (16/12) malam, Gelora Bung Karno yang merah pun makin meriah. Indonesia gembira. Ketua PSSI Nurdin Halid, yang harus menahan kuping mendengar koor “Nurdin turun!” di stadion, pun segera menyambar tangan Presiden Yudhoyono ketika laga usai. Membungkuk, Nurdin mencium tangan presiden!

Simak rangkuman pertandingan hingga aksi Nurdin itu:


Share

Mumpung euforia kemenangan tim nasional sepakbola Indonesia dan naturalisasi pemain timnas lagi panas, gue dapat info menarik dari sebuah komen pengunjung situs web http://www.bolanews.com

Ternyata masih banyak pemain sepakbola handal di luar negeri sana yang berdarah Indonesia.

So, who will probably be the next Irfan Bachdim???
Cekidot

========================================================

masih banyak pemain kita di luar,,
Coba PSSI mengecek dulu kebenaran,, semoga benar
berikut daftarnya :

Bobby Petta = adelaide united (australia)
resodihardjo = adoo den hag
Charles Dissels = sparta rotterdam
Delano Hill = willem II tilburg
Demy de Zeeuw = az alkmaar
Denny Landzaat = wigan athletic fc (inggris)
Jason Oost = vvv venlo
Jeffrey Altheer = excelsior rotterdam
Jeffrey de Vischer = aberdeen fc (skotlandia)
Jeffrey Leiwakabessy = allemania aachen (jerman)
Jhon van Beukering = feyenord
Michael Mols = feyenoord rotterdam
Michael Timisela = vvv venlo
Quido Lanzaat = pfc cska sofia (bulgaria)
Sigourney Bandjar = excelsior rotterdam

Divisi I
Bryon Kiefer = bv veendam
David Ririhena = top oss
Dominggus Lim-Duan = fc eindhoven
Ferdinand Katipana = cambuur Leeuwarden
Joas Siahaija = mvv maastricht
Justin Tahapary = fc eindhoven
Levi Risamasu = agovv apeldoorn
Lucien Sahetapy = bv veendam
Milan Berck-Beelenkamp = hfc haarlem
Randy Thenu = fc den bosch
Regilio Jacobs = top oss
Robbert Maruanaya = GA eagles deventer
Sergio Kawarmala = helmond sport
sergio van dijk = fc emmen

Junior
Andy Tahitu = de graafschap
Christian Supusepa = ajax amsterdam
Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam
Tom Hiariej = fc groningen
Stefano Lilipaly = fc utrecht
Django Ngutra = GA eagles deventer
Gino de Zeeuw = agovv apeldoorn
Yentl Heatubun = fortuna sittard
Jemayel Maruanaja = fortuna sittard
Njigel Latumaerissa = rkc waalwijk
Bryan Brard = vitesse arnhem

A (U-19)
Stefano Lilipaly = fc utrecht
Christian Supusepa = ajax amsterdam
Tim Hattu = vvv venlo
Jeffrey Hen = vvv venlo
Xander Houtkoop = sc Heerenveen
Edinho Pattinama = nac breda
Gaston Salasiwa = az alkmaar
Giovanni Kasanwirjo = ajax amsterdam
Raymond Soeroredjo = vitesse/agovv
Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam
Jordao Pattinama = feyenoord rotterdam
Abel Tamata = psv eindhoven
Yael Heatubun = fortuna sittard
Django Ngutra = GA eagles deventer
Richie Pairun = cambuur Leeuwarden
Ruben Wuarbanaran = fc Den Bosch
Daniel Salakory = fc Den Bosch
Govanni Wilikin = top oss

B (U-17)
Anice Waisapy = vvv venlo
Cayfano Latupeirissa = nec nijmegen
Estefan Pattinasarany = az alkmaar
Joey Latumalea = fc groningen
Yoram Pesulima = vitesse/agovv
Marciano Leuwol = vitesse/agovv
Stevie Hattu = vvv venlo
Sonny Luhukay = vvv venlo
Masaro Latuheru = feyenoord rotterdam
Ferd Pasaribu = fortuna sittard
Jair Behoekoe Nam Radja = rkc waalwijk
Marinco Hiariej = bv veendam
Graham Bond = fc omniworld

C (U-15)
Brandon Leiwakabessy = nec nijmegen
Jordi Tatuarima = nec nijmegen
Levi Raja Boean = nec nijmegen
Rychto Lawalata = nec nijmegen
Benjamin Roemeon = vitesse/agovv
Delano Haulussy = GA eagles deventer
Ricarco Malaihollo = GA eagles deventer
Jordi Rakiman = cambuur leeuwarden
Kevin Pairun = cambuur leeuwarden

D – E
Silgio Thenu = feyenoord D1 (U-13)
Niaz de Coninck = feyenoord D1 BVO (U-13)
Tom Titarsolej = psv eindhoven D3 (U-11)
Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)
Kevin Diks (Bakarbessy) = vitesse/agovv D2 (U-12)
Jerah Hukom = Vitesse/agovv D2 (U-12)
Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)
Shayne Pattynama = ajax amsterdam E3 (U-10)
Nathan Haurissa = fc den bosch D2 (U-12)
Sereno Latuhihin = fc den bosch D3 (U-11)

Berikut ini adalah yang menjadi pertimbangan anda di tahun 2006 lalu :

Kiper:

1. Donovan Partosoebroto. Pemain berusia 18 tahun ini kini membela
tim Ajax junior.

Belakang:

2. Lucien Sahetapy. Pemain dengan posisi bek tengah ini pada awalnya
bermain di klub Groningen pada tahun 1993. lalu pindah ke tim Divisi
1 Liga Belanda, BV Veendam.

3. Raphael Tuankotta. Pemain muda berusia 22 tahun ini kini
memperkuat BV Veendam Junior.

4. Estefan Pattinasarany. Pemain ini baru berusia 18 tahun dan kini
masih memperkuat AZ Alkmaar Junior.

5. Michael Timisela. Pemain ini merupakan pemaian muda berbakat yang
dimiliki tim Ajax Amsterdam. Di usianya yang memasuki 20 tahun,
pemain kelahiran Paramaribo, Suriname ini telah menembus masuk ke tim
utama Ajax.

6. Christian Supusepa. Pemain muda berusia 19 tahun ini, kini
memperkuat tim Ajax Junior.

7. Justin Tahapary. Pemain kelahiran 23 Mei 1985 ini sejak tahun 2004
telah memperkuat FC Eindhoven.

8. Marvin Wagimin. Pemain yang baru berusia 18 tahun ini masih
memperkuat tim VVV-Venlo di Divisi Satu Liga Belanda.

9. Peta Toisuta. Pemain berdarah Maluku ini kini memperkuat tim
Zwolle di liga Belanda.

10. Tobias Waisapy. Pemain berusia 18 tahun ini kini memperkuat tim
Feyenord Junior.

11. Jefrey Leiwakabessy. Bek kiri kelahiran Arnhem ini sejak tahun
1998 telah memperkuat NEC Nijmegen. Dan sempat mencicipi timnas
junior Belanda.

12. Raymon Soeroredjo. Pemain kelahiran Oss 18 tahun yang lalu ini
kini memperkuat tim Vitesse Junior.

13. Yoram Pesulima. Bek kiri kelahiran 9 Maret 1990 ini kini
memperkuat tim Vitesse Junior.

Tengah:

14. Raphael Supusepa. Gelandang kiri yang lahir di kota Wormerveer
ini kini memperkuat tim MVV Maastricht. Pemain jebolan Ajax ini
sebelum bermain di MVV sempat bermain di tim Excelsior dan Dordrecht.

15. Levi Risamasu. Pemain kelahiran Nieuwerkerk ini pernah memperkuat
NAC Breda selama 4 musim sebelum pindah ke tim AGOVV divisi satu Liga
Belanda.

16. Marciano Kastoredjo. Gelandang yang juga bisa berperan sebagai
bek kiri ini sebelum bergabung bersama tim De Graafschap pernah
bergabung bersama tim Utrecht Junior.

17. David Ririhena. Bek ataupun gelandang kiri mampu dijalani oleh
pemain yang kini memperkuat TOP Oss di divisi satu Liga Belanda.

18. Joas Siahaija. Gelandang tengah kelahiran Maastricht 22 tahun
yang lalu ini kini memperkuat kota kelahirannya, MVV.

Depan:

21. Ignacio Tuhuteru. Pemain senior berusia 33 tahun ini kini
memperkuat Go Ahead Eagles. Sebelumnya pemain jebolan Ajax Junior ini
sempat malang melintang di beberapa klub seperti RBC Roosendaal,
Dalian Shide China, Sembawang Singapura, Zwolle, Heerenveen, dan FC
Groningen.

22. Ferdinand Katipana. Pemain kelahiran Amersfoort 26 tahun silam
ini sebelum bergabung bersama Haarlem, sempat bergabung di tim
Utrecht Junior dan Cambur Leeuwarden.

http://anakmoeda.wordpress.com/2010/12/14/daftar-calon-pemain-naturalisasi-timnas-indonesia/


Share

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersorak girang setelah pemain sepak bola Timnas Indonesia, Cristian Gonzales mencetak gol ke gawang Timnas Filipina dalam laga semi final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis malam.

Presiden Yudhoyono bersorak sambil mengangkat tangan setelah gol tercipta melalui sundulan kepala Gonzales.

Sorak sorai ribuan penonton menambah riuh suasana. Bersamaan dengan sorak sorai itu, Kepala Negara beranjak dari tempat duduk dan kemudian berdiri sambil membentangkan syal bertuliskan kata “Indonesia”.

Presiden Yudhoyono mengangkat syal itu sekitar lima detik sambil terus tersenyum lebar. Hal itu mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Gonzales mencetak gol ke gawang Timnas Filipina pada menit ke-30. Pemain naturalisasi itu memanfaatkan bola lambung dari sektor kanan lapangan Timnas Filipina.

Gonzales mencetak gol melalui sundulan kepala setelah bola lambung itu gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Timnas Filipina, Neil Etheridge.

Presiden Yudhoyono, Kamis malam, menyaksikan pertandingan semifinal sepak bola antara Timnas Indonesia melawan Timnas Filipina dalam ajang AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Presiden bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di stadion sekitar pukul 18.30 WIB. Presiden mengenakan kemeja berwarna merah-putih, sedangkan Ani Yudhoyono mengenakan jaket dengan warna yang sama.

Kedatangan presiden dan Ani Yudhoyono mendapat pengawalan ketat dari pasukan pengamanan presiden dan aparat keamanan lainnya.

Presiden dan Ani Yudhoyono menempati tempat kehormatan di ruang VVIP.

Putera presiden Edie Baskoro Yudhoyono, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid turut mendampingi Presiden Yudhoyono. Mereka juga berada di ruang yang sama.

Sejumlah tokoh juga turut menyaksikan pertandingan tersebut dari ruang VVIP, antara lain Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Selain itu juga hadir Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Bakrie yang mengenakan kaos merah putih duduk di dekat presiden di ruang VVIP.


Share