Archive for the ‘Kumpulan Artikel Sejarah’ Category

Serangan teror Alqaidah ke menara kembar WTC di Manhattan AS memicu banyak teori konspirasi. Berikut 9 konspirasi yang ditimbulkan oleh serangan dahsyat yang menewaskan sekitar 3.000 orang tersebut.

1. AS Sudah Mengetahui Akan Diserang

Presiden AS saat itu, George W Bush mengatakan bahwa tidak ada seseorang pun di pemerintahannya yang membayangkan negara superpower itu bakal diserang lewat pesawat yang menubruk gedung pencakar langit. Namun beberapa pekan sebelumnya, ketika Bush dan sejumlah pemimpin G8 di Genoa, Italia, sudah memperhitungkan skenario tersebut. Mereka menempatkan misil antipesawat di dekat tempat pertemuan. Sebelumnya, Italia mendapat ancaman akan diserang lewat pesawat.

2. WTC Runtuh Karena Bahan Peledak

Sejumlah fisikawan maupun penggemar teori konspirasi dan pakar teknik sipil percaya gedung WTC diledakkan dari dalam. Bukan karena semata ditubruk pesawat. Ini berasal dari teknik bangunan WTC yang tertanam kokoh tapi hancur hingga ke dasar. Menurut mereka, ada sejumlah besar bahan peledak disimpan di WTC di tempat-tempat strategis.

3. Pialang Saham Berperan

Sebelum 9/11 memang ada aksi pasar saham yang memberi dampak cukup luas. Misal: saham United Airlines dan American Airlines yang pesawatnya dibajak, saham mereka dilepas cukup besar sebelum 9/11. Sementara perusahaan keamanan, di sisi lain yang bakal meraup untung pascaserangan WTC, juga mengalami kebanjiran order saham. Saham Morgan Stanley, yang berkantor di WTC juga mengalami aksi jual besar-besaran.

4. Pesawat Sebenarnya Bisa Ditembak

NORAD (Komando Pertahanan Amerika Utara) seharusnya mampu menembak pesawat-pesawat yang dibajak atau mampu menghalau pesawat itu mendekati targetnya. Namun NORAD tidak melakukan hal ini dan mereka terlambat mengetahui ada pembajakan pesawat.

5. Pesawat di Pentagon

Teori lainnya mengatakan Pentagon tidak diserang oleh pesawat American Airlines Flight 77. Argumentasinya, Petagon adalah gedung paling aman di dunia, memiliki ribuan kamera pengintai. Tapi tidak ada satupun kamera yang menangkap pesawat bakal menghantam Pentagon. Teori konspirasi menghubungkan serangan Pentagon dengan adanya oknum AS yang menembakkan misil ke markas Dephan itu.

6. Kotak Hitam

Setiap pesawat memiliki dua kotak hitam yang menyimpan informasi penerbangan. Anehnya, tidak ada satupun kotak hitam dari dua pesawat yang menghantam gedung WTC. Namun belakangan, para pekerja yang membersihkan sisa sisa WTC mengatakan mereka menolong agen federal mengambil tiga dari empat kotak hitam di sana. Dan kotak hitam di Pentagon pun diklaim sudah sangat rusak untuk dibaca. Kotak hitam yang bisa dibaca umum hanyalah dari United 93 yang jatuh di Pennsylvania.

7. Aksi CIA dan Mossad

Mantan presiden Italia ikut memberi teori konspirasi. Menurut dia, ada informasi dari kaum kiri Italia yang menyatakan CIA dan Mossad ada di belakang serangan WTC. Sehingga mereka menjadikan Islam dan Muslim sebagai kambing hitam. Bahkan lembaga intelejen Pakistan Inter-Service Intelligence mengklaim tahu ada rencana tersebut.

8. Bukan Pesawat, Tapi Misil

Dengan asumsi badan pesawat terbuat dari alumnium yang kekuatannya rendah untuk meruntuhkan WTC, maka ada sejumlah pihak yang menilai jangan-jangan bukan pesawat yang menabrak WTC tapi sebuah misil dengan efek hologram menyerupai pesawat. Teori ini didukung dari analisis frame per frame siaran tabrakan itu yang menunjukkan bentuk pesawat lebih menyerupai selongsong cerutu yang lonjong.

9. Demi Minyak

Menghancurkan WTC akan membuka jalan bagi negara-negara barat untuk menguasai aset-aset minyak di Timur Tengah. Penggemar teori konspirasi yakin para perusahaan minyak raksasa memiliki sumber daya untuk membuat serangan tersebut.

Sumber :
http://id.berita.yahoo.com/sssttt-in…134535702.html

Soempah Pemoeda :

* Pertama
Kami poetra poeti Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
* Kadoea
Kami poetra poeti Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
* Ketiga
Kami poetra poeti Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indoesia.

Sejarah Mencatat!!
Jangan mengaku sebagai pemuda pemudi bangsa kalau ngak hafal dengan isi soempah pemoeda 28 Oktober 1928, 71 tahun silam.
Rumusan itu di buat oleh para pemuda dengan semangat yang membara dalam rangka mewujudkan persatuan dan kemerdekaan Replubik Indonesia. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin, saat Mr. sunario, sebagai utusan kepanduan, sedang berpidato pada rapat penutup Kongres Pemuda II.

Kongres Pemuda II di gelar atas inisiatif Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres berlangsung 2 hari, 27 – 28 Oktober 1928 silam, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Wterlooplein (Lapangan Banteng), Gedung Oost-Java Bioscoop, dan Gedung Indonesische Clubgebouw (Jl. Kramat Raya, Senen).

Selain PPPI, kongres juga dihadiri berbagai wakil Organisasi Pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond Pemuda Kaum Betawi, dll. Dalam Rapat, Moehammad Yamin menguraikan arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu Sejara, Bahasa, Hukum Adat, pendidikan, dan Kemauan untuk Maju.

Sebelum Kongres di tutup, lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman di kumandangkan. Atas saran Sugondo, W.R Supratman hanya mendendangkan lagu kebangsaan dengan biola dan tanpa syair. Kongres pun ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda oleh semua peserta kongres yang hadir.

Penerus Sejara!!
Penah ngak sih terlintas dalam benak kita semua, Bikin suatu grebrakan yang bisa merubah kehidupan bangsa??! di era modern seperti sekarang, rasanya jarang pemuda yang Peduli dan Memikirkan Nasib Bangsa. Meskipun persatuan dan kemerdekaan sudah tercapai, bukan berarti kita bisa menikmatinya sesuka hati.

Sumpah pemuda bukan lah warisan para pemuda di masa lalu. tapi justru titipan yang harus tetap di perjuangkan. Bayangkan, para pemuda yang merupakan gabungan dari pelajar-pelajar saat itu sudah merumuskan sesuatu untuk bangsa, yang akhirnya bisa mewujudkan persatuan dan kemerdekaan Indonesia.

Jaman memang sudah berubah!! Toh kita sekarang hidup di jaman yang segalanya lebih gampang di lakukan di banding di masa mereka. Ngak dipungkiri, kadang keinginan kita selalu terbentur dengan keinginan orang tua, yang masih meragukan Prestasi dan Potensi yang kita miliki sebaga anak muda penerus Kemajuan Bangsa.

Ternyata, itu lah yang di alami para pemuda di masa lalu. Mereka di pandang sebelah mata oleh golongan tua. Hasil dari pergerakan pemuda memang ngak bisa di lihat dalam waktu singkat. 17 tahun setelah sumpah itu di ikrarkan, barulah kemerdekaan itu bisa tercapai. Nah!!, apakah kita akan terus diam dan hanya mengikuti arus perkembangan jaman??!!
Marilah kawan, mumpung semua belum terlambat, mari kita sedikit melangkahkan kaki untuk kemajuan bangsa dan negara kita walau dengan nada sempit dalam melakukan hal baik.
“MAJU TERUS PEMUDA INDONESIA!!”

Banyak dugaan yang mengindikasikan kenapa Malaysia begitu ngotot untuk segera membangun jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Riau dengan Malaka di semenanjung Malaya, Malaysia.

R Prabowo, Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia Agung yang juga menjadi konsorsium Jembatan Selat Sunda (JSS) menuding alasan Malaysia begitu berniat membangun Jembatan Selat Malaka karena Malaysia memiliki kepentingan besar terhadap Sumatera.

“Malaysia ngotot ingin menyambungkan negaranya dengan Sumatera karena Malaysia melihat Sumatera lumbung sumber bahan baku dan pasar yang besar.

Dia mengakui, saat ini Malaysia memang lebih maju secara ekonomi dari Indonesia. Alasan Malaysia untuk membangun Jembatan Selat Malaka sangat beralasan karena begitu menariknya Indonesia bagi negeri serumpun tersebut.

Jadi Agung pun menekankan kembali masalah konektivitas antara pulau Jawa dan Sumatera, dalam hal ini adalah jembatan Selat Sunda, karena hal ini bisa menggerakkan ekonomi kedua wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya rencana pembangunan jembatan yang membelah Selat Malaka, menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia, dengan Teluk Gong, Malaysia, ternyata direspon dengan lebih proaktif oleh pihak Malaysia.

Bahkan, Malaysia sendiri sudah membuat perusahaan khusus untuk membangun jembatan tersebut, bernama PT Malaka Straits Corporation.

Pernah dihancurkan VOC, kini reruntuhan Benteng Somba Opu justru tergusur oleh sebuah proyek rekreasi.

William Wallace, ilmuwan Inggris yang legendaris itu, pernah menyebut Benteng Somba Opu adalah benteng terkuat di Nusantara. Terletak di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, sekitar enam kilometer sebelah selatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, komplek benteng berbentuk segi empat ini berdiri di atas lahan seluas 1.500 hektar.

Sempat ramai dikunjungi para pedagang Asia dan Eropa–karena kawasan ini memang pernah menjadi pusat perdagangan dunia, benteng ini dikuasai oleh serikat dagang dari Belanda, VOC, 24 Juni 1669 dan kemudian dihancurkan.

Jadi, benteng Somba Opu sekarang ini lebih tepat disebut sebagai bekas reruntuhan namun tetap terlihat betapa kokoh arsitekturnya. Sayangnya, saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya, segera tergusur. Sebagian areal dari komplek situs bersejarah ini akan diratakan dengan tanah dan di atasnya akan dibangun proyek rekreasi yang dinamakan Gowa Discovery Park.

Tempo Interaktif melaporkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 17 Tahun 2010 yang menyetujui nota kesepahaman pemerintah dengan PT Mirah Megah Wisata milik Zaenal Tayeb mengenai pembangunan dan pengelolaan Somba Opu. Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 18 Oktober lalu.

Saya sendiri sempat mengunjungi Benteng Somba Opu akhir pekan lalu: Proyek ini sendiri memang sudah dimulai. Areal Somba Opu yang terkena proyek ini berada persis di belakang Anjungan Tana Toraja. Terlihat dari sejumlah traktor, alat berat dan truk-truk di lokasi proyek. Beberapa tiang-tiang baru sudah mulai berdiri.

Keputusan ini memicu protes publik setempat. Mulai dari penggiat budaya, arkeolog hingga blogger dan komunitas online menyatakan keprihatinannya soal rencana pembangunan ini. Simak keprihatinan Irayani Queencyputri, blogger dan salah seorang pendiri komunitas online Anging Mammiri via video berikut ini.


Share

Asal-Usul Bahasa Sunda

Posted: Desember 7, 2010 in Kumpulan Artikel Sejarah

Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.
Dialek bahasa Sunda
Dialek (basa wewengkon) bahasa Sunda beragam, mulai dari dialek Sunda-Banten, hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek yang berbeda.

Dialek-dialek ini adalah:
* Dialek Barat
* Dialek Utara
* Dialek Selatan
* Dialek Tengah Timur
* Dialek Timur Laut
* Dialek Tenggara

Dialek Barat dipertuturkan di daerah Banten selatan.
Dialek Utara mencakup daerah Sunda utara termasuk kota Bogor dan beberapa bagian Pantura.
Dialek Selatan adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya.
Dialek Tengah Timur adalah dialek di sekitar Majalengka.
Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Kuningan, dialek ini juga dipertuturkan di beberapa bagian Brebes, Jawa Tengah.
Dialek Tenggara adalah dialek sekitar Ciamis.

SEJARAH & PENYEBARAN
Bahasa Sunda terutama dipertuturkan di sebelah barat pulau Jawa, di daerah yang dijuluki Tatar Sunda. Namun demikian, bahasa Sunda juga dipertuturkan di bagian barat Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Brebes dan Cilacap. Banyak nama-nama tempat di Cilacap yang masih merupakan nama Sunda dan bukan nama Jawa seperti Kecamatan Dayeuhluhur, Cimanggu, dan sebagainya. Ironisnya, nama Cilacap banyak yang menentang bahwa ini merupakan nama Sunda. Mereka berpendapat bahwa nama ini merupakan nama Jawa yang “disundakan”, sebab pada abad ke-19 nama ini seringkali ditulis sebagai “Clacap”.

Selain itu menurut beberapa pakar bahasa Sunda sampai sekitar abad ke-6 wilayah penuturannya sampai di sekitar Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah, berdasarkan nama “Dieng” yang dianggap sebagai nama Sunda (asal kata dihyang yang merupakan kata bahasa Sunda Kuna). Seiring mobilisasi warga suku Sunda, penutur bahasa ini kian menyebar. Misalnya, di Lampung, di Jambi, Riau dan Kalimantan Selatan banyak sekali, warga Sunda menetap di daerah baru tersebut.

FONOLOGI
Saat ini Bahasa Sunda ditulis dengan Abjad Latin dan sangat fonetis. Ada lima suara vokal murni (a, é, i, o, u), dua vokal netral, (e (pepet) dan eu (ɤ), dan tidak ada diftong. Fonem konsonannya ditulis dengan huruf p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y.

Konsonan lain yang aslinya muncul dari bahasa Indonesia diubah menjadi konsonan utama: f -> p, v -> p, sy -> s, sh -> s, z -> j, and kh -> h.

UNDAK – USUK
Karena pengaruh budaya Jawa pada masa kekuasaan kerajaan Mataram-Islam, bahasa Sunda – terutama di wilayah Parahyangan – mengenal undak-usuk atau tingkatan berbahasa, mulai dari bahasa halus, bahasa loma/lancaran, hingga bahasa kasar. Namun, di wilayah-wilayah pedesaan/pegunungan dan mayoritas daerah Banten, bahasa Sunda loma (bagi orang-orang daerah Bandung terdengar kasar) tetap dominan.

Di bawah ini disajikan beberapa contoh :

TEMPAT
** Bahasa Indonesia **
di atas ..
di belakang ..
di bawah ..
di dalam ..
di luar ..
di samping ..
di antara ..
dan ..

** Bahasa Sunda(normal) **
Di tukang ..
Di luhur..
Di handap ..
Di jero ..
Di luar ..
Di samping ..
Di antara ..
Jeung ..

** Bahasa Sunda(sopan/lemes) **
di pengker ..
di luhur ..
di handap ..
di lebet ..
di luar ..
di gigir ..
di antawis ..
sareng ..

WAKTU
** Bahasa Indonesia **
Sebelum ..
Sesudah ..
Ketika ..
Besok ..

** Bahasa Sunda(normal) **
Saacan ..
Sanggeus ..
Basa ..
Isukan ..

** Bahasa Sunda(sopan/lemes) **
Sateuacan ..
Saparantos ..
Nalika ..
Enjing ..

LAIN – LAIN
Bahasa Indonesia
Dari
Ada
Tidak
Saya

Bahasa Sunda(normal)
Tina
Aya
Embung
Urang

Bahasa Sunda(sopan/lemes)
Tina
Nyondong
Alim
Abdi

BILANGAN dalam BAHASA SUNDA
Bilangan Lemes
1 hiji
2 dua
3 tilu
4 opat
5 lima
6 genep
7 tujuh
8 dalapan
9 salapan
10 sapuluh

TRADISI TULISAN
Bahasa Sunda memiliki catatan tulisan sejak milenium kedua, dan merupakan bahasa Austronesia ketiga yang memiliki catatan tulisan tertua, setelah bahasa Melayu dan bahasa Jawa. Tulisan pada masa awal menggunakan aksara Pallawa. Pada periode Pajajaran, aksara yang digunakan adalah aksara Sunda Kaganga. Setelah masuknya pengaruh Kesultanan Mataram pada abad ke-16, aksara hanacaraka (cacarakan) diperkenalkan dan terus dipakai dan diajarkan di sekolah-sekolah sampai abad ke-20. Tulisan dengan huruf latin diperkenalkan pada awal abad ke-20 dan sekarang mendominasi sastra tulisan berbahasa Sunda.


Share

Memasuki awal tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin terdesak. Angkatan Laut Amerika Serikat dipimpin Laksamana Nimitz berhasil menduduki posisi penting di Kepulauan Mariana seperti Saipan, Tidian dan Guan yang memberi kesempatan untuk Sekutu melakukan serangan langsung ke Kepulauan Jepang. Sementara posisi Angkatan Darat Amerika Serikat yang dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur melalui siasat loncat kataknya berhasil pantai Irian dan membangun markasnya di Holandia (Jayapura). Dari Holandia inilah Mac Arthur akan menyerang Filipina untuk memenuhi janjinya. Di sisi lain kekuatan Angkatan Laut Sekutu yang berpusat di Biak dan Morotai berhasil menghujani bom pada pusat pertahanan militer Jepang di Maluku, Sulawesi, Surabaya dan Semarang. Kondisi tersebut menyebabkan jatuhnya pusat pertahanan Jepang dan merosotnya semangat juang tentara Jepang. Kekuatan tentara Jepang yang semula ofensif (menyerang) berubah menjadi defensif (bertahan). Kepada bangsa Indonesia, pemerintah militer Jepang masih tetap menggembar gemborkan (meyakinkan) bahwa Jepang akan menang dalam perang Pasifik.

Pada tanggal 18 Juli 1944, Perdana Menteri Hideki Tojo terpaksa mengundurkan diri dan diganti oleh Perdana Menteri Koiso Kuniaki. Dalam rangka menarik simpati bangsa Indonesia agar lebih meningkatkan bantuannya baik moril maupun materiil, maka dalam sidang istimewa ke-85 Parlemen Jepang (Teikoku Ginkai) pada tanggal 7 September 1944 (ada yang menyebutkan 19 September 1944), Perdana Menteri Koiso mengumumkan bahwa Negara-negara yang ada di bawah kekuasaan Jepang diperkenankan merdeka “kelak di kemudian hari”. Janji kemerdekaan ini sering disebut dengan istilah Deklarasi Kaiso. Pada saat itu, Koiso dianggap menciptakan perdamaian dengan Sekutu, namun ia tak bisa menemukan solusi yang akan menenteramkan militer Jepang atau Amerika.

Sejak saat itu pemerintah Jepang memberi kesempatan pada bangsa Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih berdampingan dengan Hinomaru (bendera Jepang), begitu pula lagu kebangsaan Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu Kimigayo. Di satu sisi ada sedikit kebebasan, namun di sisi lain pemerintah Jepang semakin meningkatkan jumlah tenga pemuda untuk pertahanan. Selain dari organisasi pertahanan yang sudah ada ditambah lagi dengan organisasi lainnya seperti: Barisan Pelajar (Suishintai), Barisan Berani Mati (Jikakutai) beranggotakan 50.000 orang yang diilhami oleh pasukan Kamikaze Jepang yang jumlahnya 50.000 orang (pasukan berani mati pada saat penyerangan ke Pearl Harbour).

Pada akhir 1944, posisi Jepang semakin terjepit dalam Perang Asia Timur Raya dimana Sekutu berhasil menduduki wilayah-wilayah kekuasaan Jepang, seperti Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, bahkan Kepulauan Saipan yang letaknya sudah sangat dekat dengan Jepang berhasil diduduki oleh Amerika pada bulan Juli 1944. Sekutu kemudian menyerang Ambon, Makasar, Manado, Tarakan, Balikpapan, dan Surabaya.

Menghadapi situasi yang kritis itu, maka pada tanggal 1 Maret 1945 pemerintah pendudukan Jepang di Jawa yang dipimpin oleh Panglima tentara ke-16 Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tujuan pembentukan badan tersebut adalah menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan penting tentang ekonomi, politik dan tata pemerintahan sebagai persiapan untuk kemerdekaan Indonesia.

Walaupun dalam penyusunan keanggotaan berlangsung lama karena terjadi tawar menawar antara pihak Indonesia dan Jepang, namun akhirnya BPUPKI berhasil dilantik 28 Mei 1945 bertepatan dengan hari kelahiran Kaisar Jepang, yaitu Kaisar Hirohito. Adapun keanggotaan yang terbentuk berjumlah 67 orang dengan ketua Dr. K.R.T. Radjiman Widiodiningrat dan R. Suroso dan seorang Jepang sebagai wakilnya Ichi Bangase ditambah 7 anggota Jepang yang tidak memiliki suara. Ir. Soekarno yang pada waktu itu juga dicalonkan menjadi ketua, menolak pencalonannya karena ingin memperoleh kebebasan yang lebih besar dalam perdebatan, karena biasanya peranan ketua sebagai moderator atau pihak yang menegahi dalam memberi keputusan tidak mutlak.

Pada tanggal 28 Mei 1945 dilangsungkanlah upacara peresmian BPUPKI bertempat di Gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon Jakarta, dihadiri oleh Panglima Tentara Jepang Wilayah Ketujuh Jenderal Itagaki dan Panglima Tentara Keenam Belas di Jawa Letnan Jenderal Nagano. BPUPKI mulai melaksanakan tugasnya dengan melakukan persidangan untuk merumuskan undang-undang dasar bagi Indonesia kelak. Hal utama yang dibahas adalah dasar negara bagi negara Indonesia merdeka.

Selama masa tugasnya BPUPKI hanya mengadakan sidang dua kali. Sidang pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 di gedung Chou Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang sekarang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada sidang pertama, Dr. KRT. Rajiman Widyodiningrat selaku ketua dalam pidato pembukaannya menyampaikan masalah pokok menyangkut dasar negara Indonesia yang ingin dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945.

Ada tiga orang yang memberikan pandangannya mengenai dasar negara Indonesia yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Supomo dan Ir. Soekarno.

Orang pertama yang memberikan pandangannya adalah Mr. Muhammad Yamin.
Dalam pidato singkatnya, ia mengemukakan lima asas yaitu:

a. peri kebangsaan

b. peri ke Tuhanan

c. kesejahteraan rakyat

d. peri kemanusiaan

e. peri kerakyatan

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo dalam pidatonya mengusulkan pula lima asas yaitu:

a. persatuan

b. mufakat dan demokrasi

c. keadilan social

d. kekeluargaan

e. musyawarah

Pada sidang hari ketiga tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu:

a. Kebangsaan Indonesia

b. Internasionalisme dan peri kemanusiaan

c. Mufakat atau demokrasi

d. Kesejahteraan social

e. Ketuhanan yang Maha Esa.

Kelima asas dari Ir. Soekarno itu disebut Pancasila yang menurut beliau dapat diperas menjadi Tri Sila atau Tiga Sila yaitu:

a. Sosionasionalisme

b. Sosiodemokrasi

c. Ketuhanan yang berkebudayaan

Bahkan menurut Ir. Soekarno Trisila tersebut di atas masih dapat diperas menjadi Eka sila yaitu sila Gotong Royong.

Meskipun sudah ada tiga usulan tentang dasar negara, namun sampai 1 Juni 1945 sidang BPUPKI belum berhasil mencapai kata sepakat tentang dasar negara. Maka diputuskan untuk membentuk panitia khusus yang diserahi tugas untuk membahas dan merumuskan kembali usulan dari anggota, baik lisan maupun tertulis dari hasil sidang pertama. Panitia khusus ini yang dikenal dengan Panitia 9 atau panitia kecil yang terdiri dari:

1. Ir. Soekarno (ketua)

2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)

3. KH. Wachid Hasyim (anggota)

4. Abdoel Kahar Muzakar (anggota)

5. A.A. Maramis (anggota)

6. Abikoesno Tjokrosoeyoso (anggota)

7. H. Agus Salim (anggota)

8. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)

9. Mr. Muhammad Yamin (anggota).

Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan mengadakan pertemuan. Hasil dari pertemuan tersebut, direkomondasikan Rumusan Dasar Negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisi

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;

3. Persatuan Indonesia;

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Coba Anda perhatikan rumusan piagam Jakarta point pertama, konsep inilah yang pada akhirnya mengalami perubahan karena adanya kritik bahwa bangsa Indonesia majemuk dalam beragama. Di sisi lain konsep tersebut saat ini sedang gencar-gencarnya untuk diusahakan kembali yaitu upaya untuk menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya mengingat agama Islam merupakan mayoritas di Indonesia.

Setelah piagam Jakarta berhasil disusun, BPUPKI membentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Ini merupakan sidangnya yang ke-2 pada tanggal 10 – 16 Juli 1945. Panitia ini diketuai oleh Ir. Soekarno dan beranggotakan 19 orang. Pada sidang tanggal 11 Juli 1945, panitia Perancang UUD membentuk panitia kecil yang beranggotakan 7 orang.

a. Prof. Dr. Mr. Soepomo (ketua merangkap anggota)

b. Mr. Wongsonegoro

c. Mr. Achmad Soebardjo

d. A.A. Maramis

e. Mr. R.P. Singgih

f. H. Agus Salim

g. Dr. Sukiman.

Tugas panitia kecil adalah menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang telah disepakati. Selain panitia kecil di atas, adapula panitia Penghalus bahasa yang anggotanya terdiri dari Prof. Dr. Mr. Soepomo, Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djayadiningrat.

Tanggal 13 Juli 1945 panitia perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno mengadakan sidang untuk membahas hasil kerja panitia kecil perancang UUD.

Pada tanggal 14 Juli 1945 dalam rapat pleno BPUPKI menerima laporan panitia perancang UUD yang dibacakan Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut tiga masalah pokok yaitu:

a. pernyataan Indonesia merdeka

b. pembukaan UUD

c. batang tubuh UUD.

Konsep pernyataan Indonesia merdeka disusun dengan mengambil tiga alenia pertama piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat piagam Jakarta.

Hasil kerja panitia perancang UUD yang dilaporkan akhirnya diterima oleh BPUPKI. Kejadian ini merupakan momentum yang sangat penting karena disinilah masa depan bangsa dan negara dibentuk.

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI atau Dokurtsu Junbi Cosakai dibubarkan oleh Jepang karena dianggap terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia merdeka dan mereka menolak adanya keterlibatan pemimpin pendudukan Jepang dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal itu pula dibentuk PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai, dengan anggota berjumlah 21 orang terdiri dari 12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang dari Tionghoa.


Share

JAKARTA, KOMPAS.com – Anda yang bekerja, kuliah atau bersekolah di Jakarta mungkin sudah lama tinggal menetap di ibukota RI ini. Tapi, Anda mungkin saja kurang mengenal sejarah perkembangan salah satu kota metropolitan di dunia ini.

Itulah yang dialami Tanto yang mengaku lebih dari enam tahun mencari nafkah di Jakarta. “Bisa dibilang kita sudah lama tinggal di Jakarta, tapi belum tahu banyak soal museum dan sejarah Jakarta,” ungkapnya saat ditemui di tengah program “Jakarta Heritage Trails”, Minggu (28/11/2010) di Museum Juang ’45, Jalan Menteng Raya 31, Jakarta.

Lebih dari 120 warga Jakarta mengikuti program Jakarta Heritage Trails: Menjelajahi Kota Taman Pertama di Nusantara yang digelar oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI) dan Jakarta Heritage Community (JHC). Mereka menyusuri kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Menteng merupakan kota taman pertama di Indonesia. Banyak jejak-jejak sejarah Jakarta dan Indonesia di sekitar kawasan elite tersebut.

Tanto yang sehari-hari bekerja di kantor pusat sebuah agen perjalanan ini mengaku terkejut melihat banyaknya peserta kegiatan jalan-jalan menyusuri bangunan bersejarah di kawasan elit Jakarta ini. “Mungkin karena acara seperti ini jarang diadakan, makanya ramai sekali yang ikut,” ujar Tanto yang ditemani Imam, rekan kantornya di bagian ticketing.

Rasa kaget yang sama dialami Indra, warga Rawamangun, Jakarta Timur. “Kaget juga sebanyak ini. Ternyata banyak warga cukup antusias untuk mencari tahu sejarah Indonesia umumnya dan Jakarta khususnya,” kata dia.

Indra yang datang bersama istri dan dua anaknya itu mengaku keluarganya sering jalan-jalan ke tempat bersejarah. Sebagai anggota milis Kota Tua di internet yang seringkali mengadakan beragam kegiatan, baru kali ini mereka ikut tur secara beramai-ramai.

“Anak-anak kami memang suka jalan-jalan ke bangunan bersejarah. Kami ingin ikut acara kegiatan jalan-jalan ramai semacam ini karena dapat banyak hal yang tidak kita dapatkan jika ke museum bersama keluarga sendiri,” ungkap karyawan swasta di Sudirman itu.

Tanto dan Indra berharap kegiatan menjelajahi obyek wisata sejarah ini di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia lebih rutin diadakan. Sebab, wawasan sejarah masyarakat dari semua usia bisa bertambah.


Share

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi cicit Pangeran Diponegoro, Sukartinah Maruzar (69) rumah tua peninggalan sang ayah Soekardjono Reksosoeprojo, menyimpan banyak kenangan. Di rumah ini ia tumbuh bersama empat saudaranya dan tinggal menikmati masa tua bersama mendiang suaminya.

“Rumah ini cukup luas, ada sebelas kamar. Tiap anak punya kamar sendiri,” kata Sukartinah saat ditemui di rumahnya, di Jalan Blitar Nomor 3 Menteng Jakarta Pusat, Senin (15/11/2010). Di rumah ini, ia juga tinggal bersama sang suami yang telah meninggal dunia tujuh tahun lalu. “Dulu di rumah ini, suami saya setiap hari bermain musik dengan keyboard. Ia memainkannya dan menyanyikan lagu setiap hari,” kenang Sukartinah.

Karena tak mau selalu terkenang sang suami, Sukartinah menjual barang-barang yang mengingatkan pada sosoknya, salah satunya alat musik tersebut. Selain barang peninggalan suami, rumah yang sudah ditempati sejak ia berusia sembilan tahun ini menyimpan romantisme yang ia jalani bersama suaminya.

“Di rumah ini banyak suasana romantis bersama almarhum. Dulu rambut saya yang berwarna putih selalu dia yang mengecat menjadi hitam. Muka saya pun ia olesi krim agar tampak cerah,” cerita Sukartinah mengenang suaminya.

Sukartinah mengakui ia bahagia mendapat warisan rumah dari sang ayah. Namun, pernah suatu kali ia mengeluh bahwa rumah yang besar ini membawa masalah yang besar pula. “Saya pernah mengeluh kepada almarhum ayah, dalam batin saya bilang kenapa diwarisi rumah besar dengan masalah yang besar pula. Tapi buru-buru saya minta maaf, ini adalah amanah,” kenangnya.

Menghadapi kasus sengketa rumahnya, Sukartinah yang duduk di kursi roda mengaku siap, ia meyakini pihaknya benar. Seperti diberitakan, rumah warisan Sukartini telah menjadi sengketa sejak tahun 1987. Ia mengaku kalau ayahnya membeli dari perusahaan Belanda yang telah dinasionalisasikan menjadi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

PPI sendiri kini bangkrut dan tidak bisa membayar 59 pegawainya. PPI kemudian menyatakan memiliki aset di Jalan Blitar No. 3 Menteng Jakarta Pusat, kalau 59 pegawainya ingin ganti rugi. Pegawai PPI kemudian menggugat rumah yang diwarisi Sukartinah.

Kasus sengketa rumah ini telah dibawa sampai Mahkamah Agung dan dimenangkan oleh Sukartinah. Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melelang rumah ini.


Share

BLITAR, KOMPAS.com — Polemik penjualan Istana Gebang di Blitar, Jawa Timur, berakhir sudah. Pemerintah Kota Blitar dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya sepakat membeli rumah masa kecil mendiang Presiden Soekarno itu dari pihak ahli waris, Ny Soekarmini Wardojo, kakak Bung Karno.

Karena ini merupakan peninggalan budaya bernilai sejarah tinggi dan mampu menarik wisatawan, pemkot berupaya mengelolanya menjadi paket pariwisata selain wisata makam Bung Karno.

Rumah di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, itu dibeli dengan harga Rp 35 miliar. Dana sebanyak Rp 25 miliar diambil dari APBD Pemprov Jatim dan Rp 10 miliar dari APBD Pemkot Blitar.

Sebelumnya, ahli waris Ny Soekarmini Wardojo mematok harga jual Istana Gebang, yang dikenal warga sekitar dengan sebutan Dalem Gebang, senilai Rp 50 miliar.

Namun, setelah proses tawar-menawar, akhirnya harga Rp 35 miliar disepakati. “Prinsipnya, soal harga sudah ada deal dengan pihak ahli waris. Rencananya, Istana Gebang yang merupakan bangunan cagar budaya ini akan kami jadikan Museum Bung Karno,” ujar Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar kepada Surya, Jumat (26/11/2010) malam.

Samanhudi mengaku, pihak keluarga pada awalnya tetap bersikukuh menjual rumah itu dengan harga tinggi. Namun, Pemkot Blitar jelas tidak akan mampu membelinya. Pihaknya kemudian menawarkan agar aset Istana Gebang, sekitar 2 km ke arah selatan dari Makam Bung Karno ini, ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya.

Tujuannya agar Istana Gebang tidak dipindahtangankan ke pihak asing yang juga tertarik. Namun, karena ahli waris bersikukuh menjual, setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya harga Rp 35 miliar disepakati.

“Karena ini merupakan peninggalan budaya bernilai sejarah tinggi dan mampu menarik wisatawan, pemkot berupaya mengelolanya menjadi paket pariwisata selain wisata makam Bung Karno,” tandasnya.

Samanhudi juga menjelaskan, pembelian Istana Gebang yang berdiri di lahan seluas 1,4 hektar ini bakal direalisasikan pada anggaran tahun depan.


Share

Pada 1983, Howard Schultz yang baru setahun bergabung dengan Starbucks, melakukan lawatan bisnis ke Milan, Italia. Dia kesengsem dengan gaya warung-warung kopi di sana, yang menyediakan kehangatan tempat ngobrol, selain berjualan kopi dan espresso yang telah kondang.

Kembali ke Seattle, Schultz mengusulkan Starbucks menirunya. Dalam benaknya, warga Amerika Serikat (AS) pasti menyukai warung-warung kopi seperti itu. Tapi, trio guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan penulis Gordon Bowker, yang mendirikan Starbucks pada 1971, tak setuju.

Alasannya, ide memasukkan bisnis minuman akan menjauhkan perusahaan itu dari fokus utamanya: berdagang biji kopi olahan kualitas tinggi dan peralatan pengolah kopi. Lagi pula, menurut mereka, orang minum kopi ya di rumah.

Schultz, yang begitu yakin dengan idenya, akhirnya keluar dari Starbucks dan mendirikan jaringan warung kopi Il Giornalle pada 1985. Rupanya, pada 1987, trio Baldwin-Siegel-Bowker menyerah dan menjual Starbucks. Dengan bantuan beberapa investor lokal Schultz mendapatkan perusahaan itu. Selanjutnya, Schultz mengubah nama warung-warung kopinya menjadi Starbucks.

Singkat cerita, sampai akhir Maret 2008, Starbucks punya lebih 16.226 outlet di seluruh dunia. Jumlah pegawainya 172.000, dengan total aset US$5,343 miliar dan pendapatan bersih US$72,64 juta (2007). Malah, Starbucks kini punya beberapa anak perusahaan: Tazo Tea Company, Seattle’s Best Coffee, Torrefazione Italia, Hear Music dan Ethos Water.

Schultz, yang lahir pada 19 Juli 1953, dibesarkan di permukiman miskin Brooklyn, New York. Beasiswa rugby di Northern Michigan University menjadi semacam tiketnya untuk keluar dari impitan kemiskinan. Lulus kuliah, dia melakukan berbagai pekerjaan hingga menjadi manajer operasi Hammarplast (produsen alat mengolah kopi dari Swedia) untuk AS.

Pekerjaan itu membawanya berkunjung pada 1981 ke toko kopi terkenal di Seattle, Starbucks, salah satu pembeli setia produk yang dijualnya. Schultz terkesan dengan aroma kopi olahan di toko itu yang aduhai.

Akan tetapi, yang lebih memikatnya adalah totalitas orang-orangnya dalam memilih dan mengolah kopi. “Saya pergi dari tempat itu seraya berkata, ‘Tuhan, betapa hebatnya perusahaan itu, betapa hebatnya kota itu. Saya ingin sekali menjadi bagian darinya’,” kata Schultz mengenang.

Setahun kemudian, impian Schultz terwujud. Bos Starbucks menerimanya dan mengangkatnya sebagai direktur pemasaran dan operasi. Itulah titik balik perjalanan Schultz, dengan misi “menyuguhkan secangkir kopi hebat” kepada dunia. Namun, lekat menempel di bawah tujuan itu adalah, seperti dikemukakannya sendiri, “prinsip membangun sebuah perusahaan dengan jiwa.”

Prinsip itu begitu dalam menancap di sanubari Schultz karena getirnya hidup sang ayah. Ayahnya bekerja mati-matian dengan gaji rendah dan sampai akhir hayatnya tetap menderita. “Dia direndahkan dan tidak dihormati. Dia tidak punya asuransi kesehatan dan dia tak mendapat kompensasi ketika terluka saat bekerja,” katanya.

Itu sebabnya Schultz menerapkan kebijakan yang tak lazim dalam dunia ritel. Seluruh pegawai, organik ataupun tidak, yang bekerja paling sedikit 20 jam dalam sepekan berhak mendapat tanggungan kesehatan komprehensif, termasuk untuk pasangan dari pegawai yang tak terikat pernikahan sekalipun. Pegawai mendapat opsi kepemilikan saham, termasuk pegawai paruh waktu.

Terapkan CSR

Selain itu, Starbucks juga menjaga komitmen tinggi pada tanggung jawab sosial korporat (corporate social responsibility/CSR). Menurut Orin Smith, pengganti Schultz sebagai CEO pada 2000, CSR menjadi bagian tak terpisahkan dari Starbucks, yang menjadi langganan daftar Fortune’s 100 Best Company. “Tanpa itu, perusahaan kami tak mungkin beroperasi,” kata Smith.

Starbucks sangat memedulikan pemangku kepentingan (stakeholders), mulai mitra (pegawai), petani kopi sampai ke pelestarian lingkungan. Dan, kepentingan pemegang saham tetap terpenuhi dengan laju pertumbuhan tinggi.

Kepada petani yang meningkatkan standar kualitas, kepedulian lingkungan, sosial dan ekonomi, Starbucks menghadiahinya status “pemasok pilihan” dan membayar harga tertinggi.

Pada 2004, Starbucks membayar rata-rata US$1,20 per pon kopi hijau (belum dipanggang), 74% lebih tinggi dari harga pasar. Dampaknya, petani Kolombia lebih suka menanam kopi daripada koka -bahan kokain yang merusak masyarakat.

Starbucks mendorong pertanian berkelanjutan dan keanekaragaman hayati dengan mendukung kopi yang ditanam di bawah naungan hutan (shade-grown). Cara ini bisa menyelamatkan hutan tropis yang mungkin dipakai untuk produksi kopi.

Pada 2002, Starbucks membeli 20 kali lebih banyak kopi jenis ini dari 1999. Pada 2003 jumlahnya naik menjadi 1,8 juta pon dan pada 2004 sebanyak 2,1 juta pon. Untuk upayanya ini, Starbucks dan mitranya, Conservation International, meraih World Summit Business Award for Stustainable Development Partnership.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman Starbucks adalah bahwa dasar moral yang tinggi sesungguhnya sangat menguntungkan. Sebaliknya, booming era 1990-an, rontoknya pasar modal, resesi, dan skandal korporat besar seperti Enron dan World.com, telah menyadarkan banyak orang betapa runyamnya hasil doktrin bisnis kapitalis yang semata-mata bertujuan mencapai keuntungan finansial.

Pada akhirnya, pengalaman ini menunjukkan keniscayaan suatu manajemen bisnis yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan isi dan suara hati manusia. Dengan begitu, hasil yang akan muncul adalah pola keteraturan dan manajemen yang berkelanjutan.

Ingat, manajemen bukanlah bekerja atas dasar tekanan atau hasil saja, tapi harus bekerja secara alami sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Manajemen yang meniru Allah dalam menata manusia dan alam semesta, dalam rangka menciptakan kemakmuran Bumi sebagai visinya.


Share