Archive for the ‘Kumpulan Artikel Cinta’ Category

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh

Teruntuk Bundaku tersayang…

Dear Bunda…

Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja…nanda juga di sini baik-baik saja bunda… Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda….

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat…

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda….badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik… dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda… karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang… kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram… anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah… Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget… nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu

Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda…minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya…yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.

Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya…di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ…. nanda sayang bunda… nanda kangen dan ingin bertemu bunda… nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga… nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu…

Lalu, dengan lembut malaikat berkata… nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka… sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda…. Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha… bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini… nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh… nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda… antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu… tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya…. biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda…jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.

Sudah dulu ya bunda… nanda mau main-main dulu di syurga…. nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini… nanda sayang banget sama bunda….muach!
———————————————-
STOP PACARAN and SEX BFORE MARRIED…
AVOID to ABORTION…!!!!!

This letter is created by : “Lutfi Muzayyanah”
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Edward Wellman mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.

“Di sini keadaan sulit,” katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. “Kau adalah harapan kami.”

Edward naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Edward menemukan emas di Pegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.

Berbulan-bulan Edward mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Edward merindukan dan sangat ingin disambut oleh wanita yang dicintainya.

Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Ingrid sebelum secara resmi punya kesempatan mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Ingrid. Rambut Ingrid yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi putri Keluarga Henderson yang paling cantik. Edward baru sempat duduk di sampingnya dalam acara-acara piknik jemaat gereja dan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah gadis itu agar bisa betemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya, Edward ingin sekali membelai rambut Ingrid yang pirang kemerahan dan memeluk gadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya, meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.

Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencana untuk membuat hidup Edward menjadi lengkap. Pak Henderson akan mengirimkan putrinya kepada Edward di Amerika. Putrinya itu suka bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Edward selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas. Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka. Hati Edward sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang wanita. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya di padang rumput.

Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup. Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Edward melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal Ingrid.

Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian terentak karena kecewa. Bukan Ingrid, tetapi Marta kakaknya, yang turun dari kereta api. Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Edward hanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu kepada Marta.

“Selamat datang,” katanya lirih, matanya menatap nanar. Senyum tipis menghias wajah Marta yang tidak cantik.

Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini,” kata Marta, sambil sekilas memandang mata Edward sebelum cepat-cepat menunduk lagi.

“Aku akan mengurus bawaanmu,” kata Edward dengan senyum terpaksa.

Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda.

Pak Henderson dan ayahnya benar. Marta memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Edward bekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan cermat Marta mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu enam bulan, aset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang wanita. Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan, keluh Edward dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Marta? Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Ingrid?

Apakah impian lamanya untuk memperistri Ingrid harus dilupakannya? Setahun lamanya Marta dan Edward bekerja, bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah sekali, Marta mencium pipi Edward sebelum masuk ke kamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Marta cukup puas dengan jalan-jalan berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan malam.

Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Edward mengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia. Tiba-tiba Marta muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka. Edward menyekop dan memasukkan pasir ke dalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Marta melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.

Sambil menikmati sup panas, Edward mendesah,”Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Marta.”

“Sama-sama,” gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.

Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Henderson dan Keluarga Wellman akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya, jantung Edward kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Ingrid. Dia dan Marta pergi ke stasiun kereta api.

Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron. Ketika Ingrid muncul, Marta menoleh kepada Edward.

“Sambutlah dia,” katanya.

Dengan kaget, Edward berkata tergagap, “Apa maksudmu?”

“Edward, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Henderson yang kauinginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Ingrid dalam acara-acara piknik jemaat gereja.” Dia mengangguk ke arah adiknya yang sedang menuruni tangga kereta. “Aku tahu bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi istrimu.”

“Tapi…”

Marta meletakkan jarinya pada bibir Edward. “Ssstt,” bisiknya. “Aku mencintaimu, Edward. Aku selalu mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah adikku.”

Edward mengambil tangan Marta dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Marta menengadah, untuk pertama kalinya Edward melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika Marta membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah diketahuinya.

“Tidak, Marta. Engkau-lah yang kuinginkan.” Edward merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yang tiba-tiba membuncah di dalam dadanya.

Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, “Kami datang untuk menghadiri pernikahan kalian!”

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.
.
Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis
tinggal di New York dan John di Florida John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medan perang, Perang Dunia II. Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati masing2 dan jalinan cinta merekapun tumbuh.
.
John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis “Kalau perasaan cintamu tulus John, bagaimanapun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya cantik selama hidup saya akan
bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa2 atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu
muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan.”
.
Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai. “Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kera bajuku”, kata Nona Hollis.
.
Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba2 jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar
biasa cantiknya…. Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekumtum mawar merah di kerahya. “O…. itu Hollis!!!!”
.
Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi 2 ingin lari mengejar sang gadis cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang. Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya “Nama saya John Blanford, anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam bersama saya?” Sang wanita tersenyum ramah dan berkata “Anak muda, saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau anda mengajak saya makan maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji anda.”

True Love Story

Posted: Januari 6, 2011 in Kumpulan Artikel Cinta

TRUE LOVE ITU ADA TERGANTUNG KITA MAU PERCAYA APA TIDAK
BERIKUT INI KISAH NYATA TENTANG TRUE LOVE YG DIDAPAT DARI ARTIKEL CHIKEN SOUP OF SOUL

1.True Love 1
Franz seorang pria yg sukses , di H+1 Hari pernikahannya kekasihnya mengalami Kecelakaan , kekasihnya berhasil diselamatkan….tapi hal mengerikan terjadi …kekasihnya mengidap penyakit AIDS karena tranfusi darah ….. Sebuah dilemma buat Franz untuk menikahi kekasihnya …tapi karena besarnya Cinta ( Frans anak tunggal ) tetap menikahi kekasihnya , Ia tau IA tidak akan pernah memiliki keturunan …bayangkan pernikahan tanpa hubungan suami istri ??? (kasus sekarang saja byk pasutri cerai gara2 hal ini) , tapi pasangan ini menjalaninya dengan bahagia tanpa Ada keributan , Franz tetap menjalaninya dengan tulus penuh cinta tanpa Ada rasa penyesalan , IA memperlakukan istrinya hampir seperti Ratu .. …7 tahun usia pernikahnnya sampai istri tercintanya meninggal …Franz tetap setia …. ( Ia memilih tidak menikah lagi ) …

( Duda kaya … byk gadis yg menyukainya ..tapi The True Love kadang membuat seseorang menjadi aneh. Kadang cinta sejati tidak memerlukan seks …remember that … !

2. True Love 2
Dave yang harus menerima kenyataan Istrinya mengalami penyakit yg mengerikan sehingga membuat istrinya “Amnesia bahkan Gila ” …..sehingga Ia harus meluangkan waktunya untuk istrinya ..Istrinya yg dulu selalu ceria …baik , mengerti , sekarang menjadi Gila …ini benar2 membuatnya terpukul …. Dave Selalu berdoa berharap istrinya dapat sembuh lagi ….
Suatu Hari saat pulang kerja Dave melihat rumahnya berantakan sepertinya byk anak kecil di rumah , IA membereskan rumah ..tanpa berkata apapun …sebenarnya Hari ini benar2 Hari yg sangat tidak menyenangkan ..bagaimana tidak ..di kantor dia dimarahi atasannya dengan kata2nya yg pedas , Dan rekan2 sekantornya yg selalu menyindir IA memiliki istri yg Gila .. Tetap setia ..sehingga dengan usil teman2nya mengolok-ngolok Dave seorang banci ..impoten ..Dave hanya diam …di dlm hatinya dia merasa sedih ..tapi IA percaya istrinya akan sembuh … , Saat merapikan rumahnya Matanya tertuju pada sobekan kertas ….IA melihatnya ..Dan itu adalah ARSIP PENTING salah Satu Surat Perjanjian Kontrak ….Dave ingin berteriak melihat arsip itu tersobek kecil2 ..IA mencari istrinya, Dan tanpa sadar IA memarahi habis2an istrinya yang sudah menyobek arsip kantornya … Istrinya hanya menatapnya …diam ..tak berkata apapun …Dave memandang Mata istrinya , Mata coklatnya yg indah ..kini tampak berkaca-kaca ….
” ya Tuhan apa yg kulakukan ..istriku sedang sakit kenapa aku begitu emosi … , kalau dia normal dia takkan melakukan hal bodoh ini ” ..Dave memandang istrinya ..lalu memeluknya
” my dear forgive me … ” IA memeluk erat istrinya ..IA menghapus air Mata istrinya ..Mata istrinya berbinar melihat Dave tersenyum padanya … ..sepanjang mlm Dave menyesali perbuatannya …istrinya sedang sakit ..dia tidak tau siapa dirinya dia tidak tau siapa Dave ….??Ia berdoa lalu tertidur …IA berharap Tuhan mau mengampuninya ..Dan mau menyembuhkan istrinya …
Pagi itu Dave bangun Dan mulai melakukan hal yg seharusnya dilakukan perempuan …. , saat Dave mencuci piring IA mendengar suara istrinya
“Dave … ?”
Dave menoleh IA melihat istrinya tersenyum padanya …
” sayang Kau …. Kau ingat siapa aku ???
“Dave .. Maafkan aku mungkin selama ini aku sungguh merepotkanmu ”
Dave berlonjak memeluk istrinya , menciumnya , IA sangat bahagia … ” Tidak sayang …kau tidak merepotkan ..aku mencintaimu..sangat mencintaimu ….”
Dave memeluk istrinya …istrinya pun memeluk erat Dave ..Dan berbisik ” aku sangat mencintaimu Dave …..”
Dave memeluk istrinya seerat mungkin …namun dirasakannya pelukan istrinya terlepas … ” sayang …. ??? Tak Ada jawaban…Dave melihat istrinya ..Istrinya terpejam bibirnya tersenyum , wajahnya tenang …. Ia telah pergi . Dave menagis … ” sayang …aku tetap mencintaimu …pegilah dengan tenang bawa cintaku ..bawa hatiku …” IA memeluk tubuh istrinya yg sudah tak bernyawa … benar2 pagi kelabu
Dan sampai saat ini Dave menetap di San Fransico tetap sebagai Dave Wilson dengan status duda Dan tak mau..takkan pernah menikah lagi ….

3 True Love 3
Kisah ini terjadi di Beijing Cina … seorang gadis bernama Yo Yi Mei ….memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah …namun IA tidak pernah mengungkapkannya …Ia hanya selalu menyimpan di dlm hati berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri …tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya ..hanya menganggapnya sebagai sahabat ..tak lebih … suatu Hari … Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak …tapi IA tersenyum ” aku harap kau bahagia ” ….sepanjang Hari Yo Yi mei bersedih …IA menjadi tidak Ada semangat hidup …. Tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya …
12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yg akan segera dicetak kepada Yi mei …IA berharap Yi Mei akan datang …sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus Dan tidak ceria bertanya ” apa yg terjadi dengamu , kau Ada masalah ??? , Yi mei tersenyum semanis mungkin…” kau salah lihat ..aku tak punya masalah apa – apa …wah contoh undanganya bagus .. Tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda lebih lembut …” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya .. Sahabatnya tersenyum ” oh ya …ummm aku kan menggantinya … , terimakasih atas sarannya …. Mei ..aku harus pegi menemui calon istriku Hari ini kami Ada rencana melihat2 perabotan rumah … daah ” Yi Mei tersenyum … melambaikan tangan .. Ia pulang dengan hati yg sakit sangat sakit ….
18 Juli 1994 ..Yi Mei terbaring di rumah sakit … Ia mengalami koma , Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir … , kecil harapan Yi Mei untuk hidup …semua organnya yg berfungsi hanya pendengaran , dan otaknya …yg lain bisa dikatakan “mati ” dan semuanya memiliki alat bantu … , hanya muzizat yg bisa menyembuhkannya …sahabatnya setiap hari menjenguknya … menunggunya …bahkan ia menunda pernikahannya ..baginya …Yi Mei adalah tamu penting dlm pernikahannya …, keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “suntik Mati ” untuk Yi Mei ..krn tak tahan melihat penderitaan Yi Mei …
10 Desember 1994 …semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati ..dan semua sudah ikhlas … hanya sahabat Yi Mei yg mohon diberi kesempatan … berbicara yg terakhir …… sahabatnya menatap Yi Mei yg dulu selalu bersama …. Ia mendekat berbisik … di telinga Yi Mei
” Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang , menangkap kupu2….. ? kau tahu ..aku tak pernah lupa hal itu , dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara2 kita datang terlambat ….kita langganan kena hukum ya ?apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu ..kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari,kau marah dan mendorongku hingga akupun kotor ?apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu ? aku tak pernah melupakan hal itu … , Mei .. aku ingin kau sembuh … aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu …aku sangat suka lesung pipitmu yg manis … kau tega meninggalkan sahabatmu ini ??? tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis , air matanya menetes membasahi wajah yi Mei …. ” Mei ..kau tau ..kau sangat berarti untukku …aku tak setuju kau disuntik mati , rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini … aku ingin kau hidup ……, kau tau kenapa ??? krn aku sangat mencintaimu …aku takut mengungkapkan padamu , takut kau menolakku ……meskipun aku tau kau tidak mencintaiku … aku tetap ingin kau hidup …. Aku ingin kau hidup .. …, Mei tolonglah …. Dengarkan aku Mei … bangunlah …. !! sahabatnya menangis …… ia menggengam kuat tangan Yi Mei …aku ..selalu berdoa Mei ..aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku ..Yi Mei sembuh ..sembuh total ..aku percaya …. Bahkan kau tau aku puasa … agar doaku semakin didengar Tuhan …. ”
” Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu ..kau jahat …kau sudah tak mencintaiku sekarang kau mau pergi …. Aku sangat mencintaimu … aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga ..kau bisa mencari pria yg selalu kau impikan …hanya itu Mei … seandainya saja kau bilang kau mencintaiku ..aku akan membatalkan pernikahanku ..aku tak peduli …tapi itu tak mungkin …kau bahkan mau pergi dariku ..sebagai sahabat …, sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei ….ia berbisik ..” aku sayang kamu , aku mencintaimu ..” suaranya terdengar parau krn tangisan … …
Dan apa yg terjadi …it’s amazing ..”CINTA ” bisa menyembuhkan segalanya , 7 jam setelah itu ..dokter menemukan tanda2 kehidupan dalam diri Yi Mei …jari tangan Yi Mei bisa bergerak , jantungnya , paru2nya , organ tubuhnya bekerja …..sungguh sebuah keajaiban , pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei..dan memberitahukan keajaiban yg terjadi ….dan sebuah muzizat lagi … masa koma lewat ….pada tgl 11 Des 1994
14 Des 1994 Saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara ..sahabatnya ada disana …ia memeluk Yi Mei menagis bahagia ….. , dokter sangat kagum akan keajaiban yg terjadi …. ,
” aku senang kau bisa bangun ..kau sahabatku terbaik …. ” sahabatnya memeluk erat Yi Mei ….
Yi Mei tersenyum …. ” kau yg memintaku bangun ..kau bilang kau mencintaiku ..taukah kau ….aku selalu mendengar kata-kata itu …aku berpikir aku harus berjuang ..untuk hidup ”
“Lei …aku mohon jangan tinggalkan aku ya ..aku sangat mencintaimu …..”
Lei memeluk Yi Mei …….. ” aku sangat mencintaimu juga ” …
17 Februari 1995 ..Yi Mei & Lei menikah ……, hidup bahagia ..dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki – laki yg telah berusia 14 tahun ….kisah ini sempat gempar di Beijing
azumangadaioh is offline

Mengenaskan nasib pemuda penjinak ular yang sering tampil di televisi ini, saat melakukan syuting di pulau komodo untuk pengambilan gambar aksinya “menaklukan” kadal raksasa itu tanpa di duga sang komodo yang tampak gusar karena merasa terganggu, mengamuk dan menyerang panji secara membabi buta.

Aksi panji kali ini memang terbilang nekad, dengan gaya khas nya yang rusuh ia sengaja mengganggu hewan berukuran panjang sekitar 2,5 meter itu dengan cara menarik narik ekornya secara kasar. Melihat sang komodo itu tampak enggan melayani aksinya dan mencoba lari ke semak semak, panji makin kasar dan brutal menarik ekornya, hingga pada satu titik hewan peninggalan prasejarah itu benar2 tidak bisa menahan amarahnya, di kejarnya panji hingga beberapa puluh meter, panji yang tidak menyangka respon binatang tsb kalang kabut, lari pontang panting.
Panji sempat melemparkan tasnya ke arah komodo tsb dengan harapan mengalihkan perhatian binatang itu, tapi ternyata binatang tsb benar2 mengincar panji, dengan satu terkaman kuat rontoklah tangan kanan panji di sambar kadal raksasa itu, detik selanjutnya makin parah karena sang komodo benar2 melampiaskan kemarahan dan laparnya, setelah di cabik cabik, tampak isi perut panji di lalap habis… oh Tuhan malang benar nasib pemuda ini.

Kameraman yang mengambil gambar tak bisa berbuat apa apa, tapi ia tak ada pilihan lain kecuali terus mengarahkan kamera pada adegan mengerikan itu, jeritan panji yang memilukan minta tolong pun sontak hilang saat kuku tajam komodo tsb menggasak lehernya, crottt… srettt srett.. darah mengalir deras, hidup memang kejam.

Ya kira2 demikianlah berita yang gw baca di detik..com dalam mimpi gw waktu ketiduran di depan tv setelah liat aksi panji & komodo di salah satu tv swasta kemarin. Mungkin karena sebel liat aksinya bener2 nggak bermutu, konyol. Mengganggu hewan liar dengan kasar cuma demi kepentingan syuting, apa sih yg mau di tampilkan? Pamer keberanian lawan hewan buas? Apa manfaat yang kami dapat dari tontonan itu? cuma dongkol yg luar biasa sambil mengumpat “tengil banget nih anak, sok jagoan sama binatang”

Informasi yang doi kasih pun sangat2 lucu dan dangkal : “ya pemirsa, ini lah dia komodo (gak usah dibilang juga udah tau), ia binatang yang sangat buas dan bisa mengibas ngibaskan ekornya (ya mana ada binatang buas mengibas ngibaskan duit cebanan?) aya aya wae. Beda banget sama acara produksi luar seperti steve Irwin (alm) ato rob bredl yang ngasih banyak informasi2 penting seputar hewan yg di eksplore nya.

Cinta yang tak pernah habis untuk dibicarakan, entah berapa ribu bahkan jutaan kata-kata mutiara tentang cinta untuk diucapkan, direnungkan, dikhayalkan, namun belum tentu bisa direalisasikan. Entahlah, cinta memang aneh dan bisa diungkapkan dengan kata-kata mutiara cinta sesuai dengan situasi dan kondisi. Kumpulan kata-kata mutiara cinta dibawah ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi anda untuk mengungkapkan betapa dalam cinta anda pada si dia.

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.

Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.


Share

Manis & Romantis

Posted: Desember 17, 2010 in Kumpulan Artikel Cinta

Beginilah kondisinya sekarang, kata kebanyakan orang dia sedang jatuh hati, hatinya sedang terjatuh, dan selalu berharap terjatuh pada tangkapan si bunga pemekar hati. Apapun yang dilihatnya dan apapun yang didengarnya, semuanya selalu mengingatkannya pada bunga itu. Segalanya terasa manis dan romantis, bahkan kini semangat merah saga pun telah menjadi merah jambu.

Kembali dia bersandar pada tiang itu, kembali senyumnya merekah tak karuan. Dia rogoh kantong celananya untuk menggenggam dan mengambil sebuah produk teknologi, handphone. Hatinya mulai berdegup kencang, untuk kelima kalinya dalam jangka waktu 10 menit ia buka inbox handphone-nya, tertuju pada sebuah pesan, singkat isinya, hanya 3 karakter, ‘jzk’. Ah.. Luar biasa rasanya membaca pesan itu, hampir saja angan lepas dari akalnya. Memang, bukan isinya yang singkat yang membuat hatinya berdegup tak karuan, tapi lihatlah siapa yang mengirimkan pesan itu, dia..

Masih terpaku pada lamunan dan senyumnya. Tiga huruf itu seolah membius dan mengisnpirasi senyumnya. Hilanglah beban yang sedari pagi terus bergantung di pundaknya, semuanya terasa begitu ringan. Pesan singkat itu hadir bak fajar yang menyibak langit malam, kini lebih indah dan terang, manis dan romantis..

Mengalir lembut, sebuah kibasan angin baru saja menyadarkannya dari sebuah lamunan angan, sejenak mengembalikan akalnya. Benar saja, hanya sejenak akalnya kembali, menolehlah kepalanya pada sumber angin itu. Ahh.. berdesir-desir hatinya, kain panjang nan cantik itu sumbernya, secantik perempuan yang mengenakannya. Penutup kepala itu ternyata sumbernya, dan dia si pengirim pesanlah pengenanya. Larian kecil si pengirim pesan itu menciptakan angin yang mendesirkan hatinya.

Semakin panjang saja lamunannya dan semakin tak karuan saja senyumnya hingga sebuah tepukan dari seorang saudara menyadarkannya. “Gak tilawah Bro? Lumayan sambil nunggu Ashar..”

“Oh iya, lumayan sambil nunggu Ashar..”, tergugup ia menyikapi tepukan saudaranya.

Dia ambil mushaf dari tasnya, teringat targetnya hari ini belum terpenuhi. Baru saja semalam ia selesai pada surat an-Naas dan khatam. Kini dia buka lagi mushafnya dari awal, surat al-Faatihah terlewati dengan mudah, maklum sudah hafal semenjak balita. Berlanjut pada surat berikutnya, “Alif Laam Miim..”, ayat pertama ini pun terlewati dengan mudah, bahkan sangat mudah, dan benar-benar terlalu mudah hingga ia pun terhenti pada ayat itu.

Tiba-tiba bibirnya kelu, tak ingin ia melanjutkan bacaannya, hatinya seperti teriris, seperti sedang terjadi persilatan di sana. Al-Faatihah dan 3 huruf pertama surat berikutnya sangat fasih dia baca hingga semuanya menjadi terlewatkan begitu saja. Bacaannya terasa biasa saja, tak ada yang spesial, lebih biasa dari ketika ia membaca berita pengabulan judicial review UU BHP di sebuah surat kabar, tak ada getaran sama sekali di hatinya. Teringat kembali pesan istimewa pada inbox handphone-nya, pesan singkat yang hanya terdiri dari 3 huruf, begitu menggetarkan hatinya, tapi mengapa tidak dengan pesan 3 huruf pada surat terpanjang dalam mushafnya?

Dia mencoba mengulang bacaannya, “Alif Laam Miim..”, tak bergetar. Sekali lagi dia mengulanginya, masih tak bergetar. Sekali lagi, sekali lagi, dan sekali lagi, tak ada yang berubah, masih tak bergetar. Melembab matanya dan membesar hidungnya, ingin rasanya menangis, ingin saja ia carikan sebuah alat tremor untuk ditempelkan di dadanya, agar bergetarlah hatinya, tapi itu sungguh terasa bodoh.

Keras ia genggam tangannya sendiri, berharap hatinya bergetar, berharap tangisnya tak keluar. Ia pandangi dalam-dalam mushafnya, mencari inspirasi di sana, berharap menemukan sebuah tremor. Getaran itu tak kunjung datang, dan tangis itu pun masih coba ia tahan hingga adzan pun berkumandang. Tertunduk kepalanya, pandangannya terarah ke mushafnya, tapi kosong, pandangannya kosong.

Tak tertahan, tangisnya pun lahir melalui dua matanya, butir-butir itu jatuh membasahi mushafnya, memburamkan huruf-huruf di dalamnya. Sesenggukkan nafas dan tangisnya di antara adzan yang masih terus menggema. Semakin keras adzan berkumandang dan semakin keras genggaman tangannya..

Sebuah tepukan kedua dari saudaranya, “Subhanallah akhi, ana belum pernah melihat antum tilawah se-khusyuk ini..”, tangisnya pun semakin dalam..

Batinnya hanya satu, tapi kemelut itu benar-benar terjadi, seolah ada yang sedang saling membunuh. Tak ingin rasa ini dimenangkan oleh seorang makhluk, tapi bukankah rasa ini adalah sebuah fitrah? Tapi beginikah sebuah fitrah? Mengapa fitrah ini hampir membunuh fitrah yang lain? Sebuah fitrah cinta yang seharusnya lebih suci dan mulia..


Share

Yang Hilang Yang Berarti

Posted: Desember 10, 2010 in Kumpulan Artikel Cinta

Malam itu…
Kala jiwaku letih dan lesu
Aku terlelap dalam tidurku

Datanglah Tuhan menghampiri
Dia memeriksaku dengan teliti
Dan tanpa ku sadari
Diambil-Nya sebuah rusuk dari tubuh ini

Menyongsong pagi aku terjaga
Aku tersadar dan berdiri
Yang telah hilang yang berarti
Aku harus mencari

Berlari aku mencarinya
Kian kesana kemari
Hingga lelah rasa di hati
Namun belum ku temukan dia

Aku bertanya, hai kawan…
Apakah engkau melihat tulang rusukku?
Dimanakah dia?
Tolong beri jawabmu
Ah.. mengapa kau pun diam membisu?

Ku lanjutkan pencarianku
Di salah satu lorong yang gelap
Aku melihat anjing-anjing kotor
Menjilat lahap tulang-tulang itu

Bertanya aku pada hati kecilku
Seperti itukah tulang rusukku?
Ah.. tidak mungkin…
Tuhan terlalu sayang padaku

Entah sampai kapan
Pencarian ini akan berakhir
Ragu dan takut mulai menghantui
Tidakkah ada penolong yang sepadan bagiku?

Oh Tuhan.. Genggamlah tanganku ini
Dan tuntunlah aku kepadanya
Sebab dengan tangan-Mu dalam genggamanku
Aku yakin kita akan menemukannya

Dan saat aku berusaha datang kepadanya
Saat aku berseru memanggil namanya
Dengan segenap hatiku…
Biarlah ku lihat dia datang menyambut aku

Hingga pada akhirnya
Aku dapat berkata dengan indah
“Inilah tulang dari tulangku
Dan daging dari dagingku.”


Share

Kita dan Air Hujan

Posted: Desember 9, 2010 in Kumpulan Artikel Cinta

Saat hujan dicaci-maki, saat kering di cari-cari. Itulah air hujan. Air hujan pada hakekatnya merupakan berkat dari “langit” yang dimampukan dengan adanya siklus air di Bumi kita ini. Memang air hujan adalah bagian dari siklus air yang pernah saya tampilkan pada artikel Fakta Air di Bumi.

Air hujan memang akan terus menerus ada karena siklus tersebut. Tetapi dengan adanya pergantian musim, maka hujan pun akan diganti dengan musim kemarau. Air hujan yang jatuh di kebanyakan tempat di kota-kota besar pun tidak terserap ke dalam tanah, malah terbuang ke got yang akhirnya meluap dan menyebabkan banjir.

Buku “Air Hujan dan Kita” ini memberi petunjuk bagaimana memperoleh dan menggunakan air hujan bagi kebutuhan sendiri atau kelompok. Buku ini juga dilengkapi dengan gambar dan desain-desain menarik yang sangat mudah dan murah dalam implementasinya.

Salah satu hal yang banyak terjadi akhir-akhir ini adalah kebakaran, baik di Indonesia, Australia maupun di California, Amerika. Banyak sekali rumah-rumah yang terbakar dan tidak dapat di selamatkan karena tidak adanya air yang dapat membantu memadamkan api. Padahal bila kita kumpulkan air tersebut sebelumnya, maka air pun tanpa kita pompa dari dalam tanah sudah bisa tersedia di tangki penyimpanan. Air hujan dapat dimanfaatkan secara efektif saat darurat, untuk air minum atau nonminum, seperti memadamkan api, menyiram toilet, mencuci, membersihkan barang, atau menyirami tanaman, dan lain-lain. Tinggal kemauan kita untuk membuat tempat tangkapan airnya dan yang lebih baik lagi adalah membuat sumur resapan dari air yang luber atau kebanyakan dari tangki air kita tersebut sehingga kita juga menambah cadangan air dalam tanah.

Saya sudah pernah menulis dan menyarankan kepada para pembaca untuk membuat Tong Penangkap Air Hujan yang sangat praktis. Buku “Air Hujan dan Kita” memberikan lebih banyak lagi pilihan desain tong penangkap air hujan tersebut yang sangat kreatif, indah dilihat dan sangat berguna.

Saya sangat menyarankan anda untuk membeli buku ini karena bukan saja akan membuka wawasan tetapi juga mungkin akan muncul ide-ide baru yang dapat diimplementasikan di Indonesia.


Share

Dia Memelukku Malam Ini

Posted: Desember 8, 2010 in Kumpulan Artikel Cinta

duduk meringkuk di kursi dapur, air mata mengalir tak tertahan, kututup wajah dengan kedua tangan, hatiku terasa tersayat pedih. Belum cukupkah semua derita? Belum cukupkah semua luka yang pernah kuterima?

“”Aku telah berjuang sedemikian keras di hidupku, mengalahkan kegelapan demi kegelapan. Naik ke tempat tertinggi yang bisa dicapai manusia, menggapai prestasi, kehormatan, bahkan pengabdian terbaik. Mengatasi semua rintangan, melewati semua penghalang seberat apapun itu, tetapi kenapa tetap saja DIA mengijinkan luka yang sama kembali menggores diriku?
Lintasan peristiwa demi peristiwa berkelebat liar di benakku, dan aku mulai meracau, menyalahkan semua orang yang bisa kusalahkan. Sekiranya mungkin, aku ingin melemparkan semua ingatan ini jauh ke dalam dasar lautan, menimbunnya dengan berjuta ton batu, mencuci bersih otakku. Ratusan kali aku mencoba melupakan semua mimpi burukku, tetapi selalu saja dia datang mengunjungi, mengikuti aku di hari-hariku. Sampai kapan dia akan pergi? Akankah dia selamanya pergi dan tak kembali?

Aku dihantui kegelapan, aku hanya memiliki seberkas sinar kecil pengharapan. Aku berharap seberkas sinar itu kelak akan menjadi terang nyata di hari-hariku. Aku berharap, setiap benih cinta yang kutaburkan hari kemarin dan sekarang, suatu saat akan menjadi peneduh jiwaku.

Cinta? Apa yang dinamakan cinta?

Cinta sejati, kemanakah dia pergi? Lima puluh tahun lebih berlalu, dan aku tak yakin akan menemukannya di di sisa hidupku. Aku tak mempercayainya lagi, aku tak tahu apakah itu benar-benar ada. Sungguh, aku tak mempercayainya. Cinta-cinta semu datang dan pergi, membawa luka silih berganti. Masih adakah cinta yang sejati? Adakah cinta yang tulus? Jika itu ada mengapa aku ditinggalkan sendiri? Dilukai? Dihancurkan? Terbuang dalam kekelaman tak berujung…?

Aku, meskipun terus berbicara tentang hidup dan pengharapan, sejatinya aku belum menemukan arti hidup dan berharap… Semangatku palsu dan semu…

Malam telah semakin larut….

Aku masih sendiri di kursi dapur, tak tahu kemana harus menyeret jiwaku yang letih.

Hingga…

Sepasang tangan, wangi lembut aroma tubuhnya sangat kukenal… memelukku erat dari belakang, mengelus punggungku dan berbisik pelan, “Sudahlah… aku ada. Aku akan menemanimu melewati hari-hari buruk ini, dengan pertolongan Tuhan suatu saat semua pasti akan selesai”

Air mataku semakin tak tertahan, luka ini semakin perih dan sakit.

Sepasang tangan itu semakin erat memelukku. Aku merasa sangat rapuh dan nyaris tenggelam di kegelapan tak berdasar.

Sepasang tangan itu, yang tak pernah memelukku sebelumnya di seumur hidupku dan hidupnya, melekat semakin erat dan kuat. Aku tahu, tak akan mudah untuk dia melakukannya. Aku tak pernah menyangka dia berhasil melewati kekuatan hatinya dan melepaskan penerimaan yang selama ini sangat kuimpikan. Aku tak pernah membayangkan dia berhasil melewati jurang antara aku dengannya yang seolah tak terseberangi.

Sepasang tangan yang sangat kurindukan, sepasang tatapan mata yang menentramkan dan memberi kekuatan bagi ragaku yang sunyi.

Sepasang tangan itu erat memelukku tulus malam ini, dan tanpa kata-kata dia berbisik ke dalam hatiku, Aku sangat mencintaimu ibu…


Share