Archive for the ‘Kumpulan Artikel Berita Nasional’ Category

Serangan teror Alqaidah ke menara kembar WTC di Manhattan AS memicu banyak teori konspirasi. Berikut 9 konspirasi yang ditimbulkan oleh serangan dahsyat yang menewaskan sekitar 3.000 orang tersebut.

1. AS Sudah Mengetahui Akan Diserang

Presiden AS saat itu, George W Bush mengatakan bahwa tidak ada seseorang pun di pemerintahannya yang membayangkan negara superpower itu bakal diserang lewat pesawat yang menubruk gedung pencakar langit. Namun beberapa pekan sebelumnya, ketika Bush dan sejumlah pemimpin G8 di Genoa, Italia, sudah memperhitungkan skenario tersebut. Mereka menempatkan misil antipesawat di dekat tempat pertemuan. Sebelumnya, Italia mendapat ancaman akan diserang lewat pesawat.

2. WTC Runtuh Karena Bahan Peledak

Sejumlah fisikawan maupun penggemar teori konspirasi dan pakar teknik sipil percaya gedung WTC diledakkan dari dalam. Bukan karena semata ditubruk pesawat. Ini berasal dari teknik bangunan WTC yang tertanam kokoh tapi hancur hingga ke dasar. Menurut mereka, ada sejumlah besar bahan peledak disimpan di WTC di tempat-tempat strategis.

3. Pialang Saham Berperan

Sebelum 9/11 memang ada aksi pasar saham yang memberi dampak cukup luas. Misal: saham United Airlines dan American Airlines yang pesawatnya dibajak, saham mereka dilepas cukup besar sebelum 9/11. Sementara perusahaan keamanan, di sisi lain yang bakal meraup untung pascaserangan WTC, juga mengalami kebanjiran order saham. Saham Morgan Stanley, yang berkantor di WTC juga mengalami aksi jual besar-besaran.

4. Pesawat Sebenarnya Bisa Ditembak

NORAD (Komando Pertahanan Amerika Utara) seharusnya mampu menembak pesawat-pesawat yang dibajak atau mampu menghalau pesawat itu mendekati targetnya. Namun NORAD tidak melakukan hal ini dan mereka terlambat mengetahui ada pembajakan pesawat.

5. Pesawat di Pentagon

Teori lainnya mengatakan Pentagon tidak diserang oleh pesawat American Airlines Flight 77. Argumentasinya, Petagon adalah gedung paling aman di dunia, memiliki ribuan kamera pengintai. Tapi tidak ada satupun kamera yang menangkap pesawat bakal menghantam Pentagon. Teori konspirasi menghubungkan serangan Pentagon dengan adanya oknum AS yang menembakkan misil ke markas Dephan itu.

6. Kotak Hitam

Setiap pesawat memiliki dua kotak hitam yang menyimpan informasi penerbangan. Anehnya, tidak ada satupun kotak hitam dari dua pesawat yang menghantam gedung WTC. Namun belakangan, para pekerja yang membersihkan sisa sisa WTC mengatakan mereka menolong agen federal mengambil tiga dari empat kotak hitam di sana. Dan kotak hitam di Pentagon pun diklaim sudah sangat rusak untuk dibaca. Kotak hitam yang bisa dibaca umum hanyalah dari United 93 yang jatuh di Pennsylvania.

7. Aksi CIA dan Mossad

Mantan presiden Italia ikut memberi teori konspirasi. Menurut dia, ada informasi dari kaum kiri Italia yang menyatakan CIA dan Mossad ada di belakang serangan WTC. Sehingga mereka menjadikan Islam dan Muslim sebagai kambing hitam. Bahkan lembaga intelejen Pakistan Inter-Service Intelligence mengklaim tahu ada rencana tersebut.

8. Bukan Pesawat, Tapi Misil

Dengan asumsi badan pesawat terbuat dari alumnium yang kekuatannya rendah untuk meruntuhkan WTC, maka ada sejumlah pihak yang menilai jangan-jangan bukan pesawat yang menabrak WTC tapi sebuah misil dengan efek hologram menyerupai pesawat. Teori ini didukung dari analisis frame per frame siaran tabrakan itu yang menunjukkan bentuk pesawat lebih menyerupai selongsong cerutu yang lonjong.

9. Demi Minyak

Menghancurkan WTC akan membuka jalan bagi negara-negara barat untuk menguasai aset-aset minyak di Timur Tengah. Penggemar teori konspirasi yakin para perusahaan minyak raksasa memiliki sumber daya untuk membuat serangan tersebut.

Sumber :
http://id.berita.yahoo.com/sssttt-in…134535702.html

Namaku Buruh. Benar, bukan mengada-ada. Atau sok cari sensasi. Lihat saja KTP-ku, jelas tertera Buruh sebagai namaku. Nama lengkap. Singkat. Masih kurang percaya? Aku bisa meng-copy-kan akta kelahiran, raport dan ijazah sekolah. Masih kurang, aku bisa bawakan seluruh identitas yang kupunya. Semuanya konsisten. Buruh. Jelas tertera di situ. Di kolom isian nama.

Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Bapakku ataukah ibuku yang memberi usulan bagi namaku. Atau nenek-kakekku? Entahlah. Aku telah ditinggal pergi mereka semua. Ya, saat aku masih bayi. Saat terjadi bencana. Kebakaran. Menghanguskan rumah-rumah bedeng. Ratusan jumlahnya. Banyak orang menjadi korban. Kehilangan harta benda. Juga nyawa puluhan orang. Termasuk orangtuaku, kakek dan nenekku.

Konon aku terselamatkan. Konon pula di dekat sosokku, ada beberapa surat yang terkait dengan kelahiranku. Akta kelahiran. Mungkin saat itu bapak atau ibuku tengah membaca ulang. Atau, ah, entahlah. Tak bisa kureka. Walaupun aku ada di sana. Tentunya sebagai bayi aku tidak memiliki kemampuan untuk mengingatnya. Akta kelahiran itulah yang menyebabkan namaku menjadi tidak hilang. Tetap melekat hingga aku dewasa. Sampai sekarang ini.

Aku tinggal di sebuah panti asuhan. Diselamatkan hidupku. Lantaran tidak ada satu orangpun yang mengetahui apakah aku masih memiliki keluarga. Jadi, pilihan yang tepat. Menyelamatkan. Menempatkan pada panti asuhan. Sejak bayi. Hingga dewasa. Hidup dalam komunitas anak-anak yang hampir sama nasibnya dengan diriku. Kehilangan kedua orangtuanya. Hanya berbeda-beda alasan dan peristiwanya.

Sekolahku lancar-lancar saja. Dari SD hingga SMP kurasa. Saat SMA, aku mulai tertarik dengan diskusi-diskusi bersama beberapa teman. Bukan diskusi tentang pelajaran. Tapi diskusi tentang pemberitaan mengenai kehidupan nyata. Modal kami hanya menonton televisi, membaca koran, atau menguping pembicaraan orang dewasa. Lantas, kami sering berdebat. Bisa sangat keras. Tapi setelah itu kami bisa terbahak-bahak dan saling berangkulan. Suatu hari iseng. Kami bersepakat memprotes keputusan dari pihak sekolah yang meminta sumbangan wajib kepada para siswa, bagi perbaikan gedung. Kami pun meniru seperti para mahasiwa yang sering kami lihat di jalan-jalan. Kami membuat poster-poster dari kardus. Menggalang kawan-kawan untuk ikutan aksi demonstrasi. Beberapa kawan berorasi. Akupun ikut. Wah, enak kalau orasi. Kita berteriak apapun, langsung saja disambut gempita. Pokoknya rame.

Tapi bermula dari aksi itulah, persoalan nama menjadi persoalan bagi hidupku. Sebelumnya orang hanya tertawa-tawa saja bila berkenalan denganku. Kemudian mengernyitkan kening ketika kuyakinkan. Benar, Namaku Buruh. Nah, pada aksi ini, pihak sekolah melapor ke kepolisian. Tidak beberapa lama, puluhan polisi sudah meminta kami untuk membubarkan diri. ”Atas nama undang-undang!” teriak seorang polisi melalui megaphone-nya, ”Kalian harus segera membubarkan diri,”

Seorang kawan, malah lantang berteriak, menyemangati kami untuk tetap bertahan. Kami diminta bergandengan tangan. Menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Benar-benar lagu perjuangan seperti Hallo-Hallo Bandung, Maju Tak Gentar, juga lagu Indonesia Raya. Kami merasa tersemangati. Merasa gagah dan bangga. Bisa seperti para mahasiswa.

Polisi merangsek, membubarkan paksa. Massa kocar-kacir. Kawan-kawan berlarian. Menyelamatkan diri. Anak-anak perempuan menjerit-jerit. Poster-poster dirobek oleh para petugas kepolisian. Beberapa orang ditangkap, termasuk diriku.

”Nama?”

”Buruh, Pak,”

”Nama?

”Buruh, Pak.

”Nama???!!!”

”buruh, Pak!”

Meja digebrak. Membuatku tersentak.

”Jangan main-main. Nama kamu?!”

”Bu..ruh…” terbata, lirih.

Sekali lagi meja digebrak dengan keras. Menimbulkan perhatian dari orang-orang yang ada di sana. Beberapa polisi mendekat ke arah kami.

“Hm… pasti ada yang menghasut dirimu. Jangan suka-suka mengaku sebagai buruh. Kamu itu anak SMA. Jangan mau dicuci otak. Ayo, siapa mahasiswa yang meracuni kamu? Sebutkan saja namanya. Kamu tahu, buruh itu komunis? Kamu mau dianggap komunis?” seorang polisi dengan nada lebih ramah dibandingkan polisi yang tadi menginterogasi diriku.

“Tapi, Pak. Nama saya memang buruh,”

“Ah, dasar kamu anak kecil! Tidak mau mendengar omongan! Syukur kamu Cuma dinasihati” polisi lainnya.

”tapi… benar…”

”Diam!!!”

Meja digebrak lagi.

”Kamu tahu artinya komunis? Komunis itu tidak boleh hidup di sini!”

“Nama?”

Aku diam.

“Nama?”

Tetap diam. Menunduk. Bingung. Keringatan. Berdebar-debar. Terteror

”Nama?!”

”Bu..ruh.. Pak!”

Tangan hendak melayang menggebrak meja, tapi tercegah seorang polisi lainnya.

”Sebentar. Mana kartu pelajarmu?”

Aku segera mengeluarkan kartu pelajar dari dompet.

Polisi itu memandang dengan seksama. Berbisik-bisik dengan polisi yang lainnya. Beberapa orang berusaha menahan tawa. Tapi lepas juga.

”Oh, namamu memang buruh. Ya, sudah. Jadi kamu bukan komunis,”

Aku diinterogasi. Ditanyakan siapa yang merencanakan aksi demonstrasi. Dinasehati. Panjang lebar. Dari mulai ketahanan negara. Keamanan. Komunis. Teroris. Banyak sekali. Sampai tak muat otakku untuk menerimanya.

Aku bersama kawan-kawan dikeluarkan setelah pihak sekolah menjemput kami. Tapi kamu harus apel seminggu dua kali.

Kasus ini terdengar sampai ke telinga pengelola Panti. Aku beruntung, tidak dimarahi. Dia malah tertawa terbahak mendengar kisahku. ”Tidak apa-apa. Anak muda, memang harus memiliki pengalaman yang herois,” komentarnya. ”Bapak dulu juga pernah jadi aktivis,” Ah, legalah diriku.

Selepas SMA. Aku tahu tidak mungkin tergantung terus menerus kepada Panti. Aku tahu, kondisi keuangan mereka juga terbatas. Maka aku putuskan setelah lulus SMA mencari kerja. Keberuntungan memang tengah menyelimuti diriku. Tidak menunggu lama, aku diterima bekerja. Bekerja di sebuah pabrik. Di kota ini juga. Menjadi buruh.

Jadi namaku Buruh. Di kolom pekerjaan juga tertulis Buruh. Aku paham tentang hidupku. Aku tahu nasibku sebagai buruh tidaklah baik. Terus bergerak bersama mesin-mesin dalam nada dan irama yang statis. Bersama penghasilan yang jauh dari kebutuhan hidup. Aku paham, bila para buruh bersatu meneriakkan jeritan hatinya. Menyuarakan kepentingannya demi kehidupan yang lebih baik. Dan itu, bukan komunis. Sungguh. Aku berani meyakinkan itu. Ini soal manusia. Soal kemanusiaan.

Yogyakarta, 1 Mei 2010

(Selamat Hari Buruh)

Indonesia meraih tiga medali emas, lima perak dan empat perunggu dalam kompetisi Olimpiade Sains Junior Internasinal ke-7 yang digelar di Abuja, Nigeria diwakili 12 pelajar tingkat SMP dari seluruh Indonesia. Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional, Prof Suyanto di Tangerang, Banten, Senin mengatakan keberhasilan 12 pelajar yang mengikuti Olimpiade Internasional Sains Junior itu merupakan hasil pembinaan secara matang.

“Para pelajar yang dikirim ke Nigeria itu merupakan unggulan dari masing-masing sekolah kemudian dilakukan pelatihan selama empat bulan setelah itu mereka masuk karantina,” kata Prof Suyanto ketika menyambut 12 pelajar peserta olimpiade di Terminal II-D Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Senin dini hari.

Olimpiade Sains Junior Internasional itu diikuti 34 negara diantaranya Afganistan, Argentina, Brazil, Ghana, India, Iran, Mexico, Rusia, Taiwan, Thailand Zimbabwe serta Estonia. Namun dalam olimpiade tersebut Taiwan menjadi juara umum merupakan peringkat terbaik dalam teori, dan India urutan kedua serta Indonesia pada urutan ketiga.

Olimpiade Sains Junior itu adalah suatu ajang kompetisi tahunan pada bidang ilmu pengetahuan alam yang mencakup mata pelajaran Fisika, Biologi, Kimia dan matematika diikuti pelajar usia 15 tahun pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kompetisi itu untuk mendorong anak-anak muda mencintai ilmu pengatahuan alam dan mengembangkan komunikasi internasional dalam bidang sains.

Indonesia merupakan penggagas kegiatan internasional itu dan sebagai tuan rumah pertama yang digelar di Jakarta tahun 2004. Selain itu, rencananya olimpiade serupa tahun 2011 digelar di Kota Duran, Afrika Selatan dan tahun 2012 di India.

Menurut Suyanto para pelajar yang meraih medali di Nigeria itu akan diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi di kota asal masing-masing serta mendapatkan beasiswa.
Para pelajar yang meraih medali emas yakni Muhamad Iqbal Ibrahim pelajar SMP Pribadi Depok, Jabar, Richard Akira Heru pelajar SMP DL Dominico Savio, Jateng, dan Fransisca Susan dari SMP St Ursula, Jakarta.

Peraih medali perak masing-masing I Made Gita Narendra Kumara dari SMP Negeri I Negara, Bali, Mikael Harseno Subianto dari SMP Susteran Purwokerto, Jateng, Putu Ivan Budi gunawan pelajar SMP Negeri I Tabanan, Bali, Yoga Rafinika dari SMP Sragen Bilingual Boarding School, Jawa Tengah serta Faisal Puji Nugroho pelajar SMP negeri 68 Jakarta.

Untuk pelajar yang meraih medali perunggu masing-masing Mardika Firlina dari SMP Pribadi School Bandung, Jabar, Titis Setiyobudi dari SMP Negeri I Kauman, Jawa Timur, Anang Rizki Muharom dari SMP Negeri II Semarang, Jateng dan Nurul Falahiyyah Bahri dari SMP Negeri I Sumenep, Madura, Jatim.

Banyak dugaan yang mengindikasikan kenapa Malaysia begitu ngotot untuk segera membangun jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Riau dengan Malaka di semenanjung Malaya, Malaysia.

R Prabowo, Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia Agung yang juga menjadi konsorsium Jembatan Selat Sunda (JSS) menuding alasan Malaysia begitu berniat membangun Jembatan Selat Malaka karena Malaysia memiliki kepentingan besar terhadap Sumatera.

“Malaysia ngotot ingin menyambungkan negaranya dengan Sumatera karena Malaysia melihat Sumatera lumbung sumber bahan baku dan pasar yang besar.

Dia mengakui, saat ini Malaysia memang lebih maju secara ekonomi dari Indonesia. Alasan Malaysia untuk membangun Jembatan Selat Malaka sangat beralasan karena begitu menariknya Indonesia bagi negeri serumpun tersebut.

Jadi Agung pun menekankan kembali masalah konektivitas antara pulau Jawa dan Sumatera, dalam hal ini adalah jembatan Selat Sunda, karena hal ini bisa menggerakkan ekonomi kedua wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya rencana pembangunan jembatan yang membelah Selat Malaka, menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia, dengan Teluk Gong, Malaysia, ternyata direspon dengan lebih proaktif oleh pihak Malaysia.

Bahkan, Malaysia sendiri sudah membuat perusahaan khusus untuk membangun jembatan tersebut, bernama PT Malaka Straits Corporation.

Saudara-saudaraku setanah air.Ini sekedar sharing jer. Tadak maksud apapun.. Kita mungkin sedikit perlu berempati kepada negara kita ni yang nyaris tak punya identitas.

Setelah diteliti lebih jauh ternyata forumers Malaysiaku tidak pernah berfikir panjang apa yang akan dia orang tulis,seperti:

1. Dia orang mengatakan bahwa Indonesia tidak kreatif dan mengambil budaya malaysia, nyatanya. semua budaya dan lagu Indonesia telah nyata2 kita claim (batik: kita bilang batik malaysia padahal batik hanya ada satu yaitu dari Indonesia dan kualitasnya jauh lebih baik;Reog: kita hanya mengubah nama saja menjadi barongan padahal semua itu sama saja dengan reog,dll). Tidakkah itu tindakan yang salah.

2. Kita Orang kata lagu Indonesia jelek. Kenapa kita tak bisa terima kenyataan bahwa di malaysia ramai yang disukai adalah lagu2 Indonesia. Peringkat pertama Top hits di salah satu stesen radio malaysia adalah PETERPAN. Malahan lagu daerah di Indonesia kita claim. (Rasa Sayange).

3. Kita orang kata bendera dan lambang garuda Indonesia menjiplak dari Polandia, Monaco, sedangkan kita orang pun tak tau sejarah bendera Indonesia, dan kita tak tau bahwa di dunia ini ramai negara yang memiliki lambang garuda. Sedangkan bendera kita persis sama dengan Amerika hanya beda di bulan dan mataharinya saja. Tidakkah seharusnya kita sedar diri.

4. Ramai kita kata orang Indonesia bodoh2 hampir disetiap forum di negara kita ni, saya kerap melihat kata2 dr forumer yg berbunyi: indon bodoh blalala. Macam mana dengan kita..? Nama pelajar malaysia pun tidak pernah terdengar di peringkat pertama di olimpiade sains international. sedangkan indonesia, hampir setiap tahun putra-putri indonesia menang dalam olimpiade internasional bahkan sering mendapat medali emas. Dan tidakkah kita tau bahwa dokter2 Indonesia selalu menjadi guru besar dan mengajari dokter2 malaysia di negara kita ni.

5. Salah satu dari forum yang kita tulis bahwa kita bangga dijajah England. Dan kemerdekaan kita hanyalah pemberian semata dan bukan merupakan hasil perjuangan.
Baca kutipan dari Majalah Time di tahun 1957 tentang kemerdekaan Negara kita.ya :

“The Malayans .. though the curiously un-enthusiastic calm with which they received their independence was attributed by British residents to the fact that it was ‘handed to them on a platter.’”

Warga negara kita tidak puas karena kemerdekaannya seperti diberi oleh kerajaan Inggris. Time Magazine, “Malaya, A New Nation”.

Indonesia lahir dan jadi bangsa besar di dunia dengan cara yang heroik, mengusir bangsa-bangsa imperialis terbesar dunia, Belanda, Inggris, Jepang. Sukarno, Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo ,sejarah Indonesia penuh dengan pahlawan-pahlawan besar.

6. Kita orang kata Indonesia pencuri, padahal dalam kenyataanya bahwa kitalah yang pencuri (Ambalat,illegal-logging,dll).

7. Ketergantungan kita Pada Indonesia.
Ekonomi kita tergantung dengan Indonesia. Meskipun TKI cuma kuli kasar, ekonomi kita akan langsung jatoh kalau mereka tak ada.

8. Kita tak sedar, tak tau bahwa di negara kita banyak tenaga pengajar yang dari Indonesia sedangkan tenaga pengajar malaysia tidak laku di Indonesia.

9. Kita bangga dengan kekuatan militer kita karena kita tidak tahu apa2. Indonesia masuk 13 besar forces terkuat didunia sedangkan malaysia masih dibawah 60!Dan dia orang (Indonesia) selalu menjadi forces inti dari pasukan PBB International.

++ sesungguhnya masih banyak lagi kelebihan Indonesia dari malaysia hanya saja kita selalu membantah dan tidak mau menerima kenyataan ini.

Sumber : http://irengputih.com/hot-pengakuan-jujur-anak-malaysia-terhadap-indonesia/13/

Jakarta: Laga final Piala AFF 2010 antara Indonesia versus Malaysia, mau tidak mau, bakal dikaitkan dengan aroma politik atau hal-hal lain di luar lapangan. Sebab, hubungan kedua negara ini kerap pasang surut, sehingga membuat sebagaian orang beranggapan bahwa pertemuan antara dua negara itu bukan hanya sekadar olahraga, tapi juga gengsi untuk membela martabat negeri.

Ketika ditemui baru-baru ini, pengamat politik sekaligus pencinta sepakbola Azyumardi Azra membenarkan anggapan tersebut. Menurutnya, bakal ada emosi dan gairah di dalam maupun luar lapangan bila Timnas Indonesia dan Malaysia bertemu. Ini bisa dilihat pada Ahad (26/12) di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur dan Rabu (29/12) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Namun ini bukan hanya terjadi bila Indonesia bertemu Malaysia. Jika Inggris bertemu dengan Argentina, politik juga kerap dikaitkan. Ini tak lepas dari agresi militer Kerajaan Inggris pada Juni 1982 yang merebut Pulau Falkland atau Malvinas. Padahal, pada saat itu pulau tersebut dikuasai tentara Argentina. Dalam pertempuran yang dikenal sebagai Perang Malvinas itu, Argentina takluk dari Inggris.

Itu soal perang, di lapangan hijau empat tahun kemudian, Diego Armando Maradona membalas kekalahan negerinya. Pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, Maradona dua kali menjebol gawang Inggris. Gol pertama berbau kontroversi karena Maradona menggunakan bantuan tangannya. Maradona menyebut sebagai gol tangan Tuhan. Sedangkan Inggris menyebutnya gol tangan setan.

Namun, gol kedua Maradona hingga kini dianggap gol terindah sepanjang sejarah sepak bola. Kapten Argentina itu menggiring bola dari tengah lapangan, melewati hadangan lima pemain Inggris, termasuk kiper Peter Shilton. Akibatnya, Inggris tersingkir dan Argentina akhirnya menjadi juara dunia untuk kali kedua.

Walau begitu, pecinta bola tetap beranggapan kemenangan Argentina buka karena kualitas tim atau Maradona, tapi lebih sarat aroma politik balas dendam. Mereka ingin membalas kekalahan saat Perang Malvinas. Itulah sebabnya, pertandingan sepak bola di antara dua negara yang kerap berseteru selalu dikaitkan dengan hal-hal di luar lapangan hijau.

Indonesia diperkirakan kehilangan potensi sekitar Rp 40 triliun dalam lima tahun terakhir karena lambat menggelar jaringan internet pita lebar (broadband). Kerugian khususnya terlambatnya pembangunan jaringan serat optik ke rumah-rumah dan perkantoran bisnis.

“Setidaknya ada opportunity lost (potensi kerugian) sekitar Rp 40 triliun dari bisnis broadband di Indonesia,” kata Executive Chairman Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sumitro Roestam pada acara Indonesia Broadband Award 2010 di FX Plaza, Jakarta, Kamis (17/12/2010) kemarin.

Menurut Sumitro, jika akses broadband tersedia merata di Tanah Air, potensi bisnis dapat dihitung dari pertumbuhan ekonomi dikalikan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional setiap tahunnya.

Sementara itu, GM Business Development Indosat Mega Media (IM2) Hermanudin mengatakan, infrastruktur broadband saat ini baru tergarap sekitar 30 persen. “Ini yang benar-benar sudah digunakan pelanggan,” kata Hermanuddin.

Senada dengan itu, Group Head Product Development Mobile-8 Telecom Sukaca Purwokardjono menyatakan, potensi pertumbuhan layanan broadband sangat menjanjikan. Karena itu, sangat disayangkan jika pemerintah belum sepenuhnya memberi perhatian pembangunan broadband tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Kami tidak bisa sendirian, perlu dukungan penuh dari pemerintah. Industri membutuhkan kemitraan pemerintah,” katanya. Menurut catatan, Mobile-8 dan Smart Telecom memiliki 350.000 pelanggan broadband dengan nilai pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) sebesar Rp 80.000 per bulan.

Pada acara yang diselenggarakan Majalah Broadband tersebut juga diberikan “Broadband Award 2010” kepada sejumlah perusahaan. Operator telekomunikasi PT Telkomsel meraih penghargaan kategori “Best Broadband Network Serives” dan “Best BlackBerry Service”, Indosat meraih “Best CSR Program Operator of The Year”, IM2 meraih “Best Product Broadband Services”, SmartFren meraih “Best CDMA Broadband Operator”, dan SpeedUp meraih “Best USB Modem Broadband Services”. Sementara “Best People Achievement Broadband” diberikan kepada Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, Dirut Smart Sutikno Wijaya, dan Dirut IM2 Indar Atmanto.


Share

Bandung: Kondisi makam Ibu Inggit Garnarsih, istri proklamator Soekarno, di TPU Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, sangat memprihatinkan. Enam pilar penyangganya miring 20 derajat dan nyaris roboh karena dimakan usia.

Pengurus makam Oneng Rohiman, baru-baru ini, mengatakan, kondisi makam yang memprihatinkan sudah terjadi sejak setahun silam. Jika hujan turun, makam tersebut langsung basah diguyur air karena atapnya rusak. Bila kondisi ini terus dibiarkan, bukan tak mungkin, cungkup makam akan roboh.

Tak hanya tiang penyangga, lantai keramik serta sebagian temboknya juga pecah. Pilarnya terus bergeser karena adanya pergerakan tanah. Ironisnya, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan makam, baik dari dari pihak keluarga maupun pemerintah.

Oneng Rohiman menambahkan, sejak dibangun pada 1990, area pemakaman Ibu Inggit pernah direnovasi oleh mantan Wakil Gubernur Jabar Numan Abdul Hakim. Biasanya makam tersebut selalu ramai dikunjungi pada saat hari Kemerdekaan Indonesia. Mereka yang datang umumnya para pejuang dari berbagai daerah serta sejumlah pengurus partai politik bila menjelang pemilihan umum.

Di area makam terdapat sejumlah foto Ibu Inggit bersama Soekarno. Ada juga sebuah cermin yang terpasang tepat berada di atas makam. Sebagai aset yang mempunyai nilai sejarah, diharapkan makam tersebut segera diperbaiki.


Share

Bandung: Tumpukan sampah di Jalan Rajawali, tak jauh dari Pasar Ciroyom, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/12), sudah setinggi hampir tiga meter. Selain mengeluarkan bau tidak sedap, tumpukan sampah yang telah memakan setengah badan jalan ini juga membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Bau sampah yang tidak sedap juga berdampak kepada para pedagang. Mereka mengaku omzeetnya turun drastis karena banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk berbelanja akibat tidak tahan bau yang menyengat.

Untuk mencegah bau dan merebaknya bibit penyakit, satu per satu tempat pembuangan sampah sementara yang tersebar di seluruh penjuru Kota Bandung didatangi petugas Dinas Kebersihan untuk disemprot dengan obat disinfektan.

Penumpukkan sampah terjadi sejak Senin lalu. Dalam sehari, sampah rumah tangga dan yang berasal dari pasar bisa mencapai 4.000 meter kubik. Warga mengeluhkan sampah yang tidak terangkat ehingga bau yang menusuk hidung mulai menyergap.

Penumpukan sampah terjadi karena jalan menuju TPA Sarimukti diblokade warga sekitar yang menuntut perbaikan jalan. Pihak kebersihan Kota Bandung mengaku tak dapat berbuat banyak karena perbaikan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah propinsi [baca: Tumpukan Sampah di Bandung Disemprot Disinfektan].


Share

Warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, cukup antusias menyambut perhelatan akbar budaya yang digagas pemerintah daerah setempat pada awal 2011 berupa Festival Dongdang.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Festival Dongdang akan diselenggarakan pada 2011 sebagai gong memulai “Visit Bogor 2011” yang diharapkan dapat memicu kebangkitan dunia pariwisata setempat.

Pengasuh Yayasan Ibnu Aqil Ciomas Bogor, Agus Salim Mawardi di Bogor, Sabtu mengatakan, Festival Dongdang yang digagas Pemkab Bogor merupakan langkah yang sangat baik dan cerdas.

“Saya mengikuti Festival Dongdang 2010. Kegiatan ini sangat positif dan penting untuk melestarikan budaya tradisional Bogor,” papar Agu Salim Mawardi.

Agus Salim Mawardi mengemukakan, Festival Dongdang adalah pestanya semua rakyat Kabupaten Bogor yang perlu dilestarikan setiap tahun.

“Saya berharap Festival Dongdang 2011 efektif dalam upaya membangkitkan gairah pariwisata Kabupaten Bogor,” ujar Agus Salim Mawardi.

Siti Frihatin, mahasiswa Institut Pertanian Bogor menambahkan, Festival Dogdang yang digagas Pemerintah Kabupaten Bogor dapat membangkitkan gairan kebudayaan lokal.

“Selama ini kebudayaan lokal tergerus perubahan zaman. Festival Dongdang memiliki peran besar dalam membangkitkan kembali gairah budaya lokal,” ungkapnya.

Ade, mahasiswa Universitas Djuanda melanjutkan, Festival Dongdang merupakan terobosan yang sangat baik dalam mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bogor.

Menurut Ade, Festival Dongdang akan memberikan dua manfaat sekaligus yaitu sebagai wujud pelestarian budaya lokal Bogor serta alat picu kunnjungan wisatawan ke daerah setempat.

“Saya yakin dan berharap Festival Dongdang berhasil dan wisatawan yang datang ke Bogor pada 2011 sesuai target yaitu mencapai 2,7 juta orang,” ujar Ade.


Share