Elegi Sang Pemburu Malam

Posted: Maret 29, 2011 in Puisi

Selaksa makna mempesiang goresan pena si pemilik semesta

Aku terpaku

Sendu…

Menatap sesosok raga yang tak bergerak

Seseorang yang begitu membekas di hari-hariku

Tak ada yang bisa kulakukan untuk membuatnya tersadar

Kesunyian dan kehampaan mulai menyelimuti relung jiwa

Dia begitu berkesan

Dia begitu bermakna

Tangisku pecah ketika kurasakan kedinginan mulai merajai

Aku berontak

Tapi kurasa tubuhku semakin ringan

Aku terjatuh

Ketika ku tersadar semua hening… senyap

Tak ada lagi senyuman keteduhan itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s