Surat Hitam Untuk Dia

Posted: Februari 12, 2011 in Kumpulan Cerita

Hai, Hitam.. Aku merindukanmu. Lagi.. Kau mulai jadi candu untukku. Aku mulai lebih gelisah tanpa keberadaanmu

Hitam.. Singgahlah ke rumahku sesekali saja, biar aku bisa mengendusmu. Biar aku bisa melirikmu dari sudut mataku, karena selalu tak mampu memandang sosokmu penuh, sekalinya iya, aku tak pernah bisa menahannya lama, karena aku takut. Hehe.. Takut, Hitam.. Entah kenapa kau begitu membuatku malas untuk saling bertatap mata lama-lama. Tapi selalu membuatku mencuri-curi, meneliti sosokmu, jika kau lengah. Menyenangkan bermain seperti itu, karena kau tak pernah tau aku begitu penasaran denganmu. Yang kau tau hanya aku yang masa bodohkan?? Haha.. Aku berhasil!

Hitam.. Apa ini yang namanya “cinta”? Yang aku suka pertanyakan bentuknya, karena tak pernah aku berhasil dapat jawaban bentuk “cinta” itu terang2. Tak pernah dapat keputusan tentang definisi “cinta” jika berdiskusi dengan beberapa temanku, walau kami tau kata yang kami sesekali pertanyakan itu abstrak. Banyak ada definisinya di buku-buku yang memuat tentang cinta, tapi aku yakin.. Kau bahkan bisa mendapatkan definisinya di tempat kotor sekalipun. Tempat sampah misalnya. Eh! Siapa tahu?! Ada yang membuang “cinta” di sana. Misalnya, pengemis yang mengais-ngais makanan sisa yang sering – entah sengaja, entah tak sengaja, karena sudah kenyang, tp diambil berlebihan, oleh orang kaya harta – disisakan untuk mereka yang tidak bisa mendapatkannya dengan uang. Dapat “cinta” lah ia dari makanan itu, atau makanan itu yang dalam sekejap dapat “cinta” dari si pengemis atas rasa syukurnya mendapatkan makanan?? Hehe.. Mutualisme. Senangnya ketika tak bertepuk sebelah hati :p

Hei, kembali ke topik, Hitam.. Aku tak tau sejak kapan kau bersarang di sini (aku sedang menunjuk dadaku, di dalam situ, tempat salah satu organ yang harus selalu bekerja agar aku hidup). Hehe.. menggelikan. Memangnya “cinta” berada di sana? Eh.. Barusan aku bicara tentang “cinta” ya?? Celaka! Kau tak boleh tau. Tidak! Kalau kau tau maka tamatlah aku. Uuugh.. Aku malu.

Baiklah, Hitam.. Aku menyerah. Terserah! Kau boleh tau. Baiklah.. Baiklah.. Aku mulai mencintaimu sepertinya. Heuh.. Sebenarnya malas untuk bilang kalau itu “cinta”. Memangnya tak ada kata lain selain itu untuk menggambarkan berartinya seseorang dalam hidup? Mungkin bisa kita mulai sekarang. Apalagi?? Jangan bertanya! Ya cari kata baru untuk gambaran itu. Jangan “cinta” lagi. “Keparat” saja. Itu lebih luas maknanya kan?? tapi.. Oh.. “keparat” itu kata sifat, tak bisa dijadikan kata kerja ya. “aku megeparatimu”. Heuh.. Tak cocok. Hehe.. Melantur.

Eh.. Jangan pergi, Hitam!! Aku masih butuh kau. Kau tak menyimak ya?? Aku sedang bicara denganmu. Membicarakanmu. Kau sudah terlanjur tau, jadi kau tidak pantas pergi begitu saja kan?! Tunggu sampai aku selesai berceracau. Ok?! Diam di situ dan simak!

Kau yang salah, Hitam! Kau yang memulai semuanya. Kau yang menaruh bayang-bayang itu, mulai, di dinding kamarku. Kau yang salah, karena kau yang selalu memainkan wayang di sana. Membuat cerita. Sedikit-sedikit sampai aku menutup setengah mukaku dengan selimut tiap kali kau berdansa di sana. Dari tak peduli sampai menikmati. Dan kau tak berdansa tanggo, yang tadinya aku pikir siluet2 mu itu adalah tarian, ternyata salah. Itu hanya siluetmu dengan bayangan hitam memperjelas sosokmu. Aku tau itu postur tubuhmu, karena.. Ya.. Aku suka melirikmu kan?? Hehe.. Menyenangkan. Ah.. Aku beruntung, karena lampu temaram, jadi aku bisa duduk manis di tempat tidurku yang nyaman sambil menikmati bayanganmu. Dan menjelang pagi, aku akan menguap lebar dan baru pergi tidur. Gila.

Ah.. Hitam.. Kau membuatku gila. Entah bertahan sampai kapan, Hitam.. Kalau aku jadi pindah, mungkin itulah saatnya kau pergi. Aku begitu egois. Ya, Hitam.. Datang lagi kapan-kapan. Maksudku besok. Ah.. Tidak, terlalu lama. Sekarang saja, Hitam.. Karena sudah merindukanmu lagi.. Hihihi..

Hitam itu cinta. Dengan cinta, untuk cinta. Sudah kubilang. “Hitam itu cinta” 🙂

Komentar
  1. Asmara Susanto mengatakan:

    nice post, ijin sedot 😀 visitback+comment jg 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s