Waktunya Yang Muda, Yang Berkarya!!

Posted: Januari 17, 2011 in Kumpulan Artikel Sejarah, Kumpulan Cerita

Soempah Pemoeda :

* Pertama
Kami poetra poeti Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
* Kadoea
Kami poetra poeti Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
* Ketiga
Kami poetra poeti Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indoesia.

Sejarah Mencatat!!
Jangan mengaku sebagai pemuda pemudi bangsa kalau ngak hafal dengan isi soempah pemoeda 28 Oktober 1928, 71 tahun silam.
Rumusan itu di buat oleh para pemuda dengan semangat yang membara dalam rangka mewujudkan persatuan dan kemerdekaan Replubik Indonesia. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin, saat Mr. sunario, sebagai utusan kepanduan, sedang berpidato pada rapat penutup Kongres Pemuda II.

Kongres Pemuda II di gelar atas inisiatif Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres berlangsung 2 hari, 27 – 28 Oktober 1928 silam, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Wterlooplein (Lapangan Banteng), Gedung Oost-Java Bioscoop, dan Gedung Indonesische Clubgebouw (Jl. Kramat Raya, Senen).

Selain PPPI, kongres juga dihadiri berbagai wakil Organisasi Pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond Pemuda Kaum Betawi, dll. Dalam Rapat, Moehammad Yamin menguraikan arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu Sejara, Bahasa, Hukum Adat, pendidikan, dan Kemauan untuk Maju.

Sebelum Kongres di tutup, lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman di kumandangkan. Atas saran Sugondo, W.R Supratman hanya mendendangkan lagu kebangsaan dengan biola dan tanpa syair. Kongres pun ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda oleh semua peserta kongres yang hadir.

Penerus Sejara!!
Penah ngak sih terlintas dalam benak kita semua, Bikin suatu grebrakan yang bisa merubah kehidupan bangsa??! di era modern seperti sekarang, rasanya jarang pemuda yang Peduli dan Memikirkan Nasib Bangsa. Meskipun persatuan dan kemerdekaan sudah tercapai, bukan berarti kita bisa menikmatinya sesuka hati.

Sumpah pemuda bukan lah warisan para pemuda di masa lalu. tapi justru titipan yang harus tetap di perjuangkan. Bayangkan, para pemuda yang merupakan gabungan dari pelajar-pelajar saat itu sudah merumuskan sesuatu untuk bangsa, yang akhirnya bisa mewujudkan persatuan dan kemerdekaan Indonesia.

Jaman memang sudah berubah!! Toh kita sekarang hidup di jaman yang segalanya lebih gampang di lakukan di banding di masa mereka. Ngak dipungkiri, kadang keinginan kita selalu terbentur dengan keinginan orang tua, yang masih meragukan Prestasi dan Potensi yang kita miliki sebaga anak muda penerus Kemajuan Bangsa.

Ternyata, itu lah yang di alami para pemuda di masa lalu. Mereka di pandang sebelah mata oleh golongan tua. Hasil dari pergerakan pemuda memang ngak bisa di lihat dalam waktu singkat. 17 tahun setelah sumpah itu di ikrarkan, barulah kemerdekaan itu bisa tercapai. Nah!!, apakah kita akan terus diam dan hanya mengikuti arus perkembangan jaman??!!
Marilah kawan, mumpung semua belum terlambat, mari kita sedikit melangkahkan kaki untuk kemajuan bangsa dan negara kita walau dengan nada sempit dalam melakukan hal baik.
“MAJU TERUS PEMUDA INDONESIA!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s