Arsip untuk Januari 9, 2011

Kontroversi soal kepemimpinan Nurdin Halid dalam mengurus PSSI hingga kini masih jadi perbincangan hangat masyarakat sepak bola nasional. Bahkan,dorongan agar Nurdin segera lengser dari singgasananya makin keras disuarakan publik jelang digulirkannya Liga Primer Indonesia (LPI) 8 Januari mendatang.

Pasalnya PSSI dinilai tidak fair play dalam menyikapi keberadaan LPI dengan mengancam untuk memboikot turnamen tersebut dan menganggapnya barang ilegal justru semakin memicu tuntutan reformasi di tubuh otoritas sepak bola tanah air tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng pun angkat bicara soal reformasi di tubuh PSSI. Andi mengatakan, sebetulnya hal tersebut sudah ditetapkan dalam Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang dihelat 30-31 Maret 2010.

“Itu sudah merupakan hasil Kongres Sepakbola Nasional. Di sana kan ada soal reformasi, restrukturisasi dan seterusnya. Juga sesuai dengan tuntutan masyarakat,” ujar Menpora di kantor Menkokesra, Selasa (3/1/2011).

Dengan pernyataannya tersebut, sebetulnya Menpora dengan halus meminta agar Nurdin Halid segera mundur dari jabatannya. Dalam butir pertama hasil rekomendasi kongres dijelaskan dengan gamblang bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat.

Tak hanya itu, kalimat lain sesudahnya juga mengatakan, PSSI juga harus mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang juga diharapkan masyarakat.

Dengan demikian, seharusnya semua pihak yang berada di PSSI, termasuk Nurdin Halid sepatutnya menjalankan rekomendasi yang direstui FIFA tersebut. Apalagi kini masyarakat makin menghendakinya untuk segera lengser.

“Rekomendasi KSN harus dijalankan oleh PSSI, jangan sampai ada penolakan. PSSI harus legawa karena semua untuk perbaikan prestasi sepak bola nasional ke depan,” ujar Menpora dalam satu kesempatan sebelumnya.

Striker masa depan Indonesia, Syamsir Alam yang kini merumput bersama Penarol, Uruguay, mengaku akan memilih membela timnas di ajang Sea Games 2012 jika dipanggil nanti, ketimbang membela klubnya bertanding di liga Uruguay.

Hal tersebut disampaikan Syamsir sebelum terbang ke Uruguay hari ini, Minggu (9/1/2011), untuk kembali ke klubnya. Pemuda kelahiran tahun 1992 tersebut mengaku, panggilan membela timnas merupakan sesuatu yang sakral yang tak bisa diabaikan.

Dengan alasan tersebut, Syamsir pun datang ke Senayan mengikuti seleksi timnas U-23 selama dua hari kemarin lantaran dipanggil langsung pelatih timnas, Alfred Riedl. Meskipun, pemanggilan itu dilakukan dalam waktu yang mepet jelang keberangkatannya ke Uruguay.

“Kalau saya pribadi, saya akan pilih bela timnas. Tapi bukan berarti melepaskan Penarol. Ya, mungkin nanti ada pembicaraan dengan klub usai saya tiba di sana. Saya yakin ada dispensasi. Pasti bisa dibicarakan,” ujarnya.

Syamsir mengaku, meski tidak terlalu ngotot untuk bisa masuk timnas U-23 tahun ini lantaran usianya yang masih muda, namun ia tidak munafik berkeinginan membela timnas dalam Sea Games nanti bersama pemain lain yang usianya lebih tua darinya.

“Saya tetap punya keinginan untuk memperkuat Sea Games. Tapi tetap, keputusan ada di tangan Riedl. Kalau dia memakai saya, saya siap untuk membela timnas. Memang saya nggak terlalu ngotot. Saya masih muda, masih banyak kesempatan, masih banyak yang lebih tua dan bermain bagus,” ujar Syamsir merendah.