Petani Tembakau Tolak Peraturan Pembatasan Tembakau

Posted: Desember 16, 2010 in Kumpulan Artikel Berita Nasional

Surabaya – Petani tembakau yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Jawa Timur, Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (Formasi) dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur, menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau yang saat ini sedang diusulkan oleh Kementerian Kesehatan. Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Ketua Umum AMTI Jawa Timur Soedaryanto mengatakan, penolakan didasari isi dari RPP yang di dalamnya banyak berisi larangan yang berpotensi membunuh petani tembakau. Dalam RPP itu, setidaknya berisi pengaturan kawasan tanpa rokok, peringatan kesehatan berupa gambar pada kemasan produk tembakau, larangan menjual produk tembakau kepada anak, serta larangan total untuk iklan, sponsor maupun promosi tembakau.

“Kami bisa memaklumi larangan untuk anak, peraturan yang lebih ketat bisa kami terima, tapi sangat tidak masuk akal kalau sponsor maupun iklan dilarang,” kata Soedaryanto, dalam acara jumpa pers di Surabaya, Kamis (16/12).

Padahal, tembakau bukanlah barang yang haram dan ilegal, sehingga komunikasi antara penjual dan pembeli harus tetap dijaga. Apalagi komunikasi melalui iklan produk tembakau juga telah diatur dengan larangan memperlihatkan produk aslinya.

Sekretaris Jenderal Formasi Wahyu Hidayat menambahkan, larangan terberat yang tidak bisa diterima adalah keharusan untuk mencetak gambar sebesar 50 persen di depan dan belakang kemasan rokok. “Kalau ini diterapkan, gambar larangan juga harus dicetak besar di bungkus dan slof rokok,” kata dia.

Jika RPP disetujui, dipastikan akan membunuh industri rokok yang ujungnya juga mematikan seluruh petani tembakau. Padahal, dari data yang dikutip dari Nota Keuangan dan RAPBNP Departemen Keuangan 2010 di halaman 154 menunjukkan di tahun 2009, industri rokok menyumbang pendapatan terhadap negara mencapai Rp 55 triliun atau sekitar 6,5 persen dari total pendapatan negara.

Selain itu, industri tembakau di Indonesia saat ini mempekerjakan sebanyak 6 juta tenaga kerja yang terbagi 2 juta petani dan buruh tembakau, 1,5 juta petani cengkeh, 600 ribu di sektor manufaktur, dan 2 juta pedagang, pengecer maupun distributor.

Karena itu, dengan Formasi mendesak kepada Presiden untuk menghentikan proses penyusunan RPP tembakau dan meminta pemerintah melibatkan semua pemangku kepentingan dalam menyusun ulang RPP tentang tembakau ini.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s