Arsip untuk Desember 15, 2010

CNN akhirnya meluncurkan aplikasi terbaru untuk iPad hari Selasa (14/12) ini, yaitu aplikasi yang menyajikan berita-berita visual pilihan. Aplikasi ini gratis dan dapat diunduh melalui iTunes di app store Apple di iPad. Sebelumnya aplikasi CNN untuk iPhone yang diluncurkan September 2009, dijual seharga 1,99 dollar AS, namun aplikasi untuk iPad gratis.

“Berkualitas tinggi dengan jurnalisme berkelas dunia, CNN melakukan pekerjaan terbaik ketika melakukan siaran langsung pada berita-berita terkini, melakukan wawancara dan investigasi mendalam. Dan aplikasi CNN di iPad menghadirkan konten ini semua kepada dunia dengan cara baru,” kata Senior Vice President CNN dan General Manager CNN, KC Estenson dalam siaran persnya, Selasa ini.

“Aplikasi ini aplikasi terbaik yang ditawarkan iPad dengan foto dan video yang atraktif, navigasi multi-touch yang elegan, dan kemampuan membagi konten kepada teman-teman melalui media sosial,” ungkap Estenson.

Aplikasi iPad didesain untuk menggabungkan elemen-elemen visual yang kuat dengan berita teks, blog, galeri foto, dan video siaran langsung maupun video-on-demand yang dikumpulkan melalui jaringan berita.

Para pengguna dapat masuk ke versi antara versi Amerika dan internasional, dan versi Amerika, mendengarkan update setiap jam dari CNN Radio.

Aplikasi ini juga mengajak partisipasi pengguna dengan fitur komentar dan kemampuan membagi cerita, video, foto-foto melalui e-mail, serta media sosial Facebook dan Twitter.

“Aplikasi ini mampu melayani kebutuhan para pengguna iPad akan berita terkini dari konten original CNN,” kata Vice Presiden CNN Mobile. Louis Gump.

Sebelumnya, menurut catatan, BBC sudah lebih dahulu meluncurkan aplikasi untuk iPad. Demikian pula The New York Times, The Washington Post, USA Today (AS) dan The Telegraph Inggris. Sedangkan Harian Kompas merupakan media pertama di Asia yang memiliki aplikasi di iPad.


On the afternoon of Nov. 16, 2010, Mark Zuckerberg was leading a meeting in the Aquarium, one of Facebook’s conference rooms, so named because it’s in the middle of a huge work space and has glass walls on three sides so everybody can see in. Conference rooms are a big deal at Facebook because they’re the only places anybody has any privacy at all, even the bare minimum of privacy the Aquarium gets you. Otherwise the space is open plan: no cubicles, no offices, no walls, just a rolling tundra of office furniture. Sheryl Sandberg, Facebook’s COO, who used to be Lawrence Summers’ chief of staff at the Treasury Department, doesn’t have an office. Zuckerberg, Facebook’s CEO and co-founder and presiding visionary, doesn’t have an office.

The team was going over the launch of Facebook’s revamped Messages service, which had happened the day before and gone off without a hitch or rather without more than the usual number of hitches. Zuckerberg kept the meeting on track, pushing briskly through his points — no notes or whiteboard, just talking with his hands — but the tone was relaxed. Much has been made of Zuckerberg’s legendarily awkward social manner, but in a room like this, he’s the Silicon Valley equivalent of George Plimpton. He bantered with Andrew “Boz” Bosworth, a director of engineering who ran the project. (Boz was Zuckerberg’s instructor in a course on artificial intelligence when they were at Harvard. He says his future boss didn’t do very well. Though, in fairness, Zuckerberg did invent Facebook that semester.) Apart from a journalist sitting in the corner, no one in the room looked over 30, and apart from the journalist’s public relations escort, it was boys only. (See pictures inside Mark Zuckerberg’s inner circle.)

The door opened, and a distinguished-looking gray-haired man burst in — it’s the only way to describe his entrance — trailed by a couple of deputies. He was both the oldest person in the room by 20 years and the only one wearing a suit. He was in the building, he explained with the delighted air of a man about to secure ironclad bragging rights forever, and he just had to stop in and introduce himself to Zuckerberg: Robert Mueller, director of the FBI, pleased to meet you.

They shook hands and chatted about nothing for a couple of minutes, and then Mueller left. There was a giddy silence while everybody just looked at one another as if to say, What the hell just happened?

It’s a fair question. Almost seven years ago, in February 2004, when Zuckerberg was a 19-year-old sophomore at Harvard, he started a Web service from his dorm. It was called, and it was billed as “an online directory that connects people through social networks at colleges.” This year, Facebook — now minus the the — added its 550 millionth member. One out of every dozen people on the planet has a Facebook account. They speak 75 languages and collectively lavish more than 700 billion minutes on Facebook every month. Last month the site accounted for 1 out of 4 American page views. Its membership is currently growing at a rate of about 700,000 people a day. (See a Zuckerberg family photo album.)

What just happened? In less than seven years, Zuckerberg wired together a twelfth of humanity into a single network, thereby creating a social entity almost twice as large as the U.S. If Facebook were a country it would be the third largest, behind only China and India. It started out as a lark, a diversion, but it has turned into something real, something that has changed the way human beings relate to one another on a species-wide scale. We are now running our social lives through a for-profit network that, on paper at least, has made Zuckerberg a billionaire six times over.

Facebook has merged with the social fabric of American life, and not just American but human life: nearly half of all Americans have a Facebook account, but 70% of Facebook users live outside the U.S. It’s a permanent fact of our global social reality. We have entered the Facebook age, and Mark Zuckerberg is the man who brought us here. (See pictures of Facebook’s overseas offices.)

Zuckerberg is part of the last generation of human beings who will remember life before the Internet, though only just. He was born in 1984 and grew up in Dobbs Ferry, N.Y., the son of a dentist — Painless Dr. Z’s slogan was, and is, “We cater to cowards.” Mark has three sisters, the eldest of whom, Randi, is now Facebook’s head of consumer marketing and social-good initiatives. It was a supportive household that produced confident children. The young Mark was “strong-willed and relentless,” according to his father Ed. “For some kids, their questions could be answered with a simple yes or no,” he says. “For Mark, if he asked for something, yes by itself would work, but no required much more. If you were going to say no to him, you had better be prepared with a strong argument backed by facts, experiences, logic, reasons. We envisioned him becoming a lawyer one day, with a near 100% success rate of convincing juries.”

Picture yourself as TIME’s Person of the Year. Create and share your TIME Person of the Year cover.,28804,2036683_2037183_2037185,00.html #ixzz18BeHAe8d


Anak-anak di rumah yang biasa membakar dupa kemungkinan lebih rentan menderita asma, menurut penelitian Taiwan yang mengusulkan keterkaitan dengan variasi genetika tertentu.

Dupa biasa digunakan selama ribuan tahun dalam berbagai ritual keagamaan dan upacara spiritual. Dalam beberapa bagian di Asia, orang umumnya membakar dupa dalam rumahnya — kebiasaan yang menjadi populer di negara Barat juga.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Yungling Leo Lee dari Universitas Nasional Taiwan di Taipei menemukan bahwa sekitar 3.800 anak usia sekolah menengah, tiga persen umumnya menderita asma akut dan lebih dari lima persen sesak nafas bila berolah raga.

Anak yang orang tuanya biasa membakar dupa 36 persen cenderung menderita asma akut dan 64 persen sesak nafas saat mereka berolah raga, menurut penemuan yang diterbitkan di Jurnal Resperasi Eropa.

Di antara anak-anak itu, 48 persen tidak memiliki gen varian yang dikenal dengan GSTT1, yang membantu meregulasi sekelompok enzim yang melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif, termasuk reaksi yang disebabkan oleh asap rokok dan racun kimiawi lainnya.

Orang tanpa varian ini telah ditemukan lebih rentan terhadap alergi dan asma.

“Membakar dupa merupakan faktor risiko pada asma dan sesak nafas, khususnya pada anak tanpa GSTT1 yang rentan secara genetis,” tulis Lee dan koleganya.

Anak-anak dalam penelitian Taiwan itu yang tidak memiliki gen tersebut terhitung 43 persen lebih cenderung mendapati asma daripada anak seusianya yang memiliki setidaknya satu varian gen itu.

Anak yang setiap hari terbiasa dengan asap dupa di rumahnya 78 persen kemungkinan menderita asma dibanding anak yang tidak terekspos oleh asap itu — sebuah pola yang berbeda pada anak yang memiliki varian gen GSTT1.

Dupa umumnya berbahan dari tanaman wangi, seperti kulit kayu, damar, akar, bunga dan minyak nabati.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa membakar bahan-bahan tersebut dapat menciptakan zat berbahaya, seperti bensol dan poliaromatik hidrokarbon.

Penelitian pada 2008 yang diikuti lebih dari 61.000 orang dewasa China yang telah terpantau selama 12 tahun menunjukkan keterkaitan dengan penggunaan dupa akut dan berbagai kanker pernafasan, termasuk kanker oral, saluran pernafasan dan paru-paru.

Sementara kedua penelitian tersebut tidak dapat membuktikan bahwa dupa merupakan penyebab yang meninggikan resiko penyakit, penelitian terkini menguak kemungkinan penggunaan dupa secara terbatas di rumah dapat membantu mengurangi resiko asma untuk beberapa anak, kata Lee kepada Reuters Health melalui email.

Beberapa penelitian di negara-negara Asia telah menemukan hubungan antara pembakaran dupa dan gejala masalah pernafasan pada anak, tetapi lainnya — termasuk seorang anak di Hong Kong — tidak menemukan keterkaitan tersebut, kata Lee dan tim penelitinya.

Penelitian tersebut belum menjelaskan apakah penemuan tersebut dapat disamaratakan di negara lain, katanya.


Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat, bulan depan, Microsoft akan mendemonstrasikan beberapa tablet yang berjalan di bawah platform Windows. Selain itu, menurut laporan menjelang CES, Microsoft juga kemungkinan besar akan memperkenalkan sistem operasi generasi terbaru mermeka, Windows 8.

Dalam pidatonya pada 5 Januari nanti, CEO Microsoft Steve Ballmer akan memperkenalkan tablet seperti Samsung, Dell, dan lainnya yang berjalan dengan platform Windows, seperti ditulis New York Times.

Koran tersebut juga menyatakan bahwa dalam kesempatan itu Ballmer akan memperlihatkan secara sekilas tablet yang diperkuat dengan sistem operasi Windows 8. Banyak industri teknologi yang menanti kemunculan Windows 8 itu.

Microsoft selama ini tertinggal dari persaingan cepatnya pertumbuhan pasar tablet, yang didominasi oleh sistem oeprasi Apple dan Android. Perusahaan riset Gartner memperkirakan pada 2010 sebanyak 54,8 juta tablet akan terjual.


Ponsel Nokia Communicator telah mencuri hati pengguna layanan seluler di Indonesia. Bahkan, ada komunitas tersendiri dari pengguna ponsel ini pada masa-masa jayanya beberapa tahun lalu. Beberapa generasi dari ponsel yang ditujukan untuk kalangan profesional tersebut pernah hadir di pasaran. Namun, sudah lama Nokia tak mengeluarkan versi terbaru Communicator. Meski demikian, bukan berarti Communicator ditinggalkan Nokia. Produsen ponsel terbesar yang berasal dari Finlandia tersebut bakal mengeluarkan generasi anyar Communicator, yakni Nokia E7.

“Nokia E7 diperkenalkan pertama kali di Nokia World dan saat itu memang disebut New Communicator. Tapi kita di Indonesia menyebutnya new stylish Communicator,” kata Triari Senatriawan, Senior Marketing Manager Mobile Computing Devices Nokia Indonesia, saat memperkenalkan Nokia E7 di Jakarta, Selasa (14/12/2010). Ia mengatakan, pihaknya sangat antusias membangun kembali komunitas pengguna Communicator dengan ponsel berbasis platform terbaru, Symbian^3, itu.

Seperti para pendahulunya, ponsel ini dilengkapi keypad QWERTY dan layarnya dapat dilipat sehingga berbentuk seperti sebuah notebook mini saat diletakkan di atas meja. Yang berbeda, kali ini layarnya hanya satu dan tidak ada layar kecil, tetapi selebar 4 inci dan juga merupakan layar sentuh yang bersifat multitouch. Sekilas bentuknya mirip dengan Nokia N8, ponsel Symbian^3 pertama Nokia, tetapi dengan ukuran sedikit lebih besar.

Sesuai target penggunanya, yakni kalangan profesional, Nokia E7 dilengkapi fitur-fitur yang mendukung produktivitas kerja. Beberapa fitur tersebut antara lain e-mail yang mendukung kebutuhan bisnis, seperti e-mail melalui Microsoft Exchange Server dan Office Communicator untuk layanan instant messaging. Ponsel ini juga dilengkapi teknologi USB on the go untuk membaca flashdisk secara langsung di ponsel dan sudah dilengkapi fitur antitheft untuk mencegah pencurian data jika sewaktu-waktu digasak maling.

Product Manager Nokia E7 Irwan Hermawan mengatakan, ada tiga kelebihan utama yang ditawarkan Communicator versi terbaru ini. Pertama, desainnya yang stylish. Sementara itu, dari form factor, layar yang berukuran 4 inci cukup besar dan membuat penggunanya leluasa untuk beraktivitas. Ponsel tersebut bahkan telah dilengkapi teknologi agar tidak silau saat digunakan di bawah paparan sinar matahari.

Kedua, Nokia E7 bisa menjadi perangkat kerja di jalanan. Beberapa aplikasi telah diinstalasikan di dalamnya untuk mendukung pekerjaan, seperti Quickooffice untuk membaca dan mengedit dokumen secara langsung. Aplikasi F-Secure mencegah pencurian data bila sewaktu-waktu ponsel tersebut dicuri. Pengguna tinggal mengirimkan SMS ke nomor seluler yang ada di dalamnya dan sistem secara otomatis akan mengunci akses ke ponsel. Jika pencuri mengganti SIM card, maka ponsel juga otomatis terkunci sehingga data di dalamnya tidak dapat diakses. Fitur USB on the go memudahkan pengguna saat akan mengakses atau memindahkan informasi dari flashdisk ke ponsel.

Keunggulan ketiga adalah hiburan. Nokia E7 sudah dibundel dengan layanan Nokia OVI Sesukamu sehingga penggunanya bebas mengunduh lagu selama setahun hingga 4 juta judul yang kini tersedia dan masih terus bertambah. Kameranya yang berkapasitas 8 megapiksel dapat merekam video HD 720p dan dilengkapi slot HDMI. Aplikasi peta dan navigasi juga sudah tersedia, termasuk navigasi berbasis perintah suara dan sesuai kebutuhan pengguna, misalnya apakah sedang berjalan kaki atau berkendara.

Head of Service and Portofolio Nokia Indonesia Haryati Lawidjaja mengatakan, Nokia E7 juga dapat mengakses ribuan aplikasi di bursa online OVI Store. Pihaknya juga membuka kesempatan kepada para pengembang perangkat lunak untuk turut berpartisipasi melengkapi perangkat tersebut dengan aplikasi-aplikasi tambahan.

Nokia E7 akan tersedia di Indonesia mulai Januari 2011 dengan pilihan warna perak, hitam, biru, dan oranye. Soal harganya, tunggu saja tanggal mainnya.


Presiden Amerika Serikat Barack Obama mencalonkan bintang rock terkenal Jon Bon Jovi sebagai anggota badan yang baru didirikan Dewan Solusi Masyarakat Gedung Putih.

Gedung Putih mengumumkan Selasa bahwa badan baru itu “akan memberikan nasihat kepada Presiden mengenai cara terbaik untuk memobilisasi warga negara, organisasi nirlaba, bisnis dan pemerintah untuk bekerja lebih efektif bersama-sama dalam memecahkan kebutuhan masyarakat tertentu.”

Bon Jovi, 48 tahun, adalah vokalis grup pemenang Grammy Award Bon Jovi, yang telah menjual lebih dari 120 juta album dan melakukan lebih dari 2.600 konser yang ditonton lebih dari 34 juta penggemar.

Bintang rock, yang merupakan pendukung kuat Partai Demokrat, juga menjalankan organisasi amal miliknya, Jon Bon Jovi Soul Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk membantu kehidupan orang miskin dan tunawisma di Amerika Serikat.

“Untuk saat ini, Bon Jovi dan Yayasan Soul telah menyediakan perumahan yang terjangkau bagi ratusan orang dan keluarga berpenghasilan rendah,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataannya.

Anggota lain dari dewan termasuk John Bridgeland, yang memimpin dewan kebijakan domestik presiden George W. Bush, Paula Boggs, seorang wakil presiden eksekutif di Starbucks Coffee Co, dan John Donahow, Presiden dan CEO eBay Inc.

“Orang-orang ini mengesankan dan perempuan telah mendedikasikan hidup mereka dan karir untuk keterlibatan sipil dan inovasi sosial,”kata Gedung Putih Obama mengatakan. “Saya berharap untuk bekerja dengan mereka dalam bulan dan tahun-tahun mendatang.”


ML Tobing menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mendiknas, Menpora, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Nike Indonesia, terkait penggunaan lambang negara Garuda dalam kostum tim sepak bola nasional.

“Ada fakta penggunaan Lambang Negara tersebut tidak berdasar dan melanggar Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan,” kata David Tobing, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa.

Dalam gugatannya, David memerintahkan Presiden (tergugat I), Mendiknas (tergugat II), dan Menpora (tergugat III) melakukan pengawasan penggunaan lambang negara, dan menghukum PSSI bersama Nike Indonesia untuk merevisi atau mengakhiri perjanjian tentang penggunaan lambang negara.

Pengacara bidang perlindungan konsumen dan kebijakan publik ini mengatakan ketentuan Pasal 65 UU No.24 Tahun 2009 bahwa penggunaan lambang negara Garuda di Kostum tim sepak bola nasional bertentangan.

Dia juga menyebut pasal 57 huruf (d) disebutkan dengan tegas setiap orang dilarang menggunakan lambang negara untuk keperluan selain yang diatur dalam UU ini.

Dalam pasal 51 lambang negara wajib digunakan di dalam gedung kantor, ruang kelas pendidikan, lembaran dan berita negara, paspor, ijazah, dokumen resmi, uang.

Lalu, dalam Pasal 52 lambang negara dapat digunakan sebagai cap atau kop surat jabatan, cap dinas, kertas bermaterai, surat tanda jasa, atribut pejabat, atau warga negara yang mengembang tugas negara di luar negeri, penyelenggaraan peristiwa resmi, buku pemerintah, UU serta di rumah WNI.

David menilai akibat perbuatan para tergugat ini telah menimbulkan kerugian immateri kepada dirinya selaku warga negara.

Penggunaan lambang negara yang seharusnya dijunjung oleh seluruh warga negara maupun masyarakat internasional yang melakukan kegiatan bisnis, katanya.

David juga menilai perbuatan PSSI dan Nike Indonesia yang kerjasama dalam memproduksi kostum tim nasional apabila diteruskan bakal menimbulkan ketidakpastian hukum dan menciptakan ketidaktertiban penggunaan lambang negara.

“Makanya dalam provisi gugatan mencantumkan tuntutan agar PSSI dan Nike menghentikan pemakaian lambang negara kostum tim nasional setidak-tidaknya dimulai sejak babak semi final AFF Suzuki Cup 2010 sampai ada putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” tegasnya.

David secara resmi telah mendaftarkan gugatan citizen law suit (gugatan warga negara) dan membantah gugatannya ini disponsori pihak tertentu.


Pelatih timnas sepak bola Indonesia, Alfred Riedl, meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lapangan latihan timnas yang representatif yaitu lapangan dengan rumput sintetis.

Permintaan lapangan latihan timnas itu disampaikan oleh pelatih asal Austria itu saat Presiden meninjau langsung persiapan timnas menjelang semifinal Piala AFF di lapangan PSSI Senayan, Jakarta, Senin.

“Saya meminta perbaikan infrastruktur mulai lapangan dan lampu. Khusus lapangan saya berharap diganti dengan lapangan sintetis,” katanya dihadapan Presiden.

Menurut dia, lapangan sintetis digunakan untuk mengantisipasi jika latihan saat hujan. Dengan menggunakan rumput sintetis lapangan tidak becek pada saat digunakan.

Untuk lampu, kata dia, juga mutlak diperlukan karena digunakan untuk mensiasati jika timnas butuh latihan malam terutama pada bulan Ramadhan.

Mendapat permintaan dari pelatih timnas itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merespon dengan cepat. Presiden meminta kepada PSSI segera menginventarisir kebutuhan timnas dan selanjutnya diserahkan ke Menpora untuk ditindaklanjuti.

“Tolong semuanya dinventarisir,” kata presiden usai memantau langsung kesiapan tim Merah Putih menjelang laga semifinal Piala AFF 2010 melawan Filipina di Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (16/12).

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pengelolaan Usaha Gelora Bung Karno, M. Nigara mengatakan, sebelum ada permintaan dari presiden pihaknya sudah berencana melakukan perbaikan Lapangan PSSI (C), namun terkendala dana.

“Dengan adanya instruksi ini akan secepatnya membuat rancangan dana renovasi. Malam ini akan kami mulai karena harus secepatnya diajukan ke Menpora,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, melihat kondisi saat ini pihaknya menaksir biaya yang dibutuhkan untuk renovasi lapangan dan penambahan lampu kurang lebih mencapai Rp6 miliar. Dengan rincian Rp5 miliar untuk lapangan dan Rp1 miliar untuk lampu.

Khusus untuk rumput sintetis, kata dia, akan menggunakan jenis 3 G atau rumput generasi terakhir dari Belanda. Rumput ini kualitasnya cukup bagus dan juga digunakan di untuk lapangan klub Real Madrid maupun Manchester United.

“Renovasi akan segera dilaksanakan. Kira-kira membutuhkan waktu sekitar lima bulan,” katanya menegaskan.

Share, Jakarta: Taktik dan strategi terus digodok pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl jelang pertemuan pertama semifinal Piala AFF 2010 melawan Filipina, Kamis (16/12). Ancar-ancar tim bayangan mulai terbaca setelah Firman Utina dkk mengelar sesi latihan pagi, Selasa (14/12).

Pada latihan di lapangan PSSI, Senayan, Jakarta, Riedl membagi skuadnya menjadi dua tim. Salah satu taktik yang ditekankan yakni meredam serangan balik lawan. Namun juga tidak ketinggalan Riedl mengasah daya serang pasukannya.

Untuk komposisi pemain, Riedl kemungkinan besar menurunkan duet Bambang Bepe Pamungkas dan Cristian El Loco Gonzales. Riedl sepertinya ingin mengulang memori indah Bepe yang menyumbang empat gol saat Indonesia melumat Filipina 13-1 di Piala Tiger 2002.

Jika benar Bepe dimainkan, dengan demikian Irfan Bachdim harus menunggu kesempatan tampil dari bangku cadangan. Kondisi baik menaungi lini pertahanan. Hamka Hamzah yang sebelumnya didera cedera sudah pulih dan berlatih normal. Di sektor gelandang tengah, Firman Utina bakal ditemani Ahmad Bustomi.


Nelayan di Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat menemukan bangkai kapal kuno bermuatan barang-barang antik diduga peninggalan abad ke-14 yang terseret ke perairan pantai oleh gelombang tsunami pada 26 Oktober 2010.

Kapal itu ditemukan nelayan yang tengah menyelam mencari ikan hias di perairan laut pesisir Pulau Sandiang, Kecamatan Pagai Selatan, mentawai, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Ir Yosmeri kepada ANTARA di Padang, Selasa.

Bangkai kapal dengan panjang 20 meter dan memiliki satu tiang utama yang masih utuh itu ditemukan nelayan pada kedalaman 18 meter di bawah permukaan laut, tambahnya.

Menurut dia, dalam kapal ditemukan sejumlah barang antik berupa keramik dan kendi-kendi kuno peninggalan Dinasti Sun China abad ke-12 sampai ke-14.

Yosmeri mengatakan, diduga bangkai kapal itu sebelumnya tenggelam di dasar laut Samudra Hindia yang kemudian terseret gelombang tsunami ke perairan laut Pulau Pagai Selatan dan terdampar di bawah laut sekitar Pulau Sandiang.

Mendapat laporan temuan bangkai kapal itu, DKP Sumbar telah memerintahkan DKP Kepulauan Mentawai melakukan pengamanan di sekitar laut tempat kapal itu ditemukan untuk menghindari aksi pencurian dari pihak-pihak lain, tambahnya.

Lokasi harus diamankan, karena sesuai ketentuan hukum, keberadaan kapal dan muatannya yang tenggelam di perairan laut Indonesia berada dalam penguasaan negara melalui Departemen Kelautan dan Perikanan RI, tegasnya.

Ia menyebutkan, pihak DKP Sumbar juga sudah melaporkan ke Dirjen KP3K Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan diharapkan pusat segera menurunkan tim ke lokasi.

Kita harapan tim Dirjen KP3K segera segera mengangkat bangkai kapal dan isinya, sesuai kewenangan pemerintah pusat terhadap keberadaan barang muatan kapal tenggelam, tambahnya.

Yosmeri mengatakan, sesuai ketentuan barang muatan kapal tenggelam dikuasai negara dan bisa dilelang yang hasilnya masuk ke kas negara.