Harga Beras Melambung, Bulog Tak Berani Beli

Posted: Desember 9, 2010 in Kumpulan Artikel Berita Nasional

Harga beras di Jawa Timur terus melambung jauh di atas harga pembelian pemerintah. Karena harga yang terlalu tinggi, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur menghentikan penyerapan beras.

“Harga gabah dan beras di pasar terlampau tinggi, jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Karena itu, pengadaan beras untuk sementara kami hentikan. Awal tahun depan semoga sudah ada panen lagi dan harga beras kembali normal,” kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jatim Agusdin Fariedh, Rabu (8/12/2010) di Surabaya.

Meski menghentikan serapan beras, Perum Bulog Divre Jatim kini masih memiliki persediaan beras sebanyak 163.000 ton. Stok beras ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di Jatim dalam tiga bulan ke depan.

Menurut Fariedh, harga beras kelas medium di pasar kini mencapai kisaran Rp 6.200 hingga Rp 6.300 per kilogram. Sedangkan harga gabah kering panen (GKP) mencapai Rp 3.200 per kilogram dan harga gabah kering giling (GKG) sekitar Rp 3.900 per kilogram.

Harga tersebut jauh di atas HPP yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2009 tentang kebijakan perberasan. Sesuai HPP, harga beras kelas medium dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen Rp 5.060 per kilogram, sedangkan harga GKP di petani Rp 2.640 per kilogram dan harga GKG Rp 3.300 per kilogram.

Nisa (30) pembeli beras di Pasar PPI, Jalan Gresik, Surabaya mengungkapkan, harga beras medium di pasar tersebut bahkan telah mencapai Rp 7.000 per kilogram. Harga ini jauh di atas kondisi biasanya yang hanya mencapai kisaran Rp 5.500 hingga Rp 6.000 per kilogram.

Operasi pasar khusus

Untuk meredam dampak kenaikan harga beras, Perum Bulog Divre Jatim minggu ini menggelontor kan operasi pasar khusus (OPK) yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau biasa disebut rumah tangga sasaran (RTS). Operasi pasar ini diperuntukkan bagi 3.079.822 RTS di seluruh Jatim.

“OPK kami salurkan setelah masyarakat miskin atau RTS menerima beras masyarakat miskin (raskin) bulan Desember. Penyaluran OPK diharapkan lebih mencapai sasaran karena masyarakat kecillah yang paling terkena dampak kenaikan harga,” papar Fariedh.

Sebelumnya, Perum Bulog Divre Jatim telah membuka operasi pasar reguler di Surabaya dan Malang, Namun, minat masyarakat kecil. Beras yang terjual hanya sekitar 15 ton.

Harga beras OPK sama seperti beras raskin yaitu Rp 1.600 per kilogram. Demikian pula, penerimaan beras setiap RTS juga sama seperti beras raskin, yaitu 15 kilogram beras per RTS.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s