Pentingnya Harmonisasi Mayoritas dan Minoritas

Posted: Desember 7, 2010 in Kumpulan Artikel Berita Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia adalah negara yang punya kelebihan tersendiri. Tidak banyak negara yang punya banyak perbedaan suku, bahasa, warna kulit sampai rambut. “Tapi, kita tetap satu bangsa, meski ada konflik di mana-mana,” kata mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Senin ( 6/12/2010 ) saat memberikan kata sambutan dalam peluncuran buku “Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian” di Pusat Kebudayaan Sako Gakkai,Jakarta Pusat.

Kalla menilai semua pihak perlu menghargai pluralisme Gus Dur karena itu merupakan gagasan sangat baik. “Pemikiran Gus Dur (soal pluralisme) itu baik dan penting. Tapi, tak cukup untuk melakukan perdamaian,” ujarnya.

Dia mencontohkan konflik yang terjadi di Poso, Ambon dan Sampit yang terjadi di saat Gus Dur berkuasa. Itu memperlihatkan bahwa rakyat butuh waktu lama untuk melaksanakan gagasan Gus Dur.

Kalla memunculkan pemikiran tambahan di samping toleransi, perdamaian dan anti kekerasan. “Gagasan harmonisasi yang berintikan pada bagaimana ciptakan keadilan. Bagi saya, itu yang penting,” pungkas pria Bugis itu.

Kalla mengaku dirinya sering mendapat beberapa pertanyaan dari kalangan minoritas. Ia pun meminta kaum minoritas dan kaum mayoritas untuk menjaga harmonisasi. Sebab, ia sering melihat kelompok minoritas tampil benar-benar minoritas dan sering juga memperlihatkan sikap mayoritasnya.

“Kadang minoritas tampil sebagai minoritas, tapi kadang pula sebagai mayoritas. Jangan hanya masalah KTP, kita mengeluh,” kata dia.

Untuk mencapai toleransi, lanjut Kalla, yang mampu harus membantu yang tidak mampu. “Toleransi itu saling menghargai satu sama lain. Mayoritas menghargai minoritas, dan sebaliknya,” tegas mantan pendamping Presiden SBY ini.

Masyarakat juga diperbolehkan untuk sering susah, asalkan bersama-sama. Kalla mencontohkan banjir di Manggarai, sedangkan di Menteng tidak tergenang. “Warga Manggarai itu mengeluh dan mendesak pintu air dibuka. Benar saja ketika petugas membukanya dibuka, kawasan elit Menteng pun kena banjir. Itulah namanya solidaritas,” ungkap Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu yang disambut tepuk tangan hadirin.

Akhirnya, tegas Kalla, yang tidak mampu akan berusaha dan bekerja untuk jadi mampu.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s