Akhiri Persekutuan dengan AS

Posted: Desember 6, 2010 in Kumpulan Artikel Berita Internasional

ISLAMABAD, KOMPAS.com – Ribuan Muslim Pakistan berpawai di Islamabad dengan pengamanan ketat Minggu (5/12/2010) untuk menuntut pemerintah segera mengakhiri persekutuan yang tidak populer dengan AS. Sekitar 3.000 orang ikut serta dalam pawai diselenggarakan oleh kelompok garis keras Jammat-i-Islami (JI) di dekat gedung parlemen.

“Sudah waktunya bagi penguasa dan pembuat kebijakan kita untuk memberi tahu Amerika ’tidak lagi’ dan seluruh negeri harus menjadi bagian dari gerakan ’Enyah Amerika’,” kata sebuah deklarasi.

“Kami mengadakan pawai ini untuk memprotes aliansi pemerintah dengan AS, yang meningkatkan inflasi, pengangguran dan ketidakadilan sosial di negara ini,” kata ketua JI Syed Munawar Hassan.

Ia memperingatkan bahwa operasi militer di daerah suku Waziristan Utara akan menyulut gelombang baru terorisme di Pakistan.

AS telah meminta Pakistan meluncurkan operasi darat besar-besaran di Waziristan Utara, yang dianggap sebagai sarang gerilyawan Taliban dan Al-Qaeda di perbatasan dengan Afganistan. Namun, Islamabad menyatakan, militernya akan terlebih dulu memperkuat kemenangan atas militan di daerah-daerah suku lain dan wilayah baratlaut.

Orang dengan segala usia berdatangan ke Islamabad dengan bus, mobil, kendaraan roda tiga, sepeda-motor dan sepeda kayuh untuk mengikuti pawai itu, sementara polisi bersenjata dan aktivis partai yang berjenggot menjaga ketat aksi tersebut. “Kami ingin pemerintah menghentikan operasi militer di wilayah baratlaut dan kawasan suku,” kata Hassan.

Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afganistan.

Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afganistan.

Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober 2009, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.

Meski terjadi perlawanan di Waziristan Selatan, banyak pejabat dan analis yakin bahwa sebagian besar gerilyawan Taliban telah melarikan diri ke daerah-daerah berdekatan Orakzai dan Waziristan Utara.

Waziristan Utara adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan Al-Qaeda dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan Amerika dan NATO di Afganistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai sasaran serangan rudal pesawat tak berawak.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaeda di kawasan suku baratlaut, tempat militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Sejumlah pejabat Pakistan melaporkan, sedikitnya 21 serangan pesawat tak berawak AS menewaskan sekitar 120 orang pada September, bulan paling mematikan dalam serangan semacam itu.

Lebih dari 250 orang tewas dalam 48 serangan sejak 3 September, yang menyoroti ketegangan dengan Islamabad terkait dengan kecaman AS karena sejauh ini Pakistan tidak melancarkan ofensif darat ke Waziristan Utara.

Pejabat-pejabat AS mengatakan, pesawat tak berawak merupakan senjata sangat efektif untuk menyerang kelompok militan. Namun, korban sipil yang berjatuhan dalam serangan-serangan itu telah membuat marah penduduk Pakistan.

Lebih dari 1.150 orang tewas dalam lebih dari 140 serangan pesawat tak berawak di Pakistan sejak Agustus 2008, termasuk sejumlah militan senior. Namun, gempuran-tempuran itu telah mengobarkan sentimen anti-Amerika di negara muslim konservatif itu.

AS meningkatkan serangan rudal oleh pesawat tak berawak ke Waziristan Utara setelah seorang pengebom bunuh diri Yordania menyerang sebuah pangkalan AS di seberang perbatasan di Provinsi Khost, Afganistan, pada akhir Desember, yang menewaskan tujuh pegawai CIA.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s