Ada Senja di Pelataran

Posted: Desember 4, 2010 in Puisi

Ini sudah kesekian kalinya, bukan kebetulan alam berkonspirasi dengan tuannya.
Saat itu, kau sapa aku di pelataran senja
langit merona merah
mentari tersipu malu
kau tatap mataku berdegup

Senja makin larut, kau tinggalkan jejakmu
Berbekas di pelataran senja, Aku menunggumu.

Ketika berdialog dengan hati
Menghadirkan serpihan-serpihan hitam putih
Menatap lembut ruang hampa
Membentuk simpul di bibir
Matanya berbinar, ada sebongkah cahaya tentang dirinya
Wajahnya merona merah
Diam-diam aku megintip malu
Ah, kau sungguh membentur bebalku
Habislah kata-kataku tentangmu
Kau bagaikan bidadari dari ujung senja
Ada jingga di balik wajahmu.


Share

Komentar
  1. gendut1mu3t mengatakan:

    Kau Bagaikan bidadari di ujung senja… Romantis untuk ukuran puisi…
    Tap[i Gombal Abiz untuk dunia yg kita pijak,, Nyata,,, Iya bukan maz?

    Salam kenal
    Vee

  2. UpayFan mengatakan:

    kamu tau puisi kan??
    ini hanya sekedar tulisan berlatar belakangkan genre PUISI, bukan untuk di tujukan ke seseorang.
    jika memang di tujukan ke seseorang, mungkin bisa di bilang gombal mungkin juga tidak (tergantung si pembaca menyikapinya).
    sama2, salam kenal juga.
    jgn bosen2 yaach mampir ke blog ini…🙂

  3. liana lee mengatakan:

    cielaah tuh puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s