Kejanggalan

Posted: Desember 3, 2010 in Kumpulan Cerita

Perempuan itu berlari tak terarah, berteriak teriak kayak orang yang kalap, kadang dia menari seperti liukan ombak di lautan lepas, kadang pula diam bak batu karang yang tetap tak goyah diterjang gelombang malam. sudah setengah bulan indah berubah menjadi lain dari pada yang lain. entahlah setan apa yang merubahnya. Tuhan pun terkesan diam melihat kajanggalanya. dia makluk yang dulu mencintai Tuhanya. namun kenapa kok seperti tak berbalas rasa cintanya itu. apa ini cinta yang sesungguhnya?. otaku tak mampu mencernanya

Kenyataan yang membuatku berpikir tuk tak percaya adanya Tuhan. Tuhan kadang memberi cobaan yang rasanya mustahil tuk di hadapi oleh umatnya, namun di balik peristiwa memang di takdirkan kan ada korban yang kan memberi sebuah pelajaran. dulu sewaktu keluargaku hampir hampir mati lemas kelaparan. ada tetangga datang membawa makanan. makanan hasil dari selamatan karna ada tetanggan yang meninggal. sebuah rizki dari duka seseorang. andai tiap hari ada yang meninggal. tak susah lagi aku mikir makan. di butuhkan perjuangan lebihkah dalam kehidupan. bersyukur dan mau menerima kegagalan.

Walau pun begitu aku masih saja setia padaNya. hati ini rasanya sudah melekat indah. tak tergantikan. walau terus tikaman yang terasa aku tetap ingin dekat dengaNya. aneh bukan? rasanya iklas saja. dan tak perlu alasan. Apakah ini yang juga di rasakan oleh perempuan itu. perempuan yang rela di madu oleh suaminya. dengan alasan mengikuti Nabi. poligami. seorang yang tak mau dosa tapi tetap berjiwa pengecut. ingin menang tak menerima kesalahan dan kekalahan. syahwat besar namun penghasilan kurang. Indah mejalani hari harinya dengan perasaan yang menggantung. di satu sisi dia mencintai suaminya. di sisi lain cemburu besar menggerogoti otaknya. bagai sebuah jeruk yang isinya telah busuk dan hancur,namun kulit luarnya masih begitu indah dan segar.

Hingga luka mendalam menghancurkan ingatanya, tawa, sedih tak pernah bisa di rasa. keluar tak lagi teratur terkendali. sepontan dan tak ada irama. apakah ini balasanya. roda semakin berputar kencang semakin membutuhkan as yang kuat dan tak mudah goyah. sayang dia tak kuat. berakhir di sebuah kejanggalan. sinting panggilanya. bahkan anak kecil pun kan melemparinya dengan kerikil maupun batu, hanya demi memuaskan imajinasi kenakalanya. atau sekedar ikut ikutan temanya. masyarakat tak ada lagi yang peduli denganya. menjadi cap bahwa dia contoh istri yang tak mau menurut suaminya, bisa kualat menjadi gila. sementara sang lelaki tetap mulia di posisinya. sungguh aneh keadaanya namun Tuhan tetap diam tanpa kata.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s