Aku dan si Pemberi Inspirasiku

Posted: Desember 3, 2010 in Kumpulan Artikel Unik

perbedaan usia di antara kami bukan suatu masalah untuk memiliki cinta masing masing di antara kami. Kalian tau? Kami saling mencintai.
Aku Gilang siswa kelas 3 SMU yang mencintai seorang wanita, entah apa hubungan di antara kami. Di bilang sahabatan lebih dari itu, di bilang adik kakak juga lebih dari itu, di bilang pacar? Belum ada pernyataan dari kami satu sama lain. Yang aku tau kami saling mencintai.

Icha namanya 8 tahun lebih tua dariku. Jika aku sekarang berusia 17 tahun dia berumur 25 tahun. Aku kagum sekali dengan wanita itu. Entah mengapa, ia inspirasi bagi setiap puisi puisi yang ku tulis. Dia seorang pekerja LSM anak. Coba kau gambarkan bagaimana pendapatmu tentang dia yang kucintai. Stylenya yang sederhana dengan jean kargo dan baju kaos lengan panjang melekat di tubuhnya menjadi ciri khas nya, pencinta anak anak, penyayang. aku suka wanita seperti itu.

Aku ingat saat pertama kali aku bertemu dengannya. Di sebuah gubuk reyot, ketika itu ia tengah mengajarkan satu persatu huruf dan angka pada anak anak jalanan itu. Ketika itu aku sepulang sekolah sedang melakukan hobyku yaitu memotret sisi kehidupan yang jarang di sentuh oleh kaum elit seperti anak anak jalanan ini. Aku tertegun melihatnya berdiri di depan makhluk makhluk kecil malang itu. Sempat ku potret ia beberapa kali sebelum akhirnya ia marah padaku karna memotretnya tanpa sebab.
Kau tau itu adalah sebuah kenangan lucu antara aku dan wanita itu. Karna hari itu, aku jadi sering mengunjungi gubuk itu melihat lihat keadaan di gubuk itu, menyumbangkan beberapa makanan dan tentu saja melihat mbak Icha.
aku pun sering mengirimkan puisi puisi ku untuknya lewat anak anak di sini. Contohnya seperti ini penggalan puisi yang aku berikan :
“ku sambut pagi menanti kelembutan aura mu di ambang hari
Menunggu gemulainya kata katamu dalam membimbing makhluk makluk kurang beruntung ini
Menjadikanmu sebuah anugrah tuhan terindah”
Begitulah kira kira isi penggalan puisiku untuknya.

Aku dan mbak Icha semakin hari semakin dekat. bercerita segala hal tentang hidup yang tak pernah kurasakan ketika aku dekat dengan perempuan yang sebaya denganku, dia memberiku kesan menghargai hidup. Aku begitu mengagumi setiap kata kata yang ia torehkan untukku. Lama kelamaan rasa kagum ini berubah menjadi rasa sayang dan cinta. mbak icha pun demikian. Kedekatan ini sempat terjalin setahun lamanya.

Hingga akhirnya pada hari itu aku mengunjungi gubuk itu, mbak icha tak terlihat pada hari itu hingga matahari terbenam aku pun pulang dengan rasa kecewa.
Keesokan harinya aku datang kembali dan sama seperti hari kemarin dan sebuah surat mendarat di tanganku dari anak anak kecil itu. Setelah ku buka ternyata surat itu dari mbak icha.
“Gilang, maaf aku tak sempat memberimu tahumu tentang kepergianku. Aku pergi demi cita citaku selama ini, maaf sekali aku harus meninggalkanmu. Aku mendapat tugas menjadi LSM anak di papua. Kamu tau bukan daerah itu pendidikannya sangat minim? Sungguh dari dulu aku ingin kesana untuk membela hak hak anak di sana. Itu panggilan jiwaku selama ini. Satu hal Aku mencintaimu dik”.
Sungguh, surat ini semakin membuat kekagumanku membesar untuknya namun hati ini pilu saat dia meninggalkanku. terasa begitu sakit di relung relung hatiku. wanita itu begitu memberikan inspirasi terbesar dalam hidupku.

Ku genggam surat itu dan aku berlari dari tempat itu. berlari, berlari dan berlari sekencang mungkin mencoba mengalahkan angin yang berhembus. Berlari sambil membenamkan bayangan sosok wanita itu dalam benakku.
“AKU CINTA DIA”
Ku pekikkan kalimat itu sekeras mungkin sambil terus berlari sekencang mungkin. Berharap mbak Icha mendengarkannya.

“sebuah rasa tak mungkin sirna begitu saja
Meski beribu ribu kilo meter memisahkan kita
dan seluas laut memberi halangan di antara kau dan aku
Tetap saja kau lah yang terindah pemberi inspirasi terbesar dalam hidupku
Aku harap akan ada pertemuan kedua yang abadi suatu saat nanti di antara kita”


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s