Arsip untuk Desember 3, 2010

Air Mata Saksi Rasaku Saat Ini

Posted: Desember 3, 2010 in Gien Aquilan

Dengarkan aku
Bacalah tiap kata yang ku tulis untukmu
Dan izinkan aku menulis namamu
Namamu yang indah dan penuh arti
Di hikayat hatiku ini

Walau fakta tak sesuai asa
Namamu sudah terlanjur terpatri
Di lubuk hati
Sulit bagiku menghapusmu

Dalam lembaran hikayat hidupku ini
Bulir air mata ini
Menjadi saksi betapa aku merasa
Sakit atau Cinta tak bisa ku raba saat ini

Aku hanya inginkanmu
Bukan yang lain
Maafku terbuka lebar untukmu

Tapi hatimu……………
Kosong ku rasa saat ini
Otakku dan hati tak bisa bersatu

Lihat aku
Tatap aku
Pandang aku

Kau patahkan sayap pengganti ini
Ku tak bisa terbang lagi
Mencapai mimpiku selama ini

Daun yang hijau ini
Tlah berubah menjadi coklat layu
Meski kau siram kembali
Hanya akan mempercepat rapuhnya diriku saat ini

Air mata
Bulir air mata
Saksi perasaanku saat ini
Yang terlampau luka oleh cinta
Lelah ku saat ini


Share

Sudut Liarnya Hidupku

Posted: Desember 3, 2010 in Puisi

aku terlalu lelah untuk mempunyai asa
bisakah aku bersandar sejenak d bahumu melepaskan lelahku?
kekuatan untuk sehempal menggenggammu
terlalu kecil kekuatan itu
seperti fatamorgana anganku
semakin ku dekat
semakin menghilang
semakin ku jauh
semakin nyata
izinkan sekali ku teteskan air mata ini
di sudut ragamu itu
walau hanya setetes membasahimu

tentang setetes asa yang ada di qolbuku
membuatku takut kehilangan
tentang sepercik harap yang ada di genggaman
membuatku mudah melepaskan
tentang seberkas sinar cerahnya terang
membuatku kembali berada di putaran roda kehidupan
menghilang sejenak
membuatku ingin kembali
datang sejenak
membuatku ingin pergi lagi

liarnya diriku
menimbulkan banyak rintangan tuk dijinakkan
labilnya emosiku
menampakkan bijaksananya orang sekitarku
lamanya bersama
memunculkan kebosanan
sedikitnya waktu itu
menggairahkan kualitas pertemuan
aku adalah aku yang liar dan labil
menunggumu yang jinak dan stabil
dalam lingkaran kotak-kotak kehidupan
jangan biarkan aku tersesat menuju hatimu


Share

Tidak ada seorang manusia pun yang ingin hidup menderita, tidak juga aku,anda atau orang lain yang ada di sekeliling anda. Semua orang ingin merasakan bahagia, hidup bersama dengan orang- orang yang di cintainya, yang mengasihi dirinya. Kalau boleh memilih akupun akan memilih hidup tidak seperti ini, ..tidak menderita, …tidak merasakan luka..,pedih dan perih….Tapi mungkin sudah di gariskan olehNya kalau aku akan hidup menderita, di zholimi oleh seorang laki-laki yang menikahi ku secara Syah…., disakiti oleh orang yang kucintai….

Perjalanan hidupku memang tidak semuanya kulalui dengan penderitaan, masa kanak- kanak ku , kulewati dengan penuh kebahagian, masa remaja ku pun penuh dengan pengalaman yang mengasyikkan….,aku mempunyai pengalaman merasakan apa itu menyukai lawan jenis…., bagaimana merasakan senangnya berada di dekat orang yang kita kasih…, merasakan bagaimana rasanya putus cinta…, meninggalkan dan di tinggalkan(he he he).

Pertemuan ku dengan orang yang menikahiku , tidak di sengaja…sore itu aku menemani teman sebelah rumah ku pergi kesalon disimpang tempat kami tinggal, karena salonnya tutup kami pun pulang, saat di jalan teman ku bertemu dengan kekasihnya(yang saat ini menjadi suaminya) dan di ajak mampir kerumahnya…kami pun mampir , karena kesalon tidak jadi apa salahnya aku ikut temanku ketempat kekasihnya, lagi pula temanku memaksa ku untuk menemaninya dengan alasan tidak enak kalau di lihat tetangga bila dia hanya berdua dengan kekasihnya. disini aku mengenal bapak dari anak – anak ku..saat kami lagi bercerita dia lewat di depan rumah sama teman ku di sapa ” mampir bang”…rupanya dia kakak leting dari kekasih teman ku..saat itu kami cuma pandangan sekilas. setelah itu aku tidak melihat ke dia lagi.Satu setengah bulan kemudian, ketika aku pulang dari dinas sore di RSUD Curup.. temanku datang kerumah mengatakan ada yang mau berobat, aku jawab silahkan datang tapi aku mau mandi dulu..kotor baru pulang dari jaga(dinas). sehabis mandi aku baru tahu kalau yang mo berobat itu ada lelaki yang kulihat sore itu di rumah kekasih teman ku. setelah aku mengobati luka ( saat itu dia luka kecelakan keserempet mobil) aku tidak pernah bertemu lagi dengan dia. sampai pada suatu pagi ketika aku pulang dari dinas malam..Mama mengatakan kalau ada yang di bicarakannya dengan ku…Ya Allah..betapa terkejut aku setelah mendengar cerita mama bahwa mama dan papa telah menerima lamaran seorang lelaki untuk ku, kenapa mereka tak bertanya dulu padaku…??, mengapa mereka yang memutuskan nasib ku…..??Akhirnya aku menikah dengan lelaki pilihan orang tua ku…hari – hari setelah perkawinan ku lewati sebagai istri dari orang yang tidak ku cintai…aku berusaha menjadi istri yang baik..11 bulan setelah perkawinan kami di kurnia seorang putri…selama 11 bulan itu sudah banyak persoalan yang kami dapatkan,..tapi aku tetap berusaha menjadi ibu dan anak yang baik bagi keluarga ku.

memasuki 8 tahun perkawinan ku..aku pindah ke Palembang mengikuti bapak dari anak-anak ku..aku pindah setelah 1 bulan papa meninggal, pindah kerja ke RS dimana sampai kini aku masih menjalani tugas sebagai karyawan pada Rumah Sakit tersebut.di palembang aku mendapatkan anak kedua ku…selama di palembang ini lah banyak peristiwa yang menyakitkan yang aku alami..statusku sebagai istri di GANTUNG orang..(istri cuma di surat nikah).

aku cuma bisa menangis dan menangis…….berusaha menerima suratan nasib….menerima suratan garis tangan… tapi apa aku harus seperti ini terus…hidup hanya satu kali……Ya Robbi…Apa yang harus aku lakukan…

KASIH….Tunjukan aku jalan mu..tujukan aku apa yang harus aku lakukan…agar dapat membuat anak- anak ku bahagia…membuat mereka ceria….tidak seperti saat ini…mereka seperti asing dengan Bapaknya sendiri….

KASIIHHHHH……Tunjukan pada ku mana yang terbaik bagi ku….agar aku mendapat RidhoMu….


Share

bukan karena membenci kehadirannya,

bukan tak ingin membicarakannya, bukan karena lemah menghadapinya. hanya saja diam adalah sikap yang kupunya.

karena cinta tak harus dijauhi, karena cinta tak harus mengata, karena cinta tidak berwujud. jika belum jelas bagaimana jadinya.

cintailah ia dalam diam. karena dengan itu kau bisa menjaga rasa…

bukan karena membenci kehadirannya,

layaknya bintang dilangit yang indah bila dipandang dari atas bumi itu, sebab hadirmu menjadi coba saat kau dekat disini.

cukuplah dari kejauhan itu, aku mencintaimu

untuk rasa syukur akan perasaan itu. cukup dengan menjaganya, tidak di pupuk dengan kata sayang yang menggoyahkan imanmu, atau seutas kata rindu yang membelenggu harimu dan hariku, sesederhana hembusan angin yang menyimpan potensi topan jika tak dijaga. hanya dengan kesederhanaan cintailah ia,

karena tiada yang tahu bagaimana rencana-Nya, mungkin saja rasa ini akan melapuk atau membeku dengan perlahan.

karena hati mudah dibolak-balikan, serahkan cinta yang tiada sanggup dihalalkan itu pada yang Memberi dan Memilikinya.

biarkan ia yang mengatur semuanya. hingga keindahan itu datang pada waktunya. dan ikhlaslah dalam cinta.

cukup Cintai ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan

sebab cinta harus mengerti,

bagaimana ia harus ditempatkan dalam waktu..

AJ.


Share

perbedaan usia di antara kami bukan suatu masalah untuk memiliki cinta masing masing di antara kami. Kalian tau? Kami saling mencintai.
Aku Gilang siswa kelas 3 SMU yang mencintai seorang wanita, entah apa hubungan di antara kami. Di bilang sahabatan lebih dari itu, di bilang adik kakak juga lebih dari itu, di bilang pacar? Belum ada pernyataan dari kami satu sama lain. Yang aku tau kami saling mencintai.

Icha namanya 8 tahun lebih tua dariku. Jika aku sekarang berusia 17 tahun dia berumur 25 tahun. Aku kagum sekali dengan wanita itu. Entah mengapa, ia inspirasi bagi setiap puisi puisi yang ku tulis. Dia seorang pekerja LSM anak. Coba kau gambarkan bagaimana pendapatmu tentang dia yang kucintai. Stylenya yang sederhana dengan jean kargo dan baju kaos lengan panjang melekat di tubuhnya menjadi ciri khas nya, pencinta anak anak, penyayang. aku suka wanita seperti itu.

Aku ingat saat pertama kali aku bertemu dengannya. Di sebuah gubuk reyot, ketika itu ia tengah mengajarkan satu persatu huruf dan angka pada anak anak jalanan itu. Ketika itu aku sepulang sekolah sedang melakukan hobyku yaitu memotret sisi kehidupan yang jarang di sentuh oleh kaum elit seperti anak anak jalanan ini. Aku tertegun melihatnya berdiri di depan makhluk makhluk kecil malang itu. Sempat ku potret ia beberapa kali sebelum akhirnya ia marah padaku karna memotretnya tanpa sebab.
Kau tau itu adalah sebuah kenangan lucu antara aku dan wanita itu. Karna hari itu, aku jadi sering mengunjungi gubuk itu melihat lihat keadaan di gubuk itu, menyumbangkan beberapa makanan dan tentu saja melihat mbak Icha.
aku pun sering mengirimkan puisi puisi ku untuknya lewat anak anak di sini. Contohnya seperti ini penggalan puisi yang aku berikan :
“ku sambut pagi menanti kelembutan aura mu di ambang hari
Menunggu gemulainya kata katamu dalam membimbing makhluk makluk kurang beruntung ini
Menjadikanmu sebuah anugrah tuhan terindah”
Begitulah kira kira isi penggalan puisiku untuknya.

Aku dan mbak Icha semakin hari semakin dekat. bercerita segala hal tentang hidup yang tak pernah kurasakan ketika aku dekat dengan perempuan yang sebaya denganku, dia memberiku kesan menghargai hidup. Aku begitu mengagumi setiap kata kata yang ia torehkan untukku. Lama kelamaan rasa kagum ini berubah menjadi rasa sayang dan cinta. mbak icha pun demikian. Kedekatan ini sempat terjalin setahun lamanya.

Hingga akhirnya pada hari itu aku mengunjungi gubuk itu, mbak icha tak terlihat pada hari itu hingga matahari terbenam aku pun pulang dengan rasa kecewa.
Keesokan harinya aku datang kembali dan sama seperti hari kemarin dan sebuah surat mendarat di tanganku dari anak anak kecil itu. Setelah ku buka ternyata surat itu dari mbak icha.
“Gilang, maaf aku tak sempat memberimu tahumu tentang kepergianku. Aku pergi demi cita citaku selama ini, maaf sekali aku harus meninggalkanmu. Aku mendapat tugas menjadi LSM anak di papua. Kamu tau bukan daerah itu pendidikannya sangat minim? Sungguh dari dulu aku ingin kesana untuk membela hak hak anak di sana. Itu panggilan jiwaku selama ini. Satu hal Aku mencintaimu dik”.
Sungguh, surat ini semakin membuat kekagumanku membesar untuknya namun hati ini pilu saat dia meninggalkanku. terasa begitu sakit di relung relung hatiku. wanita itu begitu memberikan inspirasi terbesar dalam hidupku.

Ku genggam surat itu dan aku berlari dari tempat itu. berlari, berlari dan berlari sekencang mungkin mencoba mengalahkan angin yang berhembus. Berlari sambil membenamkan bayangan sosok wanita itu dalam benakku.
“AKU CINTA DIA”
Ku pekikkan kalimat itu sekeras mungkin sambil terus berlari sekencang mungkin. Berharap mbak Icha mendengarkannya.

“sebuah rasa tak mungkin sirna begitu saja
Meski beribu ribu kilo meter memisahkan kita
dan seluas laut memberi halangan di antara kau dan aku
Tetap saja kau lah yang terindah pemberi inspirasi terbesar dalam hidupku
Aku harap akan ada pertemuan kedua yang abadi suatu saat nanti di antara kita”


Share

Beberapa Menit yang Berarti

Posted: Desember 3, 2010 in Kumpulan Cerita

” Ayah, adik pergi dulu ya… adik mau sama ibu ke Mall, nanti siang…” Anak ke duaku menyambutku sehabis mandi.
” Sepatu ayah sudah adik semir kan?”, tanyaku.
” Sudah, ada di Rak sepatu depan”.
” Hati-hati ya…” suara motor menamatkan percakapan kami.

Minggu pagi ini mendung jadi raja sesaat. Derajat peluh penuh sudah akan kusiapkan, akan kutampung sehari nanti. Pekerjaan bagiku adalah lelembut halus yang menghantui dan terus saja akan aku kejar, jika aku jadi sang pemburu hantu. Bau melati itu. Bau itu akan terus kuhirup.

” Pak Andi nanti ke Jalan Perum Peruri no 74 ya, terus ke Gereja yang dijalan Sudirman ya… terus anterin ke Gedung Arya Graha, aku sudah disana.” Bu Fandi sudah menelpunku.
” Jam berapa Ibu?”.
” Oh ya… kalo dirumahnya jam 7.30 pagi ini.”
” Oke ibu saya akan kepangkalan”.

Mobil sudah berada diperaduannya. Dengan Hiasan cantik diselasar menyilang dipunggung. Bunga-bunga mobil itu berkamuflase dengan cantik pula. Pita-pita panjang itu seperti merekatkan dua insan, Bos sementaraku nanti. Merekatkan janji yang mereka titahkan. Bunga dan Pita adalah tipuan nyata bernama keindahan. Menalikan dengan paksa atas nama kodrat dan dogma. Bunga itu palsu atas jawaban langit jika menangis, Pita itu hanya selembar plastik yang berwarna yang berspekulasi membentuk berimbangnya khasanah kulit mobil. Kulihat hanya ada mobil Toyota warna putih tahun 2010 di garasi. Aku akan ke perhelatan. Aku segera ke Jalan Perum Peruri 74. Karena Jam sudah membentak untuk segera membelai pedal gas.

**********************************************************************
Aku sudah berada didepan Rumah bergaya Retro minimalis. Aku rasa ini bukan rumah orang tua mereka. Aku memarkirkan mobil tepat didepan mulut pintu tengah rumah itu. Kulihat hanya ada 2 Buah mobil pengiring yang akan membututiku nanti. Aku segera melakukan perdana tugasku, berdiplomasi dengan kerabat.

Mulut ini seperti ingin mengunyah sebatang Rokok, tetapi peraturan mengharuskanku untuk mensubstitusinya dengan sebuah permen. Batik ini juga hasil peraturan dari pangkalan. Batik dress code perusahaan dengan Lambang inisial huruf AD, dibawahnya tertulis Armyra Decoration disaku kirinya. Hanya sepatu fantofel hitam yang telah disemir polos hati anak keduaku yang membuat aku merasa nyaman bekerja.

Kedua mempelai telah keluar dengan tergesa-gesa. Sambil dibelakangnya dikuti orangtua mereka. Ada 4 anak kecil berdandan terduplikasi mempelai putri. Segera aku memasang wajah tersenyum, membuka pintu mempelai putri dan membuka-tutup pintu mempelai pria. Aku sudah siap menuju majelis yang akan mensyahkan mereka.

Kedua mempelai adalah seseorang yang lebih tinggi secara fisik daripadaku. Raut wajahnya menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang tak pernah keluar dari tempat yang berAC. Berbalut busana perpaduan Putih dan krem menjadikanya pilihan warna gaun pengantin terkini. Sangat apik untuk hari terbaiknya ini. Elegan dengan menampilkan struktur dan garis rancangnya. Kurasa mereka mempersiapkan khusus balutan untuk hari ini. Kurasa mereka adalah dua orang yang terlebihkan dalam finansial.

Segera aku mengorek mobil untuk berjalan. Kemudian menyalakan MP3 lagu kebangsaan pernikahan. Janji Suci Yovie and the Nuno. Lagu ini direkomendasikan oleh anak pertamaku. Sebelum tren lagu ini aku memutarkan lagu Anyam-anyaman Sujiwo Tejo. Tiga ratus derajat selanjutnya roda mobil ini sudah keluar dari rumahnya. Tugasku sampai disini sudah selesai, tinggal mengendalikan kereta agar aman berjalan. Dari sini aku bisa merasakan puncak dari tugas-tugasku menjadi kusir mobil pernikahan. Ini saatnya, aku sering memperhatikan dua insan ini dalam perjalanan kepelaminan meraka. Apa yang mereka bicarakan, apa yang mereka rasakan.

” Apa sih tujuan kita menikah, mas?” suara itu menyentak dari mulut sang mempelai wanita.

Banyak memori dari mobil motif bunga ini. Banyak dari mereka berdiam saja, banyak dari mereka yang komat-kamit menghafalkan janji pernikahan, banyak dari mereka yang bersendau gurau melantunkan intro bagi pernikahan mereka. Aku biasa merasakan waktu dihentikan bagi para mempelai dijok dibelakangku. Aku melihat detik penting kehidupan mereka disini.

Tapi mempelai pasangan ini lain. Mereka tak mereduksi atmosfir kebahagiaan di perjalanan sesi ini. Aku segera melihat mereka dikaca kecil diatas.

Sang mempelai pria tidak seperti biasanya. Mempelai pria terlihat memandang keluar dengan tangan memegang mulut sambil berfikir. Duduk mereka berjauhan, seakan aku mengendarai mereka menuju pengadilan agama untuk sebuah perceraian. Bagiku keadaan ini menggambarkan mempelai wanita yang sekarang pupus dari dandanan cantik balutan busana yang ia kenakan. Ada apa dengan mereka?.

Sayang kepedulianku menabrak peraturan, bahwa aku tak boleh mengajak mereka berbicara kecuali aku ditanya dahulu oleh sang dewa-dewi ini. Ingin aku mengganti lagu di MP3, tapi aku tak punya perbendaharaan lagu yang cocok. Ingin aku memutar film di Double Monitor belakang jok mobilku dengan film ” Tuhan mereka tentang perintah Nya melakukan konsensus ini”.

Menara gereja itu telah tampak, tinggal aku berbelok diperempatan jalan maka aku akan sampai. Mereka masih dengan tabiat mereka dibelakangku. Aku segera membuka pintu mempelai pria dan mempersilahkan mempelai pria membukakan pintu bagi untuk mempelai wanita. Peri-peri kecil telah membentuk barisan menuju altar dan kumelihat Pendeta dan para undangan telah ditempat mereka.

Tetapi kini kulihat kedua mempelai tersenyum menampikkan atas apa yang terjadi didalam mobil. Owh aku ingin berteriak… aku ingin berkata keras bahwa mereka akan melakukan kebohongan besar nantinya. Tapi aku hanyalah seorang pengantar. Aku hanya melakukan tugasku yaitu mengantar. Sama seperti mereka akan melakukan tugas mereka. Mempelai bertugas sebagi mempelai. Pendeta bertugas sebagai pendeta. Dan Tamu undangan bertugas seperti penonton, tak lebih.

*************************************************************************
Aku telah menghabiskan sebatang rokok di pelataran Gereja. Aku mengecheck Mobilku. Mendung bukan penyebab mengapa ke dua mempelai bersikap, atau setidaknya bukan karena asap rokokku yang menyebabkan awan menjadi mendung. Aku juga tak mau berdoa untuk menghentikan hujan, karena hujan itu anugrah, aku tak mau menolak anugrah dari tuhan. Aku berada diruang lingkup para supir-supir pengantar majikan-majikan mereka. Kami berbincang mengenai kehidupan nyata kami.

Kerabat memberi kode kepadaku bahwa prosesi berkidung digereja telah berakhir. Aku segera menuju ke mobilku. Membuka pintu bagi mempelai wanita, menutupnya. membuka pintu mempelai pria dan menutupnya.

Aku bersemangat mengendarai mobil disesi ini. Kami akan segera menuju Gedung Resepsi. Sekarang aku akan diikuti oleh banyak Mobil. Walau tanpa Forider. Tapi inilah sesi kedua pekerjaanku yang menyenangkan dan aku akan mendapatkan bonus tentang drama apa yang terjadi didalam mobil ini. Aku masih memakai lagu yang sama. Agar mempelai mengingat erat lagu ini, bahwa lagu ini akan menjadi bisikan terindah dihari tua nanti.

Tabiat kedua mempelai ini masih sama. Masih terlihat acuh didalam. Sang mempelai masih bertolak pandangan. mereka melihat obral murah pemandangan dunia di luar kaca mobil. Sang mempelai wanita masih ingin mendengar jawaban mempelai pria. Dan sang mempelai pria masih enggan memberi jawaban dan masih mencari-cari jawaban formula.

Apa yang mereka lakukan didepan pendeta?.
Apakah mereka tak mengingatnya?.
Apa yang mereka ucapakan setelah pendeta berucap tentang janji janji itu?.
Mereka ada didepan apa yang mereka sembah, apa mereka tak melihat semua itu?.

ini adalah pengalaman bias saat aku menjadi pengantar, tak seperti biasanya. Dan seharusnya aku menikmati ini. Bukan berfikir terlalu dalam.

Kuat menjalankan pementasan digereja, aku meyakini mereka juga akan kuat menjalankan skenario mereka di Gedung Resepsi. Pementasan ini lebih besar, walau set pangggung kurang terlihat sakral. Dan aku merasa mobil ini adalah ruang ganti pementasan dimana mereka membuka topeng dan kostum nyata mereka sesaat untuk melanjutkan pementasan kembali.

************************************************************************

Babak selanjutnya telah dimainkan. Mempelai kini ada didalam Gedung resepsi. Aku tak ingin mengeneralisasi atas apa yang terjadi. Aku menuju ke Boss ku saja, aku melandai turun menuju tata-pemerintahan perusahaanku sekarang. aku bertemu bu Fandi. Dan dia memperkenalkan sopir penggantiku. Aku bersalaman dengan pria itu, sambil diiringi tawa bu fandi ” Pak andi ini nggak cocok jadi supir mobil pengantin…”.

Benar sekali ini adalah menjadi terakhir tugasku meladeni wahana pernikahan ini. Setelah ini aku akan berpisah sementara untuk memulai usaha sendiri membuka persewaan mobil pernikahan dan nantinya akan mejadi rekanan perusahaan bu Fandi. Bu fandi telah merestuiku untuk berpisah kemudian bergabung lagi.

Mendung gagal menjalankan rencananya. Anugrah itu enggan datang sore ini. Aku telah bersiap di samping mobil. Senyuman masih kuperlihatkan ditengah ingatanku untuk menjemput anak kedua ku di Mall. Kini mobil kami sendirian menuju rumah mempelai.

Aku membuka pintu untuk mempelai wanita. Menutupnya kemudian membuka dan menutupnya untuk mempelai pria. Aku sudah memasukkan gigi untuk maju. Tetapi bahasa tubuh kedua mempelai ini tidak ada yang berubah. Datar dan saling acuh. Aku hendak mengajak berbicara, toh ini tugas terakhirku dan tak apalah melanggar peraturan perusahaan.

” Mas mbak, mau mutar MP3 apa nih?”.

Pertanyaanku tak digubris. Ini memperlihatkan tentang apa yang terjadi didalam. Mereka masih sukses melakoni peran-peran mereka di panggung pernikahan di resepsi tadi. Pertanyaanku seperti klakson. Bersuara keras dan tak pernah digubris.

Mp3 kuganti Anyam-anyaman Sujiwotejo. Film pada layar dibelakangku pun masih memutar film yang sama. owh… Tuhan berikan aku kondektur malaikat, atau setidaknya pengamen malaikat kecil yang bisa mencuri perjalanan mereka disini.

Apakah mereka tidak direstui orang tua mereka? apakah salah satu dari mereka berpindah keyakinan ? atau ini perjodohan ala siti nurbaya?… ah aku berfikir terlalu keras lagi.

Aku telah didepan rumah mereka. Detik ini lelaku mereka masih sama. Kudengar hembuskan nafas panjang.

Sang mempelai wanita bertanya sekali lagi ” Mas apakah tujuan pernikahan kita?”.

Aku masih memperhatikan dan tak beranjak dari kursi. Aku ingin melihat Klimak dari episode ini. Sang mempelai pria kemudian melihat mempelai wanita. Dan mencium kening mempelai wanita dengan indah sekali.

Aku pun ikut tersenyum. Segera aku melaksanakan list terakhir tugasku. Membuka pintu mempelai pria dan mempersilahkan mempelai pria untuk membukakan pintu dan menggandeng mempelai wanita.

Kini aku telah melaksanakan tugasku. Kini sekarang aku malah merasa bertambah peran. Kini aku menjadi undangan mereka dan pendeta mereka yang sesungguhnya. Aku melihat sambil tersenyum kepada mereka berdua yang bergandeng tangan dan masuk ke rumah mereka.

*************************************************************************

Kemudian mobil kuarahkan ke Mall untuk menjemput anak keduaku yang masih SD kelas 3 itu. Tepat di mulut pintu Mall. Kulihat anakku digendong oleh mantan isteriku. Setelah bersalaman dengan suami mantan isteriku. Aku dan anakku berputar-putar kota dengan mobil indah ini.


Share

Ada tanya yang terpendam, tak terejakan. Tanya yang kerap hadir saat garis senja terbenam. Bait atau syair gelisahmu itu menjalari malam yang menyibukkanku. Rerimbun tanya dan tanya yang tidak akan terjawab, sebab angin melarikan tanya dan pekat menyisipkan jawab, di saku mimpi.

Udara pagi menusuk. Sinar rembulan meredup terbalut pekatnya kabut. Jiwamu yang tersapa hampa kian gelisah oleh kata-kata yang sedari tadi tumbuh di mimpi. Senyap mulai semaikan ribuan puisi kerinduan, tapi penuh kemayaan.

Mengejaku, mengajak dirimu tersudut di siku malam yang sunyi. Mengejaku, membuat dirimu menuang ribuan tanya yang tak tereja. Tanya yang kerap meluncur tuk memahamiku. Inilah sebuah keentahan yang entah bagaimana lagi harus kukatakan. Sebuah keanehan yang terpelihara.

Sengaja aku menabung tanyamu itu, perlahan menyudutmu dalam kebisuan, ketidakpastian yang amat maha dahsyat akan menerpamu. Mungkin sudah kau rasakan, iya kan?

Akan kubiarkan begitu. Kubenamkan dirimu. Bukan inginku sebenarnya, namun mengejakan semua yang kulalui, tentu akan menenggelamkan dirimu dalam jejak nisbi yang semakin pekat. Aku katakan sejujurnya, aku sulit kau eja, jejakku terlalu terjal, jiwaku terlalu liar untuk kau susur.

Namun, bila keingintahuan itu begitu maha dasyat membanjiri hatimu, keinginan untuk mengejaku, maka aku persilahkan kau susur waktu yang telah kugurat itu, lihatlah jejakku.

Dan tatkala kau masih juga belum mengenalku, coba lihat saat debu menimbunku, coba kau angsur tanya pada mereka yang dekat denganku. Mungkin bisa jadi referensi untuk mengenaliku. Setidaknya aku ada dalam warna hidup mereka, mungkin beberapa tanyamu akan terjawab dari mereka, semoga.

Namun, jika belum juga kau temukan jawab itu, maka katupkan mata, susurlah malam berjelaga, mimpi-mimpi fatamorgana akan kau temukan. Labirin dengan sekat putih akan menyapamu. Gunakan hati nurani agar tak tersesat saat mengenaliku.

Bila sudah berada di sana, lekaslah menujuku, iya! Di pucuk itu. Tataplah sedalam kau menatap telaga, dan marilah bercengkrama, menandaskan tanyamu yang belum juga tuntas itu.Tapi tolong, jangan tanya siapa diriku, karena aku akan hilang terbalut kabut, tolong jangan tanyakan hal itu. Bisakah?

Mungkin engkau akan beranjak meninggalkanku, tapi sebentar, sekedar berkabar, nyatanya aku tak bisu, aku bisa menalar apa yang engkau katakan. Sungguh! Ini bukan peran gila yang kulakukan, aku ingin jadi diriku sendiri, dan kau menemukanku seperti manusia yang hilang ingatan, ah betapa -maaf- bodohnya dirimu.

Aku mengunggumu di sini, mengeja bahagia yang kau cari, entah dan dengan keentahan yang bagaimana lagi aku akan mengejakan itu padamu, sebuah tanya yang kerap melesat dari bibir basahmu itu, ” engkau sudah menemukannya?”

Baiklah, mungkin akan terurai jika aku mengatakannya lewat deretan kata ini. Aku sudah menemukannya, tanpa terejakan olehmu! Aku menemukan di atas rubuhnya pagi, aku menemukannya di atas timpangnya sendi hidup ini, aku meraihnya saat berpeluk dengan sedih, aku mendapatkannya dan aku bahagia dengan segala hal yang tak kan terejakan olehmu, entah sampai kapan dan dengan keentahan yang bagaimana engkau akan berkelana hingga ruh dirimu meregang dan jasad berbalut kafan. Semoga sebelumnya engkau dapati itu. Semoga.

Dan sekarang masih kau tanyakan makna itu? Masih juga belum tereja olehmu? Sudah aku katakan, mengeja tanya itu butuh perhatian yang tak sedikit, butuh rimbun tanya yang terbit. Butuh sabar yang menjalar. Tapi, apapun aku hanya akan menanggalkan jawab itu bila semua semesta rela atas apa yang kurasa, saat itu aku akan menanggalkan makna ini, akan kutinggalkan keramaian dan menyudut di sepi, merapal sujud kesyukuran yang tak terperi, karena kau telah menemukan jawab atas tanya yang membayangimu, selama ini.

Namun, lihatlah kerut terlipat-yang semakin berlipat. Rentang yang kian panjang itu menjauhkan titik temu antara dua sisi kehidupan. Entahlah, hati yang melindap itu kerap menyundutku dengan untaian tanya dan tanya yang kerap menghiasi malamku.

Aku tak terganggu atas itu. Sungguh!.

Engkau berkaca di saat hujan, ketika rinai-rinai menimpamu. Kesejukan yang menghanyutkanmu, mengharap tanyamu bergegas tertunai, memang, tetes hujan akan menandaskan dahagamu, tapi itu sementara saja. Sedangkan yang engkau butuhkan lesapnya dahaga untuk selamanya, iya kan?

Baiklah, aku tak ingin berlanjut, aku ingin harimu berdenyut kembali seperti semula, sebelum engkau mengeja dengan puluhan tanya yang mengejarku. Aku lelah, baik, sekarang meringkuk dalam selimutmu. Larut kau dalam mimpi, nah kau melihat aku kan? Sekarang yang harus kau sadari sesadar-sadarnya bahwa aku adalah bayanganmu.


Share

Kejanggalan

Posted: Desember 3, 2010 in Kumpulan Cerita

Perempuan itu berlari tak terarah, berteriak teriak kayak orang yang kalap, kadang dia menari seperti liukan ombak di lautan lepas, kadang pula diam bak batu karang yang tetap tak goyah diterjang gelombang malam. sudah setengah bulan indah berubah menjadi lain dari pada yang lain. entahlah setan apa yang merubahnya. Tuhan pun terkesan diam melihat kajanggalanya. dia makluk yang dulu mencintai Tuhanya. namun kenapa kok seperti tak berbalas rasa cintanya itu. apa ini cinta yang sesungguhnya?. otaku tak mampu mencernanya

Kenyataan yang membuatku berpikir tuk tak percaya adanya Tuhan. Tuhan kadang memberi cobaan yang rasanya mustahil tuk di hadapi oleh umatnya, namun di balik peristiwa memang di takdirkan kan ada korban yang kan memberi sebuah pelajaran. dulu sewaktu keluargaku hampir hampir mati lemas kelaparan. ada tetangga datang membawa makanan. makanan hasil dari selamatan karna ada tetanggan yang meninggal. sebuah rizki dari duka seseorang. andai tiap hari ada yang meninggal. tak susah lagi aku mikir makan. di butuhkan perjuangan lebihkah dalam kehidupan. bersyukur dan mau menerima kegagalan.

Walau pun begitu aku masih saja setia padaNya. hati ini rasanya sudah melekat indah. tak tergantikan. walau terus tikaman yang terasa aku tetap ingin dekat dengaNya. aneh bukan? rasanya iklas saja. dan tak perlu alasan. Apakah ini yang juga di rasakan oleh perempuan itu. perempuan yang rela di madu oleh suaminya. dengan alasan mengikuti Nabi. poligami. seorang yang tak mau dosa tapi tetap berjiwa pengecut. ingin menang tak menerima kesalahan dan kekalahan. syahwat besar namun penghasilan kurang. Indah mejalani hari harinya dengan perasaan yang menggantung. di satu sisi dia mencintai suaminya. di sisi lain cemburu besar menggerogoti otaknya. bagai sebuah jeruk yang isinya telah busuk dan hancur,namun kulit luarnya masih begitu indah dan segar.

Hingga luka mendalam menghancurkan ingatanya, tawa, sedih tak pernah bisa di rasa. keluar tak lagi teratur terkendali. sepontan dan tak ada irama. apakah ini balasanya. roda semakin berputar kencang semakin membutuhkan as yang kuat dan tak mudah goyah. sayang dia tak kuat. berakhir di sebuah kejanggalan. sinting panggilanya. bahkan anak kecil pun kan melemparinya dengan kerikil maupun batu, hanya demi memuaskan imajinasi kenakalanya. atau sekedar ikut ikutan temanya. masyarakat tak ada lagi yang peduli denganya. menjadi cap bahwa dia contoh istri yang tak mau menurut suaminya, bisa kualat menjadi gila. sementara sang lelaki tetap mulia di posisinya. sungguh aneh keadaanya namun Tuhan tetap diam tanpa kata.


Share

Kau

Posted: Desember 3, 2010 in Puisi

kau berjalan menyelusuri otakku

tanpa henti,lelah kau berlarian dipikiranku

entah mengapa setiap detik ku selalu membayangkanmu

membayangkan senyummu

membayangkan tawamu

membayangkan tangisanmu

kudapat merasakan apa yang kau rasa

dibandingkan kekasihmu

ku dapat mengerti apa yang kau ingini

dibandingkan kekasihmu

pengorbanan ku terlalu banyak untukmu

agar kau bahagia dan agar ku dapat dekat denganmu

takkuat ku memandangmu

memandang kedua matamu

setiap ku memandang hatiku tergampar oleh

bolamatamu


Share

Semua orang pasti setuju bahwa air sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Air diperlukan oleh tumbuhan sehingga menjadi produsen bagi binatang atau manusia juga sebagai elemen dasar dalam mata rantai kehidupan. Bagi sebagian binatang, selain untuk minum, air juga menjadi tempat tinggal mereka. Tidak mengherankan bahwa bumi diciptakan dengan sebagian besar terdiri dari air. Begitu juga, dengan tubuh kita, 80% terdiri dari air.

Manfaat Minum Air
Mengingat pentingnya air, maka anjuran yang diberikan adalah agar kita meminum air sedikitnya 8 gelas sehari atau sekitar dua hingga dua setengah liter air. Berikut adalah beberapa manfaat air bagi tubuh:

* Membuat tubuh lebih sehat
Apabila asupan air mencukupi, hal ini dapat membantu agar distribusi nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lancar sehingga semua sel dalam tubuh dapat memperbaiki diri dengan nutrisi tersebut. Dengan minum air sesuai anjuran juga akan meringankan kerja ginjal dan hati sehingga dapat membantu kita terhindar dari penyakit ginjal dan hati.
* Memperlancar pencernaan
Minum air membantu pembuangan racun hasil metabolisme lebih lancar. Ini akan membantu kita terhindar dari penyakit pada pencernaan seperti sakit maag dan sembelit.
* Menambah kecantikan alami
Kekurangan air akan membuat kulit kita terlihat kering dan berkerut. Air akan membantu menjaga kulit agar tetap kenyal sehingga terlihat awet muda dan cantik alami.
* Membuat langsing
Air dapat menurunkan berat badan. Mengapa? Karena air tidak berkalori, bebas lemak, bebas kolesterol, dan rendah natrium.Selain itu, air membantu tubuh menguraikan lemak yang tersimpan.

Bagi yang sedang berdiet, air dapat menjadi teman yang tidak boleh dilupakan. Dengan meminum air hangat sebelum makan, akan membantu kita merasa kenyang sehingga akan mengurangi selera makan dan mengurangi porsi makan kita. Minum air juga tidak akan membuat gemuk karena air tidak mengandung kalori, gula dan lemak.
* Meningkatkan kesuburan
Untuk Anda yang sedang merencanakan kehamilan, ternyata air dapat membantu meningkatkan kesuburan karena akan merangsang produksi hormon testoteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita.

Air Minum

Mengingat pentingnya air, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana memilih air minum yang sehat. Bila air minum tidak bersih bisa menyebabkan diare atau penyakit lainnya. Sedangkan saat ini ada berbagai jenis air minum yang ditawarkan seperti air tanah, air dari Perusahaan Air Minum (PAM), Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), air mineral dan air heksagonal. Apa saja perbedaan dari masing-masing jenis air tersebut?

* Air tanah
Bagi penduduk di pedesaan air minum dapat diambil dari air tanah yang diambil dari sumur atau sungai. Tetapi, perlu diwaspadai bila sumber air tersebut berada di kawasan industri atau lokasi pembuangan sampah. Sedangkan di kota-kota besar, misalnya Jakarta, air tanah tidak lagi layak untuk dikonsumsi, karena banyak mengandung bakteri Eschericia coli (E-coli), kandungan besi (Fe) dan Mangan (Mn) serta kadar keasaman (pH) yang melebihi kriteria air minum sehat. Ini disebabkan karena banyaknya polutan yang dihasilkan manusia sehingga merusak air tanah.
* Air PAM
Untuk dapat menghasilkan air yang baik, Perusahaan Air Minum (PAM) sebenarnya memiliki teknologi yang sesuai dengan pengolahan air minum, tetapi ini juga dipengaruhi oleh kualitas dari air yang dijadikan sebagai bahan baku apakah air tersebut tercemar atau tidak.
* Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
Adalah air yang diolah dengan teknologi khusus seperti teknologi sterilisasi kemudian dikemas dalam botol plastik atau wadah lainnya. Izin untuk perusahaan ini biasanya baru akan dikeluarkan bila hasil uji laboratorium baik. Agar mendapat air minum yang baik, perusahaan perlu selalu melakukan kontrol terhadap hasil air minum dan merawat peralatan produksinya dengan baik.
* Air Mineral
Adalah air yang diperoleh dari sumbernya, umumnya dari pegunungan dan langsung dikemas sehingga terdapat mineral di dalamnya dengan kadar tertentu yang diperbolehkan.
* Air heksagonal
Air jenis ini memiliki rangkaian molekul yang terstruktur, berbentuk segi enam sehingga disebut heksagonal. Air jenis ini lebih mudah diserap tubuh, lebih cepat menghantar nutrisi untuk seluruh tubuh, membuang racun sisa metabolisme, serta akan mengoptimalkan metabolisme tubuh.

Secara alami, air ini terdapat dalam sumur air zamzam di Mekah, di pegunungan Alpen, Swiss, dan di Lourdes, Perancis. Selain secara alami, air heksagonal dapat dibuat dengan menggunakan mineral-mineral alami yang dapat membantu pembentukan struktur heksagonal dalam air. Suhu saat pembentukan juga harus diperhatikan karena dapat menyebabkan struktur tersebut menjadi terurai sehingga menjadi air biasa.

Air heksagonal umumnya dijual dalam kemasan, tetapi minuman seperti ini dipercaya lebih menyehatkan untuk tubuh juga dapat mencegah penuaan. Dengan meminum air heksagonal dianggap dapat meningkatkan vitalitas, memperlambat proses penuaan dan mencegah penyakit. Hanya saja, air jenis ini umumnya lebih mahal dibandingkan jenis lainnya.

Sekarang, Anda dapat menentukan mana air minum yang layak diminum. Segera tolak apabila air berwarna, keruh atau berbau. Sedangkan bila membeli air yang dikemas, perhatikan segel tidak terbuka atau bocor.

Berapa Banyak yang Harus Diminum?

Tanpa mengkonsumsi air secara cukup, tubuh dapat mudah terserang penyakit. Maka, jangan lupa untuk mengkonsumsinya minimal 8 gelas setiap hari atau sekitar minimal dua liter air. Setiap hari, sekitar dua liter air terbuang melalui kulit, paru-paru, usus, dan ginjal.

Air yang hilang ini harus diganti agar kita tidak mengalami dehidrasi. Jika Anda kekurangan air atau mengalami dehidrasi, maka beberapa tanda seperti sakit kepala, lelah, pegal, air seni yang pekat, tidak tahan terhadap panas, serta mulut dan mata yang kering akan terjadi pada tubuh Anda.

Berapa banyak air yang harus diminum setiap hari? Bagi orang yang sehat membutuhkan minimal dua sampai dua setengah liter air sehari. Jika Anda berolahraga, maka Anda akan membutuhkan lebih banyak air. Demikian juga jika Anda tinggal di iklim panas. Bagi mereka yang mengalami obesitas, perlu minum segelas air ekstra untuk setiap kelebihan 10 kilogram dari berat badan ideal. Namun, sebaliknya bagi beberapa penderita penyakit tertentu seperti gagal jantung atau gangguan fungsi ginjal, maka beberapa dokter menyarankan untuk tidak terlalu banyak minum air. Ini pun harus dengan rekomendasi dokter ahli.

Jangan gantikan air dengan cairan lain seperti jus buah. Meski membuat tubuh sehat, jus buah mengandung kalori. Demikian juga, minuman yang mengandung gula dan susu, juga akan membuat tubuh membutuhkan banyak air untuk mencernanya. Apalagi jika Anda minum banyak minuman beralkohol atau minuman berkafein seperti kopi dan teh. Minuman-minuman ini memiliki sifat diuretik yaitu senyawa yang meningkatkan aliran seni, sehingga kita perlu minum lebih banyak air guna mengganti apa yang dikeluarkan.

Karena itu, jangan minum air ketika Anda sudah merasa haus. Ketika Anda merasa haus, maka Anda mungkin sudah mengalami dehidrasi. Karena itu, minumlah minimal 8 gelas sehari atau 2 hingga 2,5 liter per hari demi kesehatan Anda. Minumlah segelas air sekarang juga!!


Share