Tenttang Kita dan Negeri Kita

Posted: Desember 2, 2010 in Kumpulan Artikel Unik

Sebuah putaran kehidupan, disini aku berpijak. Tak mencaci, tak mencari kesalahan atau membenarkan sesuatu. Duduk di dekatku dan bentangkan kisah cinta luar biasa berbagi dan menjaga sebuah rasa.
Bukan tentangku, kau tak mengerti, bukan pula tentang dia. Tentangmu, tentang rasa, tentang harap.

Kemarin, ku lihat anak-anak bangsa berlari, berkerumun. Dengan tubuh kurus, perut buncit, mereka bermain-main, aku jadi tidak bisa makan. Minggu kemarin, rumah kebanjiran, kebanjiran air mata dan luapan emosi ibu-ibu budaya, merintih kehidupan yang pelik, dan bulan lalu ayah-ayah negeriku mabuk lalu pulang ke rumah dan sibuk melayangkan tamparan di hampir setiap dinding rumah.
Aku terseok dan mengamatinya tanpa berbuat apa-apa. Hari ini aku melihat pejabat-pejabat berparfum jutaan rupiah mengendap-endap ke dapur rumah, rakus ia mengambil jatah anak-anak bangsa, ibu-ibu budaya dan ayah-ayah negeri. Kucing pun tak kebagian, aku terkekeh-kekeh seperti jam dinding.
Dan malam ini, aku tak menemukan diriku, dirimu, dan siapapun di tempat ini. Tapi, ku lihat doa-doa bertebangan, mimpi-mimpi mengalir di lantai rumah mengapung di antara banjir yang mendera, dan Tuhan menurunkan tanganNya…


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s