Kekerasan Dihalalkan Jadi Bisnis di AS

Posted: Desember 2, 2010 in Kumpulan Artikel Berita Internasional


Pria yang mengaku dicederai oleh perusahaan keamanan AS Blackwater ini mendengarkan konferensi pers yang diadakan oleh juru bicara pemerintah Iraq Ali al-Dabbagh di Baghdad pada 18 Januari 2010. Iraq telah mengajukan ke sejumlah pengacaranya di AS agar mengambil tindakan hukum terhadap Blackwater untuk mempertanggung- jawabkan sejumlah korban yang ditembak oleh pengawal keamanan Blackwater lewat operasi keamanan selama tahun 2007

WASHINGTON, KOMPAS.com — Dikekang oleh catatan kriminal dan investigasi yang diadakan Kongres AS, perusahaan penawar jasa keamanan paling kontroversial di dunia, Blackwater, berupaya melirik lahan bisnis baru. Bisnis baru yang berusaha dirangkul tidak lain adalah memerangi perompak di perairan luas Somalia yang dikenal buas dengan ombaknya.

Pada penghujung 2008, Blackwater Worldwide, yang dihujani dengan kecaman karena tuduhan aksi kekerasan pengawal keamanannya di Irak dan Afghanistan, memanfaatkan aksi perompak Somalia sebagai peluang untuk menawarkan bisnis pengawalan ke sejumlah perusahaan perkapalan. Melihat peluang ini, CEO Blackwater, Erick Prince, merencanakan perjalanan promosi ke Djibouti pada Maret 2009 dan Blackwater berharap Kedutaan Besar AS di wilayah itu dapat membantu misinya.

Namun, dengan usia pemerintahan Obama yang baru beberapa pekan saat itu, sejumlah diplomat AS di Djibouti menghadapi masalah. Pemerintah AS seharusnya menjadi pendukung bagi kepentingan bisnis AS tetapi Blackwater merupakan perusahaan yang oleh Hillary Rodham Clinton diusulkan agar dilarang berada di zona perang saat menteri luar negeri AS ini masih menjadi kandidat presiden AS.

“Kedubes AS di Djibouti akan menghargai petunjuk Departemen Luar Negeri AS atas keterlibatan Blackwater dalam bisnis keamanan ini,” demikian tulis James C. Swan, duta besar AS di Djibouti, dalam pesan kawat yang dikirim pada 12 Februari 2009 dan bocor di Wikileaks.

Menurut pesan kawat itu, Blackwater tidak ingin menahan perompak yang dihadapinya tetapi menggunakan kekerasan yang bisa berujung maut untuk menghadapi para perompak apabila hal itu diperlukan.

Blackwater Maritime Security Services akhirnya mengetahui bisnis memburu perompak sama sekali tidak berhasil memikat klien. Pemerintah Obama juga memilih untuk tidak merusak hubungan antara pemerintah AS dengan perusahaan yang berpusat di North Carolina ini.

Blackwater berhasil meraup lebih dari 1 miliar dollar AS lewat kontrak jasa keamanan di Iraq dan Afghanistan sejak 2001. Blackwater berganti nama menjadi Xe Services dan pada awal tahun ini perusahaan tersebut meraih kontrak senilai 100 juta dollar AS dari Badan Intelijen Sentral AS, CIA, untuk melindungi sejumlah pangkalan badan mata-mata AS ini di Afghanistan.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s