Kegelisahan Malam Ini

Posted: Desember 2, 2010 in Kumpulan Cerita

Malam semakin larut, sementara bulan enggan memberi seberkas cahaya buat kegelapan ini. terasa sepi, sebab dunia sudah terlelap di temani mimpi-mimpi indah. Bayangan gelap semakin membenamkan rasa kelelahan yang menggerogoti jiwa, sebab dengan mudahnya mata terpejam, diatas empuknya tempat pembaringan ini.
Namun tidak untuk malam ini. berulangkali aku berusaha memejamkan mata, tapi sia-sia. rasa kantuk enggan menghampiri. Segelas kopi abc, yang ku minum tadi Sore, menjadi sebagian alasan yang selalu kurenung. Ah, mungkin saja tapi bukankah kopi menjadi minuman favoritku setiap hari, bahkan sebelum tidur malam terkadang aku masih sempat menengguknya, pikirku lanjut.
“Belum tidur Ko??”
sahut teman sebelah kamarku. Maaf bro, ak uda menganggu kosentrasimu. Temanku rupanya belum tidur, dan sengaja untuk begadang membereskan kerjaan yang belum selesai dari kantornya. Mungkin kesengajaan begadang membuatnya terbiasa dengan kesunyian malam, dan barangkali kesunyiaan malam membentangkan sejuta inspirasi yang mendatangkan kesejukan dirinya.
“Bro,jangan menyulitkan hidupmu dengan sejuta ide liarmu itu”
Kita mesti realistis dan berusaha untuk menangkap hidup ini secara abstrak.
Maksudnya?.
tanyaku dalam kebingungan. Barangkali temanku benar. Saya kurang menghargai kehidupanku yang riil. Padahal disana saya bertarung membentuk sebuah cita-cita yang menjadi tujuan hidup saya.
Lama saya merenung perkataan teman saya, bersama pekatnya malam, sementara mataku kian tajam mengusir rasa ngantuk itu. kucoba merangkai sebuah alur cerita dalam lembaran putih tak bergaris. Ingin kutumpahkan isi kepalaku, barangkali saja terbentuk sebuah titik simpul yang hendak menguraikan persoalanku. Memang imajinasi terkadang muncul ketika jiwa tergerus oleh aneka persoalan.
Ya, prsoalan, lagi-lagi persoalan, kapan manusia bebas dari persoalan??. Ah pertanyaan bodoh, sampai kapanpun manusia dalam ziarah panjangnya akan terus berkutat dengannya. Demikianlah saya, cerita masa lalu kurang sedap, bahkan terlampau malu ku merangkainya. Masa lalu turut mengerdilkan citra kedirianku, hingga membuatku terjerembab pada alur hidup yang serba tidak pasti. Itulah persoalanku, namun terlalu berat untuk sekdar melupakannya, kalau saja bisa, pasti aku menjadi manusia merdeka.
Tiba-tiba aku terhenti pada sebuah konsep yang ditelurkan seorang filsuf, heideger namanya, bahwa kita mengada bersama waktu. Waktu masa lalu yang diisi dengan aneka persoalan adalah waktu yang masih membentuk kedirianku sekarang ini. singkatnya waktu masa lalu masih menjadi bagian dari masa sekarang dimana saya sedang berada dan berkutat dengannya.

Ada benarnya juga, mungkin aku perlu berdamai dengan masa lalu. Sebab bagaimanapun juga masa lalu menyiratkan sejumlah pesan untuk pembaharuan diri.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s