Hening Kembali Merayap

Posted: Desember 2, 2010 in Puisi

Melintas di jalan perintis kemerdekaan
Anak-anak manusia berkeliaran di berbagai tempat
Demi mengisi lambung tengah
Kumpulkan tenaga yang mulai terkuras

Sekumpulan awan hitam menerjang mata-mata itu
Berulang kali berbelok arah tanpa kejelasan
kadang berputar saja di satu tempat
Titik putih pun itu meradang sangat
Jatuhlah ia pasrah pada gravitasi
Menghasilkan banyak warna

Di hamparan tikar, karpet, dan tehel
Sesekali anginmu berhembus
Disertai banyak senyum dari wajah-wajah itu
Merangkul pesona dengan penuh kagum

Desir air yang jatuh dari langit
Tertawa-tawa ketika bertemu batu dan tanah
Aroma berhembus kuhirup dalam
Bau yang kusukai…Kunikmati sangat

Banyak nafas dan harapan
Banyak detak dalam satu tempat
Disertai gelombang hujan yang melebar berjatuhan
Seakan membasahi diri ini

Terlintas dosa yang perlahan menarik kaki-kaki ini
Warnahnya hitam meliuk-liuk di permukaan air
Kutak dapat memutar waktu
Maaf atas hal itu
Tersadar lenyap di permukaan
Lalu hening kembali merayap


Share

Komentar
  1. anang nurcahyo mengatakan:

    komentar sama sebelumnya.. sangat menarik, makasih n terus berkarya..

  2. UpayFan mengatakan:

    Trima kasih Sob.
    Minta Bimbingannya ya.
    Maklum Blogger Baru Merilis.
    Kurang Banyak Tau TEntang Tata Cara Menulis Di BLOG..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s