Bibit Mangga

Posted: November 30, 2010 in Kumpulan Cerita

Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana,
setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah
mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.

“Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak
menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan
seenak ini rasanya” ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.

dengan tersenyum nenek menjawab, “makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu
nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa,
waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga
yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan
sekarang sedang kau nikmati buahnya”

“Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? Wah,
hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah
sekian tahun kemudian, benar-benar sulit dipercaya” si pemuda tertawa gembira sambil menyantap
dengan nikmat mangga dihadapannya.

Nenek melanjutkan berkata, “Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di
halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan
sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis
atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam”.

Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena merasa penasaran,
diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa
yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan
dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun. Melihat tingkah
si cucu.

sang nenek menyela “Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi
sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan
menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti
buahnya. Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi
yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya.
Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki
unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?”. “Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur
memutuskan datang kesini, semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan
membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas”. Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.

Pembaca yang luar biasa…
Hukum alam pada kisah nenek dan cucuknya tadi mengajarkan pada kita 2 hal.
1. Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun
juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.
2. Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi
kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah
mangga. Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan
menentukan keberhasilan manusia di masa depan.

Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali
potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s