Surat Masa Depan Dari Tahun 2070

Posted: November 29, 2010 in Kumpulan Cerita

Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur
50 tahun, tetapi kelihatan seperti
sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak
masalah kesehatan, terutama masalah
ginjal karena aku minum sangat sedikit
air putih. Aku fikir aku tidak akan
hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah
orang yang paling tua di lingkunganku.

Aku teringat disaat aku berumur 5
tahun. Semua sangat berbeda.
Masih banyak pohon di hutan dan
tanaman hijau di sekitar, setiap rumah
punya halaman dan taman yang indah,
dan aku sangat suka bermain air dan
mandi sepuasnya.Sekarang, kami harus
membersihkan diri hanya dengan handuk
sekali pakai yang dibasahi dengan
minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah
kebanggaan semua perempuan. Sekarang,
kami harus mencukur habis rambut untuk
membersihkan kepala tanpa menggunakan
air. Sebelumnya, ayahku mencuci
mobilnya dengan menyemprotkan air
langsung dari keran ledeng. Sekarang,
anak-anak tidak percaya bahwa dulunya
air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan
yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG
BUANG AIR” Tapi tak seorangpun
memperhatikan pesan tersebut. Orang
beranggapan bahwa air tidak akan
pernah habis karena persediaannya yang
tidak terbatas. Pemandangan sekitar
yang terlihat hanyalah gurun-gurun
pasir yang tandus.

Infeksi saluran pencernaan, kulit dan
penyakit saluran kencing sekarang
menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat
pengangguran mencapai angka yang
sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar
dengan segelas air minum per harinya.
Banyak orang menjarah air di tempat-
tempat yang sepi.
80% makanan adalah makanan sintetis.
Sebelumnya, rekomendasi umum untuk
menjaga kesehatan adalah minum
sedikitnya 8 gelas air putih setiap
hari.

Sekarang, aku hanya bisa minum
setengah gelas air setiap hari.Sejak
air menjadi barang langka, kami tidak
mencuci baju, pakaian bekas pakai
langsung dibuang, yang kemudian
menambah banyaknya jumlah sampah. Kami
menggunakan septic tank untuk buang
air, seperti pada masa lampau, karena
tidak ada air.

Manusia di jaman kami kelihatan
menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit
pecah-pecah akibat dehidrasi; ada
banyak koreng dan luka akibat banyak
terpapar sinar matahari karena lapisan
ozon dan atmosfir bumi semakin habis.

Karena keringnya kulit, perempuan
berusia 20 tahun kelihatan seperti
telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan
telah melakukan berbagai investigasi
dan penelitian, tetapi tidak menemukan
jalan keluar. Manusia tidak bisa
membuat air. Sedikitnya jumlah
pepohonan dan tumbuhan hijau membuat
ketersediaan oksigen sangat berkurang,
yang membuat turunnya kemampuan
intelegensi generasi mendatang.
Morphology manusia mengalami perubahan
yang menghasilkan anak-anak dengan
berbagai masalah defisiensi, mutasi,
dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas
udara yang kami hirup: 137 m3 per
orang per hari. [31,102 galon]. Bagi
siapa yang tidak bisa membayar pajak
ini akan dikeluarkan dari “kawasan
ventilasi” yang dilengkapi dengan
peralatan paru-paru mekanik raksasa
bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam “kawasan
ventilasi” tidak berkulitas baik,
tetapi setidaknya menyediakan oksigen
untuk bernafas dan umur hidup manusia
rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki
pulau bervegetasi mempunyai sumber air
sendiri. Kawasan ini dijaga dengan
ketat oleh pasukan bersenjata. Air
menjadi barang yang sangat langka dan
berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak ada lagi pohon
karena sangat jarang turun hujan.
Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.
Tidak dikenal lagi adanya musim.
Perubahan iklim secara global terjadi
di abad 20 akibat efek rumah kaca dan
polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan
bahwa sangat penting untuk menjaga
kelestarian alam, tetapi tidak ada
yang peduli.
Pada saat anak perempuanku bertanya
bagaimana keadaannya ketika aku masih
muda dulu, aku menggambarkan bagaimana
indahnya hutan dan alam sekitar yang
masih hijau. Aku menceritakan
bagaimana indahnya hujan, bunga,
asyiknya bermain air, memancing di
sungai, dan bisa minum air sebanyak
yang kita mau. Aku menceritakan
bagaimana sehatnya manusia pada masa
itu. Dia bertanya:

– Ayah! Mengapa tidak ada air lagi
sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat
tenggorokanku…

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan
bersalah, karena aku berasal dari
generasi yang menghancurkan alam dan
lingkungan dengan tidak mengindahkan
secara serius pesan-pesan
pelestarian… dan banyak orang lain
juga!
Aku berasal dari generasi yang
sebenarnya bisa merubah keadaan,
tetapi tidak ada seorangpun yang
melakukan.

Sekarang, anak dan keturunanku yang
harus menerima akibatnya. Sejujurnya,
dengan situasi ini kehidupan di planet
bumi tidak akan lama lagi punah,
karena kehancuran alam akibat ulah
manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke
masa lampau dan meyakinkan umat
manusia untuk mengerti apa yang akan
terjadi …

Pada saat itu masih ada kemungkinan
dan waktu bagi kita untuk melakukan
upaya menyelamatkan planet bumi ini!
Pada saat itu masih ada kemungkinan
dan waktu bagi kita untuk melakukan
upaya menyelamatkan planet bumi ini.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s