Banyak yang Belum Tahu Sejarah Jakarta

Posted: November 28, 2010 in Kumpulan Artikel Berita Nasional, Kumpulan Artikel Sejarah

JAKARTA, KOMPAS.com – Anda yang bekerja, kuliah atau bersekolah di Jakarta mungkin sudah lama tinggal menetap di ibukota RI ini. Tapi, Anda mungkin saja kurang mengenal sejarah perkembangan salah satu kota metropolitan di dunia ini.

Itulah yang dialami Tanto yang mengaku lebih dari enam tahun mencari nafkah di Jakarta. “Bisa dibilang kita sudah lama tinggal di Jakarta, tapi belum tahu banyak soal museum dan sejarah Jakarta,” ungkapnya saat ditemui di tengah program “Jakarta Heritage Trails”, Minggu (28/11/2010) di Museum Juang ’45, Jalan Menteng Raya 31, Jakarta.

Lebih dari 120 warga Jakarta mengikuti program Jakarta Heritage Trails: Menjelajahi Kota Taman Pertama di Nusantara yang digelar oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI) dan Jakarta Heritage Community (JHC). Mereka menyusuri kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Menteng merupakan kota taman pertama di Indonesia. Banyak jejak-jejak sejarah Jakarta dan Indonesia di sekitar kawasan elite tersebut.

Tanto yang sehari-hari bekerja di kantor pusat sebuah agen perjalanan ini mengaku terkejut melihat banyaknya peserta kegiatan jalan-jalan menyusuri bangunan bersejarah di kawasan elit Jakarta ini. “Mungkin karena acara seperti ini jarang diadakan, makanya ramai sekali yang ikut,” ujar Tanto yang ditemani Imam, rekan kantornya di bagian ticketing.

Rasa kaget yang sama dialami Indra, warga Rawamangun, Jakarta Timur. “Kaget juga sebanyak ini. Ternyata banyak warga cukup antusias untuk mencari tahu sejarah Indonesia umumnya dan Jakarta khususnya,” kata dia.

Indra yang datang bersama istri dan dua anaknya itu mengaku keluarganya sering jalan-jalan ke tempat bersejarah. Sebagai anggota milis Kota Tua di internet yang seringkali mengadakan beragam kegiatan, baru kali ini mereka ikut tur secara beramai-ramai.

“Anak-anak kami memang suka jalan-jalan ke bangunan bersejarah. Kami ingin ikut acara kegiatan jalan-jalan ramai semacam ini karena dapat banyak hal yang tidak kita dapatkan jika ke museum bersama keluarga sendiri,” ungkap karyawan swasta di Sudirman itu.

Tanto dan Indra berharap kegiatan menjelajahi obyek wisata sejarah ini di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia lebih rutin diadakan. Sebab, wawasan sejarah masyarakat dari semua usia bisa bertambah.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s