Ternyata Kita dan Remaja Memang Hidup Di Zaman Yang Berbeda

Posted: November 27, 2010 in Kumpulan Cerita

Zaman bukanlah sesuatu kekuatan yang dapat membentuk dirinya sendiri. Zaman adalah ukuran waktu yang di dasarkan pada peredaran matahari atau bulan untuk menetapkan masa lama dari kehidupan manusia ini. Karena zaman sifatnya netral – nilai, maka tak dapat dijadikan tolok ukur oleh manusia untuk menetapkan salah atau benar tindakannya. Zaman yang bersifat pasif
dan netral dapat menjadi baik, jika manusia mengisinya dengan kebaikan, dan menjadi buruk, jika manusia mengisinya dengan keburukan.

Dalam hal ini saya tidaklah akan mengupas bagaimana perkembangan zaman tersebut, namun yang ingin saya bahas adalah bagaimana anak-anak kita mengisi hari-harinya dari zaman ke zaman atau dari era ke era. Ini penting, seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa bukanlah zaman yang menetapkan baik buruknya perilaku anak kita, tapi bagaimana mereka mengisi perkembangan zaman tersebut dengan hal positif atau negatif. Sekali lagi keluarga adalah benteng utama yang mendidik anak-anak sejak dini, terutama orangtua. Karena kita sebagai orangtua bertanggungjawab atas apa-apa yang sudah kita berikan pada anak kita. Karena kitalah yang mewarnai mereka, kitalah yang melukis mereka baik atau buruk. Kita adalah panutan bagi anak, dan mereka adalah cerminan diri kita.

Rasulullah saw, menegaskan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci bersih. Ketika seorang anak dilahirkan, otaknya terdiri dari sekumpulan neuron yang siap dianyam menjadi alat berpikir. Triliunan neuron yang membentuk sirkuit-sirkuit bisa diibaratkan Chip Pentium sebelum dimuat sofware tertentu. Murni, berkemampuan hampir tak terbatas dan belum terprogram.

Yang pertama-tama mengisi program ke dalam otak anak adalah orang tua, kemudian lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, sekolah dan lain sebagainya. Pengalaman-pengalaman ini terekam dalam otak anak. Dan pengalaman yang dominanlah yang nantinya membentuk pribadi anak. Oleh karena itu, sejak dini para orang tua mesti hati-hati bila berbicara dan berperilaku dengan anak. Karena sebagian ucapan dan perilaku anak direkam dari orang tuanya.

Kita sering mendengar atau membaca berita tentang pengaruh media pada anak atau remaja, baik itu media cetak maupun elektronik yang menyerbu mereka dengan dasyatnya. Pengaruh bacaan yang tidak pantas dikonsumsi oleh mereka, pengaruh televisi, pengaruh internet, pergaulan bebas, kenakalan remaja, pengaruh handphone, narkoba dan tindakan kekerasan yang dilakukan anak-anak serta banyak lagi yang lainnya. Orangtua sudah banyak mengeluhkan hal ini, betapa gaya hidup anak atau remaja kita yang sedemikian jauh dari nilai-nilai agama dan adat ketimuran kita sebagai bangsa Indonesia.

Hal itu bisa saja terjadi karena pengaruh perkembangan zaman saat ini, seperti perkembangan teknologi yang sedemikian canggih lebih kuat dampaknya terhadap anak-anak. Kalau kita kilas balik waktu kita dulu masih anak-anak, pengaruh berbagai kemajuan zaman tidaklah sebesar saat ini. Tantangan, pengaruh media baik itu elektronik atau cetak, pengaruh perkembangan teknologi tidaklah sehebat seperti sekarang. Ya memang zaman kita sangat berbeda, dan ingat “kita memang hidup di zaman yang sangat
berbeda”. Kita lebih punya filter untuk menyaring dengan baik dari segala pengaruh buruk apapun itu. Sekali lagi kita hidup di zaman yang berbeda dengan anak-anak kita sekarang. Ketika anak hidup dengan pola yang serba instan, maka mereka dan juga kita mesti siap menerima segala konsekuensinya. Kitalah yang harus bisa mengimbangi perkembangan dan pertumbuhan anak yang sedemikian pesat. Kita harus selalu mendampingi setiap langkah-langkah mereka dengan memberi bekal yang kuat sejak dini, yaitu membangun pondasi agama yang kuat pada anak-anak kita. Dapat memposisikan diri kita sebagai pribadi tangguh yang berkarakter serta shalih, dengan memaksimalkan peran kita sebagai orang tua dan sekaligus juga sebagai sahabat bagi mereka. Karena sungguh mengerikan apa yang terjadi pada anak-anak kita saat ini. Apakah kita masih akan berlepas diri atau menutup mata dari fenomena ini.

Ingatlah, terkadang kita tidak bisa mengenal anak kita dengan baik, kita sangat tidak mengenal anak kita, dihadapan kita mungkin mereka baik-baik saja, tapi dibelakang kita mereka melakukan hal-hal yang luar biasa diluar dugaan kita, yang tak pernah terpikirkan sedikitpun bahwa anak-anak kita akan jadi korban kemajuan zaman yang demikian pesat. Terkadang anak-anak,
sama seperti kita yang bisa saja menjadi mulia ataupun hina. Membesarkan anak-anak di zaman sekarang yang serbuan pengaruh buruk yang lebih dominan, sama seperti berjalan disebuah labirin.

Tapi percayalah, insyaAllah dengan pondasi agama yang kuat dan doa serta menyerahkan sepenuhnya penjagaan dan perlindungan anak-anak kita semata-mata kepada Allah, Hasbunallah, maka mereka akan menjalani hidup dibawah ridho-Nya. Akan menjadi generasi-generasi kebanggaan umat dan bangsanya. Karena bagaimanapun, apa-apa yang terjadi pada anak-anak kita, tak lepas
bahwa kita juga sangat berperan pada perjalanan hidup mereka. Tinggal memilih, apakah mau melukis atau mewarnai mereka dengan hal-hal baik atau yang buruk, terserah kita. Dan kita sebagai orang tua, juga ikut andil dan punya peran yang dominan dalam merusak generasi muda kita. Percaya atau tidak, tanyalah pada diri kita masing-masing. Wallahu ‘alam.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s