Multitasker Itu Dilahirkan, Bukan Dibuat

Posted: November 27, 2010 in Kumpulan Artikel Unik

Jika Anda mampu terlibat dalam percakapan dengan beberapa orang sekaligus secara simultan dalam waktu bersamaan, sebaiknya Anda merasa lega. Kalau Anda dapat memahami dengan mudah beberapa pembicaraan sekaligus, Anda juga patut bersyukur. Itu artinya Anda adalah seorang multitasker. Dan beruntunglah Anda sebab selain mampu memahami pembicaraan, Anda juga dapat mengerjakan beberapa tugas sekaligus dalam tempo bersamaan.

Ternyata kemampuan multitasking ini tidak dapat dilatih. Sebab sebuah studi teranyar mengatakan bahwa seorang multitasker itu dilahirkan, bukan dibuat. Kok bisa?

Studi yang dipublikasikan di jurnal Human Genetics tersebut mampu membantu ilmuwan mempelajari kasus dimana ada orang yang kemampuan pendengarannya sempurna namun tak dapat memahami ucapan orang.

“Ini adalah studi pertama yang membuktikan bahwa manusia memiliki variasi yang cukup luas dalam kemampuan memproses apa yang mereka dengar. Perbedaan itu terkait dengan faktor genetik,” ujar James Battey, direktur National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, di bawah naungan National Institutes of Health (NIH).

Faktor DNA

Telinga memang sangat penting dalam menangkap suara. Tapi tidak semua orang dengan pendengaran sempurna mampu memahami suara tertentu. Kemampuan memahami itu lebih melibatkan otak daripada telinga.

Ada bagian dari otak yang bertanggunghajab mengekstrak informasi yang tersaring dari suara. Banyak penderita gangguan pendengaran ternyata mengalami gangguan otak sehingga kesulitan dalam memahami sekitarnya. Gangguan ini disebut dengan Auditory Processing Disorders (APD). Di Amerika Serikat saja diperkirakan ada 7 persen dari seluruh anak usia sekolah yang terjangkit gangguan ini.

Riset tersebut melibatkan 138 kembar identik dan 56 kembar fraternal yang hadir di festival Twinsburg, Ohio, dari tahun 2002 hingga 2005. Mereka berusia antara 12 hingga 50 tahun. Semuanya memiliki pendengaran normal. Setelah melalui sejumlah tes, ditemukan bahwa kemampuan mereka dalam memahami percakapan lebih dipengaruhi oleh genetik. Pada kembar identik yang memiliki DNA sama, memiliki kemampuan pemahaman yang sama juga. Sedangkan pada kembar fraternal yang tidak semua DNA-nya sama, memiliki kemampuan yang berbeda. Fakta ini memperlihatkan bahwa faktor genetik cukup berperan dalam kemampuan satu itu.

Jadi apabila Anda merasa sulit terlibat memahami suatu percakapan, maka agak sulit untuk melatihnya, sebab memang Anda tidak dilahirkan untuk itu. Bisa jadi Anda adalah tipe orang yang lebih mudah memahami sesuatu secara visual, bukan audio. Tapi beruntunglah mereka yang dapat bercakap-cakap dengan lancar dengan beberapa orang sekaligus.***

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s