Tahun Depan Pertumbuhan AS Merosot

Posted: November 26, 2010 in Kumpulan Artikel Berita Internasional

KOMPAS.com — Krisis ekonomi masih berjejak panjang. Imbasnya pun belum beranjak dari Amerika Serikat. Lantaran itulah, Bank Sentral AS, The Fed, hanya mematok pertumbuhan ekonomi AS paling banter berada di angka 3,6 persen pada tahun depan. Sebelumnya, The Fed sempat membuat perkiraan kalau pertumbuhan ada di angka tertinggi, 4,2 persen.

Catatan The Fed sebagaimana warta AP dan AFP, Rabu (24/11/2010), juga mengatakan tingkat pengangguran diperkirakan akan lebih tinggi. Namun, tingkat inflasi akan lebih rendah.
Sementara itu terungkap pertumbuhan ekonomi dalam kuartal ketiga tahun ini lebih cepat daripada yang diperkirakan, yaitu 2,5 persen untuk periode satu tahun. Hal itu berarti 0,5 persen lebih tinggi daripada perkiraan awal, seperti dilaporkan Departemen Perdagangan.

Departemen Perdagangan mengatakan, data menunjukan para konsumen semakin kuat berbelanja, khususnya untuk mobil dan item-item besar. Selain itu, peningkatan ekspor juga ikut mengangkat laju pertumbuhan.

Penyesuaian

Data dari Departemen Perdagangan ini muncul tak lama setelah catatan rapat terbaru Bank Sentral diumumkan. Artinya, ada kemungkinan Bank Sentral akan menempuh lagi penyesuaian perkiraan pertumbuhan ekonominya.

Nigel Gaull, ekonom dari IHS Global Insight, menyambut baik pertumbuhan pada kuartal ketiga ini. “Lebih baik daripada yang diperkirakan. Ada momentum lebih banyak dalam penjualan. Banyak perdagangan dalam perangkat lunak, itu salah satu kejutan dan belanja konsumen lebih baik daripada perkiraan sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, The Fed mengatakan akan membeli 600 miliar dollar AS utang pemerintah agar bisa menurunkan suku bunga untuk jangka panjang dan sekaligus mendorong pemulihan ekonomi.
Catatan rapat The Fed pada 2-3 November 2010 memperlihatkan dukungan atas kebijakan itu hampir bulat karena hanya satu anggota yang menentang.

Komite Bank Sentral—seperti yang terungkap dari catatan rapat—juga membahas sejumlah pilihan kebijakan, antara lain suku bunga jangka panjang serta keinginan untuk membeli utang-utang pemerintah.


Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s