21 – 11 – 2010

Posted: November 20, 2010 in Gien Aquilan

Bulan purnama ini kau hadir dalam ingatanku,
Bulan purnama ini kau ingatkan aku tentang waktu.
Sejenak ku nikmati sisa-sisa bulan purnama ini dengah tubuh lemah.
terbunuh sepi dan di temani sunyi.
Hembus angin malam yang kian malam kian merasuk dalam sendi-sendi tubuh ini.
Dimana saat orang lain terjaga dalan rebahnya, di mana suatu malam yang indah ini mereka terlelap dengan ribuan mimpi indahnya.
Namun, Aku….
Aku yang selalu mengingat dirimu, dirimu yang selalu hadir dalam khayalku, masih saja termenung dalam kesunyian.
Berharap semua dapat terulang kembali, dan selalu berharap sama di setiap malam-malam yang ku lalui.
Mungkin penyesalan bukanlah jalan yang terbaik, mungkin juga penderitaan ini patut ku miliki.
Terlintas wajahmu, aku merasa malu, aku merasa hina, aku merasa bodoh.
seandainya hatimu di beri kelembutan satu kali lagi oleh sang khalik.
aku berjanji, aku berjanji untuk merubah semuanya.
Peri kecilku, dirimu takkan pernah hilang dalam ingatanku, dirimu takkan bisa tergantikan oleh siapapun.
Kau rangkul aku di saat tubuh ini lemah, Kau jabat tangan ku di kala aku bahagia.
hanya satu doaku, aku ingin kau kembali.
GSP, you are my dream garden, you are my light flower.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s