Archive for the ‘Kumpulan Artikel Berita Internasional’ Category

Kecintaan Yassmin Abdel-Magied, 19 tahun, akan dunia balap sudah sedari kecil. Mahasiswa universitas Brisbane ini mengaku terpikat pada Ferari. “Aku suka mesin-mesin yang indah,” ujarnya.

Kini, Yassmin Abdel-Magied mencatatkan namanya sebagai Muslimah Australia pertama yang terjun di kancah Formula Satu (F1). Ia kerap menerima cibiran, bahwa ia hanya mencari sensasi. “Semua orang mengira itu bohongan,” katanya sambil tertawa.

Jangankan berada di atas mobil balap, memasuki lapangan balap saja, orang kerap melihat sebelah mata. Namun, ia tak peduli. “Balap sudah menjadi bagian hidup saya sejak enam tahun lalu,” ujarnya.

Yassmin tumbuh dalam keluarga imigran asal Sudan. Yassmin lahir di ibukota Sudan, Khartoum. Ayahnya adalah seorang insinyur listrik dan ibunya seorang arsitek.Orang tuanya membawanya ke Australia saat ia masih balita.

Beda dengan imigran yang lain, Abdel Magied kerap membawa anak perempuannya menekuni hobi lamanya, balap mobil. “Dia benar-benar pemecah sterotip,” ujarnya.

Kendati sibuk balapan, Yassmin tetap aktif kuliah. Ia kini duduk di tingkat akhir untuk meraih gelar sarjana teknik mesin di di University of Queensland. Gadis yang pernah dinobatkan sebagai The Young Queenslander of the Year pada tahun 2010, ini juga pelatih tim sepak bola Muslimah, Shinpads and Hijabs. Dia juga anggota dari Queensland Design Council dan di organisasi Youth Without Borders.

“Aku tidak pernah mendapatkan delapan jam tidur di malam hari,” katanya. “Tapi aku baik-baik saja dengan itu, saya menikmati sedang sibuk, saya menikmati membantu orang … bila anda ingin melakukan hal-hal bermanfaat, Anda akan selalu menemukan waktu untuk itu.”

Koran New York Times dalam sebuah laporannya, menyoroti perkembangan dan peningkatan pengaruh agama Islam di tengah berbagai lapisan masyarakat Amerika Serikat. Ditambahkannya, setiap tahun lebih dari 200 ribu orang di AS memeluk agama Islam.

Sebagaimana dilaporkan situs INN, Selasa (11/1), New York Times menulis, agama Islam terutama di kalangan para imigran dari Republik Dominican, Meksiko, Kuba dan Spanyol, mengalami perkembangan signifikan dan mayoritas orang-orang di AS yang memeluk Islam berasal dari Spanyol (Hispanik).

Seraya menjelaskan bahwa menurut sejumlah penelitian, lebih 200 ribu orang di AS memilih menjadi Muslim setiap tahunnya, New York Times menambahkan, salah seorang yang memutuskan memeluk Islam adalah Musa Franco, warga Kolumbia yang memilih agama Islam sejak usia 13 tahun.

Berdasarkan laporan ini, Miriam Celeste Colon, salah seorang perempuan Amerika yang memeluk Islam pada tahun 2002, mengatakan,”Saya telah mulai mendesain pakaian dengan metode Islami.”

Rodriguez, yang memutuskan masuk Islam pada tahun 2009, telah memulai memakai pakaian Muslimah dan aktif menghadiri acara-acara keagamaan.

Islam memainkan peran yang semakin penting dalam debat publik di Jerman. Di sebuah universitas Frankfurt, siswa dapat belajar tentang agama dengan cara ilmiah sebagai bagian dari program sarjana dalam teologi Islam.

Universitas Goethe Frankfurt telah memperkenalkan gelar sarjana tiga tahun untuk studi Islam, kuliah pertama di Jerman. Program ini menempatkan teologi Islam pada pijakan yang sama dengan teologi Kristen dan Yahudi di universitas-universitas Jerman. Tujuan mereka disebutkan untuk memberikan para siswa dengan pendekatan akademis dan ilmiah untuk suatu topik Islam.

Bagian dari inisiatif tahun lalu adalah mempromosikan studi Islam dan pelatihan para imam di universitas-universitas Jerman. Namun berbeda dengan lembaga program lainnya yang terlibat, Universitas Frankfurt belum menerima dana federal tambahan untuk program tersebut.

Dan tanda meningkatnya minat kepada Islam di Jerman, lebih dari 100 siswa telah mendaftar untuk semester pertama di Frankfurt, Jerman sendiri mempunyai populasi empat juga Muslim.

Namun jangan harap Islam yang diajarkan adalah seperti yang diajarkan di universitas-universitas di Timur Tengah atau Arab Saudi. Disini, untuk siswa Muslim, teologi Islam ini dianggap sebagai kesempatan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang agama dan budaya mereka sendiri secara rasional dan ilmiah.

“Biasanya, kita mendengar tentang segala sesuatu dalam bahasa asli kita sendiri di masjid atau di sekolah Qur’an. Sekarang kita akhirnya belajar tentang semua itu pada tingkat ilmiah dan dalam bahasa Jerman,” kata Urbe Tschi, 21 tahun mahasiswa program tersebut.

Program sarjana ini berfokus pada mengambil pandangan ilmiah pada Islam serta memberikan perspektif dari dalam dengan menggunakan profesor Islam. Universitas Frankfurt Goethe telah mengumumkan rencana untuk memperluas program di tahun-tahun selanjutnya, menawarkan para calon mahasiswa kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang Islam.

Kabar ini memang cukup menggembirakan di kalangan Muslim, bahwa Islam terus dipelajari di Eropa, namun kita juga jangan terlalu gembira, karena bisa saja studi ini dibuat untuk membelokkan makna Islam yang sebenarnya, seperti yang jamak terjadi di universitas-universitas di Indonesia. Banyak

universitas Islam di Indonesia namun melahirkan kader-kader liberal yang malah semakin merusak nilai Islam. Mereka mulai mengkoreksi Al Qur’an dan mempelajari Islam bukan untuk mencari kebenaran tapi untuk mendistorsi ajaran Islam.

Bajramaj, pesepakbola muslim wanita, gagal menyabet gelar FIFA Ballon D’or 2010. Pemain sepakbola asal Jerman yang akrab dipanggil Lira itu kalah dari Marta asal Brasil yang menyabet penghargaan pemain terbaik wanita dunia untuk kelima kalinya.

Marta langsung menitikan air mata bahagia ketika memegang trofi FIFA Ballon D’or 2010. Baginya, podium kehormatan tersebut seperti rumah keduanya. Karena, dia sebelumnya sudah empat kali naik ke podium untuk menerima penghargaan pemain terbaik.

Marta mengalahkan dua pemain Jerman, Lira dan Birgit Prinz, yang berasal dari Jerman. Lira menempati posisi kedua. Gelandang berusia 22 tahun ini merupakan pesepakbola Muslim Jerman asal Kosovo.

Lira sukses membawa Jerman menjadi juara di Piala Dunia Sepakbola Wanita 2007 di Cina. Di Negeri Tirai Bambu, Lira setahun kemudian mempersembahkan medali perunggu bagi Kontingen Jerman.

Meski tak berjilbab, Lira mengaku menjalankan Islam secara patuh. Dia tak pernah meninggalkan shalat kendati harus “merumput”. “Aku berdoa sebelum aku pergi tidur, sebelum perjalanan dengan mobil, sebelum makan, sama seperti Muslim yang lain. Aku hanya tidak mengenakan jilbab,” ujarnya yang mengaku senang berdandan.

Lebih dari 100.000 wanita Inggris kulit putih yang berusia rata-rata 27 tahun memilih menjadi Muslim, angka tersebut dua kali lipat dalam 10 tahun dengan rata-rata usia 27 tahun karena mereka muak dengan konsumerisme dan imoralitas.

Koran terkemuka Inggris Daily dalam laporannya minggu ini yang ditulis Jack Doyle menyebutkan terjadi gelombang pada wanita kulit putih muda mengadopsi agama Islam, tahun lalu tercatat sekitar 5.200 orang di Inggris memilih Islam diantaranya adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair.

Tahun lalu Lauren Booth, saudara ipar mantan Perdana Menteri Tony Blair, menarik perhatian luas ketika ia mengumumkan bahwa ia telah masuk Islam.

Pengamat masalah Islam di Inggris, Hakimul Ikhwan, S.Sos., MA kepada koresponden Antara London, Senin menyebutkan fenomena bertambahnya jumlah Muslim di Inggris, terutama White British ke Islam tidak bisa dilepaskan dari tingginya intensitas dan masifnya publikasi mengenai Islam.

Menurut dosen di Universitas Gajah Mada yang sedang mengambil Phd di Essex University, mengatakan jumlah masyarakat Muslim sejak beberapa dekade terakhir dan semakin meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir.

Hakimul Ikhwan mengatakan menarik untuk melihat alasan sebagian wanita yang convert adalah karena Islam “membebaskan” mereka dari konsumerisme dan immoralitas dengan penggunaan burqah, jilbab, kerudung dan busana muslimah sejenisnya.

Lagi-lagi berbasis spirit demokrasi dan individualitas, wanita berbusana muslimah banyak ditemui di berbagai kota di Inggris. Para immigran bisa dengan bebas berbusana muslimah.

Kondisi ini menyajikan “cermin” bagi wanita Inggris menjawab problem konsumerisme dan kebiasaan pesta di kalangan muda Inggris, ujar sarjana sosiologi UGM Yogjakarta.

Justru diminati

Hakimul mengungkapkan muncul pertanyaan, mengapa Islam yang cenderung tampil dengan wajah negatif (radikal destruktif) justru diminati atau menarik “White British untuk Convert ke Islam” Fenomena ini bisa disebabkan oleh beberapa hal.

Menurut Hakimul Ikhwan, yang sedang melakukan riset S3 nya Islamifikasi di Inggris dan Barat, pertama, prinsip-prinsip Barat yang menekankan pada kreativitas dan kebebasan berfikir individu memungkinkan individu-individu di Inggris untuk mempelajari (mengkaji) lebih dalam mengenai Islam.

Informasi yang sangat luas mengenai Islam bisa didapat melalui internet, ujar dosen sosialogi UGM, menambahkan selain itu, diskursus mengenai Islam dan masyarakat Muslim menjadi topik kajian dan penelitian yang semakin diminati di perguruan tinggi.

Ketika Islam dikaji oleh individu dalam kerangka akademik/ intelektual, maka sesuai dengan prinsip-prinsip keilmuan (scientific Barat) harus mengakses beragam sumber pemikiran (school of thoughts) dan mazhab yang beragam (pros and cons).

Hal ini memungkinkan tampilnya kekayaan tafsir, hikmah (wisdom), dan humanity dalam Islam. Islam yang nonradikal, damai (peaceful), moderat dan pluralis semakin menarik perhatian masyarakat Barat, ujar salah satu pendiri MASIKA ICMI Yogyakarta, dan ketua Indonesian Moslem Association in Nottinghamshire-Leicestershire, UK .

Kecenderungan ketertarikan terhadap Islam yang antikekerasan dan moderat bisa dilihat misalnya dalam wacana dialog multiagama (multi-faiths dialog) serta upaya untuk “mengarusutamakan” (mainstreaming) Islam yang non-Timur Tengah.

Dikatakannya dalam konteks inilah, Indonesia menjadi primadona.

“Wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran dan sadar gender, misalnya menjadi “topik” utama yang diangkat oleh mantan PM Tony Blair dan Presiden AS Barrack Obama dalam kunjungan mereka ke Indonesia,” ujar Hakimul Ikhwan, yang meraih Master di bidang Politics dan Social Policy di University of Nottingham, Inggeris.

Sebagai bagian dari masyarakat Muslim Indonesia, memiliki kesempatan besar yang luar biasa untuk menjadikan ekspresi Islam Indonesia sebagai “mainstream” atau alternatif dari ekspresi Islam Timur Tengah yaitu Islam adalah satu dalam kaitannya dengan Al-Qur`an, tetapi ekspresinya berbeda-beda di Timur Tengah, India Pakistan dan Indonesia.

Selain faktor publisitas dan discourse Islam yang menguat di tingkat global, faktor lain yang juga sangat menentukan meningkatnya conversion ke Islam di kalangan White British adalah meningkatnya jumlah para imigran Muslim di Inggris seperti dari Pakistan, Turki, Bangladesh, Timur Tengah, dan Asia seperti Indonesia dan Malaysia.

Banyaknya imigran muslim tersebut membuat simbol-simbol Islam tersebar luas dan dapat ditemui di berbagai penjuru kota. Misalnya, Butcher Halal atau halal meat, pizza halal, dan lain sebagainya seperti banyaknya wanita di jalan yang mengenakan jilbab.

Istilah “halal” telah menjadi “ikon” publisitas yang sangat efektif tentang Islam. Penjualan daging halal di supermarket seperti Tesco, Asda, dan Sainsburry, misalnya, membuat Menteri Pertanian Inggris harus menjelaskan kepada publik tentang pengertian daging halal atau halal meat.

Dalam perkembangannya, halal meat tidak semata soal Islam, tetapi juga soal makanan yang sehat Healthy meat/food, demikian Hakim.

Banyak dugaan yang mengindikasikan kenapa Malaysia begitu ngotot untuk segera membangun jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Riau dengan Malaka di semenanjung Malaya, Malaysia.

R Prabowo, Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia Agung yang juga menjadi konsorsium Jembatan Selat Sunda (JSS) menuding alasan Malaysia begitu berniat membangun Jembatan Selat Malaka karena Malaysia memiliki kepentingan besar terhadap Sumatera.

“Malaysia ngotot ingin menyambungkan negaranya dengan Sumatera karena Malaysia melihat Sumatera lumbung sumber bahan baku dan pasar yang besar.

Dia mengakui, saat ini Malaysia memang lebih maju secara ekonomi dari Indonesia. Alasan Malaysia untuk membangun Jembatan Selat Malaka sangat beralasan karena begitu menariknya Indonesia bagi negeri serumpun tersebut.

Jadi Agung pun menekankan kembali masalah konektivitas antara pulau Jawa dan Sumatera, dalam hal ini adalah jembatan Selat Sunda, karena hal ini bisa menggerakkan ekonomi kedua wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya rencana pembangunan jembatan yang membelah Selat Malaka, menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia, dengan Teluk Gong, Malaysia, ternyata direspon dengan lebih proaktif oleh pihak Malaysia.

Bahkan, Malaysia sendiri sudah membuat perusahaan khusus untuk membangun jembatan tersebut, bernama PT Malaka Straits Corporation.

Jakarta – Twitter telah menyelesaikan pendanaan baru senilai US$ 200 juta (Rp 1,8 triliun) dengan nilai perusahaan US$ 3,7 miliar (Rp 33 triliun). Kleiner Perkins disebut-sebut menjadi investor utama.

Sumber mengatakan layanan microblogging San Francisco itu juga menambah dua anggota dewan direksi baru: Mike McCue dari Flipboard dan mantan kepala DoubleClick David Rosenblatt.

Twitter baru-baru ini menambahkan mantan eksekutif Netscape Petrus Currie ke dewan direksi.

Seorang juru bicara Twitter mengkonfirmasi pendanaan dan pengangkatan dewan itu, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Langkah tersebut merupakan langkah besar untuk Twitter, yang bergerak cepat untuk meningkatkan manajemen dan model bisnisnya di bawah CEO Dick Costolo. Dana tunai itu pasti akan membantu upaya ekspansi start-up.

Costolo menulis dalam blognya: “Minggu ini kami menambahkan dua anggota baru untuk dewan direksi Twitter yang memiliki pengalaman yang kuat menjalankan perusahaan teknologi: Mike McCue dan David Rosenblatt. Mike CEO Tellme Networks, saat ini CEO di Flipboard dan juga bekerja untuk Netscape dan Microsoft (yang mengakuisisi Tellme pada tahun 2007). David adalah mantan CEO DoubleClick dan seorang mantan eksekutif Google.”

“Kami juga menutup sebuah babak baru pendanaan yang signifikan, dengan investor baru Kleiner Perkins Caulfield Byers memimpin putaran,” tambah Costolo.

Sebelumnya mitra Kleiner, John Doerr, disebut-sebut telah berusaha keras untuk mendanai Twitter, mengalahkan Global DST dari Rusia.

Kleiner merupakan investor baru di putaran terakhir, yang membawa total dana menjadi US$ 360 juta (Rp 3,2 triliun) sejak didirikan sekitar lima tahun yang lalu.

Perusahaan Silicon Valley ini, yang telah secara agresif bergerak ke Web 2.0 akhir-akhir ini, menanamkan US$ 150 juta, dan sisanya US$ 50 juta berasal dari investor yang ada.

Investor lainnya termasuk Benchmark Capital, Union Square Venture Partners, Spark Capital dan beberapa perusahaan ventura lainnya dan investor lainnya.


Share

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mencalonkan bintang rock terkenal Jon Bon Jovi sebagai anggota badan yang baru didirikan Dewan Solusi Masyarakat Gedung Putih.

Gedung Putih mengumumkan Selasa bahwa badan baru itu “akan memberikan nasihat kepada Presiden mengenai cara terbaik untuk memobilisasi warga negara, organisasi nirlaba, bisnis dan pemerintah untuk bekerja lebih efektif bersama-sama dalam memecahkan kebutuhan masyarakat tertentu.”

Bon Jovi, 48 tahun, adalah vokalis grup pemenang Grammy Award Bon Jovi, yang telah menjual lebih dari 120 juta album dan melakukan lebih dari 2.600 konser yang ditonton lebih dari 34 juta penggemar.

Bintang rock, yang merupakan pendukung kuat Partai Demokrat, juga menjalankan organisasi amal miliknya, Jon Bon Jovi Soul Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk membantu kehidupan orang miskin dan tunawisma di Amerika Serikat.

“Untuk saat ini, Bon Jovi dan Yayasan Soul telah menyediakan perumahan yang terjangkau bagi ratusan orang dan keluarga berpenghasilan rendah,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataannya.

Anggota lain dari dewan termasuk John Bridgeland, yang memimpin dewan kebijakan domestik presiden George W. Bush, Paula Boggs, seorang wakil presiden eksekutif di Starbucks Coffee Co, dan John Donahow, Presiden dan CEO eBay Inc.

“Orang-orang ini mengesankan dan perempuan telah mendedikasikan hidup mereka dan karir untuk keterlibatan sipil dan inovasi sosial,”kata Gedung Putih Obama mengatakan. “Saya berharap untuk bekerja dengan mereka dalam bulan dan tahun-tahun mendatang.”


Share

Masih banyak pengusaha sukses di dunia yang berjiwa sosial tinggi. Buktinya ada program The Giving Pledge yang menjaring para jutawan di AS untuk berkomitmen menyumbang setengah hartanya untuk kegiatan sosial atau filantropi. Makin kaya, makin besar pula sumbangannya.

Program ini digagas oleh triliuner Warren Buffett dan Bill Gates, pendiri Microsoft. Yang terbaru, ada 17 orang triliuner Amerika Serikat (AS) yang menyatakan bersedia menyumbangkan minimal separuh kekayaannya untuk kegiatan filantropi.

Di antara para orang kaya baik hati itu, ada nama pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan Dustin Moskovitz. Selain itu, pendiri AOL Steve Case, investor Yahoo, Carl Icahn, dan mantan pialang Wall Street, Michael Milken. Total jenderal, hingga saat ini sudah ada 57 orang triliuner yang turut bergabung di program The Giving Pledge.

“Banyak orang menunggu hingga ujung kariernya untuk memberi. Tapi, mengapa harus menunggu jika banyak hal yang harus segera kita lakukan sekarang,” ujar Zuckerberg saat memutuskan bergabung dalam komunitas ini.

Lewat program ini, Bill Gates dan Buffet mengajak para orang superkaya untuk menyumbangkan paling tidak setengah kekayaan yang mereka untuk kegiatan filantropi. The Giving Pledge tidak menerima uang dan tidak memberikan saran cara menyumbangkan dana mereka. Namun, mereka meminta para triliuner itu membuat komitmen moral dan memublikasikan kesanggupan mereka dalam sebuah surat.

Pada tahun 2009, menurut laporan Giving USA yang dibuat sebuah pusat kegiatan filantropi di Indiana University, para triliuner AS telah menyumbangkan dana lebih dari 227 miliar dollar AS. Angka ini hanya turun 0,4 persen dibanding tahun 2009. Buffett sendiri, pada 2006, telah menyatakan akan menyumbangkan 99 persen kekayaannya melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Sementara itu, Bill dan Melinda Gates sendiri sejauh ini telah menyumbangkan lebih dari 28 miliar dollar AS. Daftar lengkap para triliuner dermawan itu bisa disimak di http://www.thegivingpledge.org. (Kontan/Cipta Wahyana)


Share

Facebook masih menjadi situs terpopuler di dunia versi Google AdPlanner. Dalam waktu enam tahun, jejaring sosial asal Amerika Serikat itu hingga hari ini sudah memiliki setengah miliar pengguna di dunia, tepatnya 571.884.500 pengguna. Fantastis.

Dalam sebulan terakhir saja, sekitar 750 miliar laman Facebook bolak-balik dibuka pengguna Internet di dunia. Biasanya dikenal dengan istilah pageview.

Dari statistik Google AdPlanner per akhir November, Facebook masih berada di atas YouTube.com (2), Yahoo.com (3), Live.com (4), dan Wikipedia.org (5).

Facebook kian populer. Lantas siapa saja negara yang mengakses jejaring sosial terbesar di dunia itu? Berikut ini 10 negara pengakses Facebook terbesar per tahun 2010:

No.

Negara

Jumlah pengguna

1.

United States

146,805,000

2.

Indonesia

31,784,080

3.

United Kingdom

28,935,380

4.

Turkey

24,143,980

5.

France

20,469,420

6.

Philippines

18,901,900

7.

Mexico

18,243,080

8.

Italy

17,812,800

9.

Canada

17,522,780

10.

India

16,915,900

Menurut CheckFacebook diketahui audiens Facebook di Indonesia mencapai 31,7 juta, tepatnya 31.784.080. Dengan populasi online 100 persen, Indonesia menguasai 5,56 persen dari total pengguna Facebook di dunia.

Berdasarkan gender, pengguna lelaki lebih mendominasi di Indonesia, yakni sekitar 18,7 juta (59,1 persen), ketimbang wanita jumlahnya diestimasi sekitar 12,9 juta (40,9 persen).

Sedangkan, berdasarkan usia, 18-24 tahun merupakan rentang usia terbesar, yakni 13,1 juta pengguna (41,5 persen). Disusul rentang usia remaja 14-17 tahun sebesar 8 juta pengguna (25,4 persen), lalu rentang usia 25-34 tahun sebesar 6,8 juta pengguna (21,6 persen). Sisanya, tidak lebih dari 20 persen.

Untuk rentang usia 35-44 tahun, penggunanya sekitar 2 juta pengguna (6,2 persen). Sementara rentang usia 44-54 tahun, ada sekitar 525 ribu pengguna (1,7 persen), setara dengan rentang usia 55 tahun ke atas, sekitar 500 ribu (1,7 persen). Porsi pengguna anak-anak, atau 13 tahun ke bawah, terhitung 615 ribu (1,9 persen).

Data-data di atas dikutiip VIVAnews dari CheckFacebook. Namun, CheckFacebook tidak berafiliasi dengan Facebook. Setiap hari, CheckFacebook mempublikasikan data yang dilaporkan dari alat iklan Facebook untuk membantu para pemasar dan lembaga riset untuk memahami bagaimana Facebook tersebar di seluruh dunia.


Share